Adnan Anwar, ST.

Tag: nikah

Saat Sudah Menikah

by on Mar.01, 2012, under Nasehat

Tulisan yang lalu saya berbagi pengalaman mengenai cara memilih pasangan. Ketika kita sudah mantab dengan calon pasangan yang akan dinikahi maka selanjutnya adalah proses pernikahan yang dimulai dengan lamaran, akad nikah, dan walimatul ‘ursy. Maka, setelah itu adalah kehidupan yang tidak lagi sendiri. Kehidupan yang akan dijalani bersama pasangan yang sudah kita pilih sendiri berdasarkan pemikiran-pemikiran yang matang tentunya.

Kalo boleh saya bilang, pernikahan bukan hanya masalah cinta dan sayang. Itu hanyalah satu lembar kertas dari beribu halaman di dalam buku pernikahan. Maka ketika kita mendudukkan cinta dan sayang terlalu tinggi maka bisa jadi akan mudah tergoncang oleh badai rumah tangga. Mengapa demikian? Karena cinta dan sayang adalah suatu perasaan yang dimiliki manusia. Sifatnya sangat labil dan flukuatif bergantung pada kedewasaan kita.

Oleh karena itu, yang lebih penting menurut saya adalah kesadaran diri akan arti pentingnya akad nikah. Betul, bahwa akad nikah hanyalah pengucapan sederhana dan semua orang yg bisa bicara sanggup untuk mengatakannya. Tetapi implikasinya yang harus kita pahami dan laksanakan dengan sebaik-baiknya. Bahwa di sana ada pengalihan tanggung jawab dari seorang ayah kepada mempelai laki-laki untuk menjaga sekaligus membimbing putrinya ke jalan yang benar.

Nha, tanggung jawab inilah yang harus dipahami betul khususnya oleh sang suami. Bagaimanapun juga ia yang sudah memilih sang gadis untuk menjadi istrinya maka segala macam yang ada pada dirinya harus bisa diterimanya. Bahwa sang istri kurang ini dan kurang itu adalah resiko yang harus ia ambil karena sudah memilihnya. Kadang kita mendengar ada perceraian yang disebabkan karena istri/suami tidak sesuai keinginan. Cara berfikir seperti itu teramat sangat salah menurut saya.

Seperti yang saya tulis di postingan sebelumnya, pentingnya mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai calon pasangan ketika hendak menikah. Sebelum akad, pandang calon pasangan khususnya kekurangannya dan potensi kebaikan/keburukan di masa mendatang) tetapi ketika akad sudah diucapkan maka pandangan harus segera beralih menatap lurus ke depan sejajar antara kedua pasangan. Sehingga yang dipikirkan bukan lagi masalah kekurangan dari pasangan kita tetapi bagaimana caranya agar segala rintangan bisa diatasi bersama.

Bayangkan anda sedang berjalan berdua tetapi saling berhadap-hadapan. Bisa jalannya miring keduanya atau satunya ke depan satunya mundur. Jika ada kerikil atau paku di depan sangat mungkin tidak terlihat oleh keduanya. Tetapi jika anda berjalan berdua dengan bergandengan tangan dan sama-sama lurus memandang ke depan maka yang terjadi adalah sinergi yang sangat apik. Jika yang satu tidak melihat ada lubang, maka yang satunya bisa mengingatkan dan sebaliknya.

Yuk, kita sama-sama belajar untuk konsekuen terhadap pasangan yang kita pilih. Setelah pasangan menikah, bukan waktunya lagi untuk saling pandang mengenai kekurangan maing-masing tetapi beralih sama-sama memandang lurus ke arah tujuan bersama yaitu bahagia di dunia maupun akherat

Cianjur, 29 Februari 2012

Leave a Comment :, , , more...

Memilih Pasangan

by on Feb.28, 2012, under Nasehat

Hari ini, Kamis, 23 Februari 2012 adalah hari di mana penikahan kami tepat berusia satu bulan. Tak terasa memang karena segala sesuatunya terasa sangat berbeda antara waktu ketika belum menikah dan sudah menikah. Banyak teman-teman saya yang juga berkomentar bahwa ada perubahan dalam diri saya setelah menjadi seorang kepala keluarga. Menurut saya itu adalah keharusan. Situasi dan kondisi sangat berbeda maka harus ada perubahan juga dalam diri saya. Entah dalam hal-hal yang bersifat batiniah maupun lahiriah.

Okelah, saya kira cukup ceritanya tentang saya. Di tulisan kali ini saya ingin berbagi tentang memilih pasangan hidup. Di mana cara ini juga yang saya terapkan sehingga terpilihlah gadis cantik yang saat ini suda sah menjadi istri saya. Harus kita sadari bahwa pernikahan adalah perkara besar. Pernikahan bisa menetukan nasib kita di akherat nanti, apakah surga ataukah neraka. Maka dari itu harus benar-benar diperhitungkan bahkan semenjak memilih pasangan.

Banyak orang yang pikirannya terlalu pendek dalam perkara ini sehingga gagal dalam pernikahannya. Prinsipnya adalah jika kita hanya berpedoman pada hal-hal yang sifatnya duniawi(kecantikan dan kekayaan) maka akan sangat sulit dalam menjalani hari-hari berumah tangga nantinya. Karena semua itu sifatnya sementara dan sangat mudah berubah. Jadi, jika anda jatuh cinta karena kecantikan/ketampanan dan atau kekayaan, maka cinta tersebut akan sangat mudah berkurang bahkan hilang. Jika kita memang cinta pada seseorang maka lahirlah ketampanan/kecantikan bukan sebaliknya.

Lalu, mengingat pernikahan itu adalah sebuah investasi jangka panjang maka kita juga harus melihat calon pasangan kita dalam jangka panjang. Bolehlah jika dia saat ini belum sukses, belum kaya, belum pintar tetapi ketika ada potensi di masa depan dia akan menjadi lebih baik maka mengapa tidak. Daripada kita hanya melihat kondisi dia saat ini tetapi di masa depan justru punya potensi akan meninggalkan kita. Betapa banyak wanita yang menikah karena hanya melihat prianya saat ini tampan dan betapa banyak wanita yang menikah karena hanya melihat wanitanya saat ini cantik. Dia tidak sadar bahwa 10 tahun lagi bisa jadi ketampanan/kecantikan tersebut sudah pudar.

Maka yang saya ingin bagi kepada para pembaca semuanya adalah ketika kita sedang memilih calon pasangan kita, bukalah mata lebar-lebar. Lihatlah dia secara utuh. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang dia, terutama kekurangannya. Karena saya yakin, kelebihan dari pasangan akan dengan mudah kita terima tetapi kekurangan? Tanyakanlah pada diri anda sendiri, mumpung belum akad nikah, apakah anda siap menerima kekurangan-kekurangan tersebut?

Terakhir, lihatlah dia tidak hanya di masa sekarang tetapi juga potensinya di masa depan. Tahukah anda bedanya anak-anak dan dewasa? Anak-anak hanya berfikir apa yang ada sekarang sementara orang dewasa berfikir lebih jauh ke depan. Pernikahan adalah urusannya orang dewasa maka berfikirlah dewasa. Semoga anda mendapatkan pasangan yang terbaik buat anda. BERSAMBUNG

Cianjur, 23 Februari 2012

Leave a Comment :, , , more...

Berani Mencintai, Harus Siap Untuk Menikahi

by on Oct.24, 2011, under Puisi

cintaKetika memutuskan untuk siap mencintai, selanjutnya kita harus bersiap memasuki pintu gerbang cinta yang sebenarnya. Ya. gerbang itu bernama PERNIKAHAN.

MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.

MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuhnya cinta, ketika ribuan kapal pesiar …yang gemerlap memanggil-manggil……

MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana kan diuji sejauh mana pembuktian cinta mereka yang sebenarnya.

Karena MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan kita. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana kita bisa memahami orang lain…?? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana kita bisa memperhatikan pasangan hidup…??

Jika berani mencintai, Harus berani menikahi. Khususnya bagi para kaum lelaki. Jangan bisanya cuma obral janji..
Sana-sini banyak yang terlukai. Akhrnya menumpuk sakit hati.

KARENA MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk ‘Menerima’ apa yang ada dan apa adanya.

Siapa yang berani mencintai, maka harus bersiap untuk menikahi…
Bukankah dengan menikah, mereka akan disejajarkan Rasululloh SAW dengan mujahid fii sabilillah yang dijanjikan akan mendapat pertolongannya! Karena kata beliau, tiga golongan yang menjadi keharusan Allah untuk membantu mereka adalah orang yang menikah untuk memelihara kesucian diri, budak yang hendak membayar kemerdekaan dirinya, dan orang-orang yang berperang di jalan Allah. [HR Ahmad, Turmudzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah]

Sumber

2 Comments :, , , more...

Looking for something?

Gunakan form berikut untuk mencari:

Tidak dapat menemukan artikel yang anda cari? Tinggalkan pesan atau langsung kontak saya...