Tag: rokok
Orang Paling Lemah
by pigeon on Oct.22, 2011, under Opini
Postingan yang lalu saya menulis tentang orang yang paling bodoh, yaitu orang yang tidak mengindahkan akal yang seharusnya menjadi pembeda antara manusia dengan binatang. Kali ini saya akan menulis tentang orang yang paling lemah. Sebelum membicarakan lebih jauh lagi tentang topik ini mari kita diskusikan terlebih dulu definisi dari orang yang lemah.
Jika ada anak kecil yang tidak bisa mengangkat beban seberat 10 Kg, apakah dia disebut lemah? Saya kira bukan karena seiring bertambahnya umur dia akan mampu mengangkatnya. Orang yang pekerjaannya hanya sebagai bawahan yang hanya bisa disuruh-suruh, apakah dia adalah orang yang lemah? Saya kira juha bukan, karena ketika dia sudah meniti karirnya dan beranjak memegang tampuk kepemimpinan ia tidak lagi disuruh-suruh. Lalu, siapakah sebenarnya orang yang lemah itu?
Menurut saya, orang yang lemah adalah orang yang mempunyai kekuatan dalam dirinya tetapi tidak memanfaatkannya dengan baik. Ia terlalu takut dengan tantangan yang akan muncul sehingga lebih memilih untuk menempuh cara yang lebih mudah dan cepat untuk mengendalikan dirinya. Ia justru mengandalkan faktor eksternal untuk membuat dirinya “merasa” lebih baik. Siapakah manusia yang tergolong pada kategori itu?
Yang sangat jelas terlihat adalah pecandu narkoba. Lihatlah perilakunya, ia punya kemampuan dalam dirinya sama dengan manusia-manusia lain yang ada di muka bumi ini. Bedanya ia tidak menggunakan kemampuan itu dengan baik, justru mengandalkan narkoba untuk membuat dirinya “merasa” lebih baik. Kecanduan, ketagihan, adiksi, dan ketergantungan adalah salah satu ciri-ciri orang yang lemah. Ia bahkan tidak mampu mengendalikan keinginannya sendiri. Betapa lemahnya dia.
Contoh kedua adalah perokok. Ah, terpaksa saya menyebut julukan itu lagi. Memang tidak separah pecandu narkoba tetapi beberapa perokok sudah mendekati. Ada asalan yang kadang disebutkan oleh para perokok untuk me-legal-kan tindakan mereka yaitu “merokok itu bisa membuat pikiran tenang”. Saya berpendapat bahwa pernyataan itu justru menunjukkan betapa lemahnya dia. Untuk meraih ketenangan saja harus mengandalkan faktor eksternal.
Kemarin saya menonton pertandingan catur. Dua orang perokok saling beradu kemampuan memainkan bidak-bidak catur. Awalnya keduanya santai tetapi ketika 10 menit berlalu, keduanya menyulut rokok masing-masing. Sampai akhirnya salah satu perokok tersudut. Dan setelah saya perhatikan orang tersebut menghisap rokoknya lebih sering daripada perokok satunya yang dalam posisi unggul. Bahkan saya lihat ia tidak pernah berhenti karena begitu rokoknya habis ia segera mengambil lagi sebatang dari dalam bungkus. Saya membatin,”Kasihan sekali Bapak ini, diperbudak oleh rokok.”
So, yuk kita optimalkan apa-apa yanga da dalam diri kita. Allah sudah memberikan sarana dan prasarana lengkap di dalam tubuh kita untuk bisa memperoleh kenyamanan dalam menjalani kehidupan ini. Mengapa harus bergantung pada sesuatu yang justru akan merusak tubuh kita.
Orang Bodoh
by pigeon on Oct.13, 2011, under Opini
Bukan bermaksud menghakimi seseorang sebagai orang bodoh, tetapi saya hanya ingin membahas sedikit tentang pengertian orang bodoh dan siapa contohnya orang bodoh. Mengingat manusia dibekali dengan akal untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah, yang menjadikannya memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada makhluk Allah lainnya. Akal yang seharusnya digunakan sebagaimana fungsinya untuk menjadikan kenyamanan dalam menjalani kehidupan.
Kita sepakati dulu apa sih sebenarnya definisi dari orang bodoh. Jika ada orang yang belum pernah belajar mengendarai sepeda lalu suatu saat ia mengendarai sepeda untuk pertama kalinya dan terjatuh, apakah ia tergolong orang bodoh? Saya kira bukan. Ia bukannya bodoh tetapi hanya kurang latihan saja. Lalu, jika ada orang yang tidak tahu bahwa di depannya ada lubang lalu ia terjatuh ke dalam lubang tersebut, apakah ia disebut orang bodoh? Saya kira juga bukan, ia bukannya bodoh hanya saja belum tahu. Lalu, jika ada orang yang tidak tahu bahwa makanan di depannya sangat pedas, dan ia memakannya dengan lahap hingga ia kepedasan, apakah ia disebut orang yang bodoh? Saya kira yang ini juga bukan, ia hanya tidak tahu saja.
Lalu orang yang seperti apa disebut bodoh? Menurut saya, orang yang bodoh adalah orang yang sudah tahu ada bahaya di depannya, ia tahu resiko buat diri sendiri, ia tahu bahayanya buat orang lain tetapi tetap saja dilakukan. Ia tak peduli bahwa tindakannya merugikan diri sendiri dan juga merugikan orang lain, bahkan merugikan lingkungan.
Perokok, adalah salah satu contoh orang yang bodoh menurut saya. Bagaimana tidak? Penelitian secara ilmiah dan tidak ada yang membantah sedikitpun menunjukkan bahwa merokok dapat mengganggu kesehatan pelakunya bahkan orang lain yang ada di sekitarnya. Tidak main-main, nyawa adalah taruhannya. Bukankah ini adalah hal yang fantastis?
Nyawa adalah satu-satunya alasan kita masih berada di dunia ini. Nyawa adalah satu-satunya jaminan kita masih bisa mengumpulkan pundi-pundi kebaikan dan menghapus kesalahan. Sebegitu berharganya nyawa dipertaruhkan untuk hal sepele, “merokok”. Lebih parahnya lagi, ia ikut mempertaruhkan nyawa orang lain yang bahkan mungkin tidak tahu apa-apa. Betapa besar dosa orang yang demikian.
Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa seorang perokok menyadari sepenuhnya akan bahaya tersebut. Tetapi karena bodohnya itu tadi sehingga ia mengabaikan. Nha, perilaku mengabaikan ini yang saya anggap sebagai tindakan yang sangat bodoh. Pak Mario Teguh pernah mengatakan bahwa,”Jangan menganggap sesuatu itu sepele jika akibat yang ditimbulkannya besar.” Benar bahwa merokok itu hal yang sepele. Hanya mengisap asap doang, tetapi lihatlah efeknya.
Allah tidak akan memaafkan kesalahan seorang manusia yang dilakukan kepada sesama manusia sebelum manusia yang dirugikan tersebut memberikan maaf. Berapa banyak seorang perokok merugikan orang lain? Jelas itu adalah kesalahan. Bayangkan jika setiap orang yang dirugikan akibat asap rokoknya belum memberikan maafnya, mengerikan kawan.
So, yuk kita menjadi manusia yang cerdas. Yang menggunakan akal pikiran untuk berfikir sebagai dasar bertindak. Merokok adalah salah satu tindakan bodoh seorang manusia. Lalu, mengapa kita harus melakukan tindakan bodoh semacam itu?
8 Aktifitas Yang Dilarang Setelah Makan
by pigeon on Jan.25, 2011, under Pengetahuan
Berikut ini yang akan saya share adalah beberapa kegiatan yang tidak boleh dilakukan setelah makan yaitu :
1. JANGAN MEROKOK
Penelitian yang dilakukan para ahli mengatakan bahwa merokok satu batang rokok sehabis makan sama saja dengan merokok sepuluh batang rokok dan peluang terkena kanker lebih besar.
2. JANGAN LANGSUNG MAKAN BUAH
Jangan langsung memakan buah setelah makan karena dapat membuat perut menjadi buncit yang disebabkan terisi oleh udara yang berlebih. sebaiknya makan buah satu jam sebelum atau sesudah makan.
3. JANGAN MINUM TEH
Jangan minum teh, Karena daun teh mengandung kandungan asam yang tinggi. Zat ini akan menyebabkan kandungan protein dalam makanan yang kita makan akan mengeras sehingga sulit untuk dicerna.
4. JANGAN MELONGGARKAN IKAT PINGGANG
Jangan melonggarkan ikat pinggang karena dapat menyebabkan usus terbelit dan tersumbat.
5. JANGAN MANDI
Mandi yang dilakukan setelah makan akan meningkatkan aliran darah ke tangan, kaki dan tubuh yang menyebabkan jumlah darah sekitar perut akan terus berkurang. Hal ini akan melemahkan sistem pencernaan dalam perut.
6. JANGAN BERJALAN JAUH
Berjalan akan menyebabkan sistem pencernaan tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan yang anda makan.
7. JANGAN LANGSUNG TIDUR
Tidur setelah makan mengakibatkan makanan tidak dapat dicerna dengan baik. Akibatnya, usus bisa kembung dan dapat menyebabkan peradangan usus.
8. JANGAN MINUM AIR ES
Jangan minum air es, Air dingin akan membekukan makanan berminyak, terutama makanan berlemak yang Anda makan. Lemak akan terbentuk di dalam usus dan akan mengakibatkan penyempitan saluran pencernaan, menyebabkan obesitas. Minumlah air hangat setelah makan.
Moga share kali ini bisa menambah pengetahuan sobat2 semua…
Sumber : http://catatan-sang-pemimpi.blogspot.com
Sabar, Gampang-Gampang Susah
by pigeon on Nov.13, 2010, under Nasehat
Di dunia ini kita hidup tidaklah sendirian. Ada jutaan orang yang secara bersamaan hidup bersama kita. Dalam satu hari ratusan bahkan ribuan orang kita temui. Hal itu memunculkan banyak hal yang membuat kita harus bisa mengambil pilihan yang tepat. Ya, dalam hidup ini memang serba dipenuhi dengan pilihan-pilihan. Untuk itulah Allah memberikan otak pada tubuh kita agar bisa menentukan pilihan dengan tepat.
Sabar, adalah salah satu pilihan yang ada di dalam kehidupan kita. Allah melalui rosul-Nya memberikan tuntunan kepada kita untuk bersabar. Apa sih gunanya sabar? Banyak sekali. Dengan sabar maka perselisihan bisa dihindari, pertengkaran bisa dielakkan dan masih banyak lagi. Hanya saja satu kata itu saja susah sekali diterapkan. Atau sebenarnya lebih tepat saya katakan gampang-gampang susah.
Hari ini, 13 November 2010 saya belajar tentang kesabaran. Sudah saya rencanakan bahwa hari ini saya akan men-service motor saya yang sudah sekian lama tidak diservice. Setelah menyelesaikan pekerjaan di rumah kost, saya langsung meluncur ke dealer terdekat. Jam 09.30 saya sampai di dealer tersebut dan segera mengambil nomor antrian. Saya mendapat nomor 63. Setelah bertanya kepada frondesk, dia bilang kira-kira jam 13.00 motor saya baru masuk ke bengkel. Waduh, lama juga, pikir saya.
Saya sudah menyiapkan buku untuk mengisi waktu tersebut. Maka segera saya buka buku dari dalam tas dan mulailah saya membaca. Ruang tunggu begitu penuh hingga tak ada kursi yang tersisa. Satu jam saya membaca buku dalam keasyikan, bahkan tak terasa waktu sudah berlalu selama satu jam. Muncullah ketidaknyamanan di ruangan ini.
Lelaki di samping saya berganti. Dan lelaki penggantinya sedang merokok. Jujur saja saya paling tidak suka dengan asap rokok. Sangat mengganggu dan tidak mengenakkan. Sayangnya, lelaki di sebelah saya tidak menyadari ketidaknyamanan saya. Entah dia tidak menyadari atau memang tidak mau tahu. Saya mencoba untuk mengalah dengan menundukkan kepala saya ke bawah sehingga asap tidak secara langsung mengenai hidung saya.
Baru lima menit, lelaki di sebelah saya ikutan menunduk. Asap kembali mengepul di depan hidung saya. Saya sempat mengibas-ibaskan tangan saya untuk mengusir asap yang mengepul tadi. Saya tegakkan lagi badan saya agar terhindar dari asap. Ternyata lelaki tadi ikutan menegakkan badannya. Saya heran, ada apa dengan orang ini? Saya mengalah tetapi justru dia semakin gencar menyerang.
Hampir saya marah tetapi alhamdulillah, saya ingat nasehat seseorang. Allah akan menguji ummat-Nya sampai batas limitnya. Dan saya tahu saya masih bisa bersabar dengan kondisi ini. Saya juga sadar, masih ada pilihan lain selain marah kepada lelaki tadi. Saya berdiri dan berjalan keluar ruangan. Syukur saya panjatkan kepada-Nya. Udara segar masuk ke tenggorokan. Setelah melihat-lihat sebentar saya tengok ke dalam. Ada kursi kosong, dan saya segera masuk lagi dan mendudukinya. Alhamdulillah, lelaki tadi agak jauh dari tempat duduk saya sekarang.
Saya belajar dari peristiwa ini bahwa yang namanya sabar itu memang sulit tetapi kesulitan itu tidak akan sesulit yang kita bayangkan ketika kita sadar ada banyak pilihan untuk mengendalikan luapan emosi kita. Ada banyak cara agar kesabaran itu nyata kita lakukan.
Ok, deh. Mari kita terus melatih kesabaran kita. Tak ada yang tidak mungkin. InsyaALLAH, segala macam perselisihan, pertengkaran, perkelahian, dan hal-hal semacamnya akan hilang jika semua orang bisa melatih kesabarannya.






