Teleport dengan Pemecah Partikel
by pigeon on Feb.23, 2011, under Sok Ilmiah
Tadi pagi saya menelepon seorang teman untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Tak tahunya terjadi pembicaraan tentang suatu cara untuk melakukan proses pengiriman suatu barang dari jarak jauh secara cepat. Memang sih hanya bercanda saja. Dia bilang, suatu saat nanti pasti ada suatu teknologi yang bias memindahkan suatu barang dari satu tempat ke tempat lainnya dalam waktu yang sangat cepat, yaitu dengan cara memecah partikel barang tersebut dan dikirimkan bersamaan dengan gelombang elektromagnetik sehingga kecepatannya sama dengan kecepatan cahaya.
Boleh saja kan bermimpi? Katanya. Awalnya saya ga menggubris tapi kok kemudian kepikiran juga. So, mari kita bahas bersama. Secara teori suatu benda yang berbentuk partikel memang bias dikirimkan melalui gelombang elektromagnetik. Seperti sinyal radio, televise, satelit, wifi, atau telepon yang juga dikirimkan melalui gelombang elektromagnetik. Kecepatan yang bias dicapai adalah kecepatan cahaya, karena cahaya memiliki sifat dualism gelombang yaitu cahaya sebagai gelombang dan cahaya sebagai partikel. Dalam hal ini, benda yang akan kita kirimkan diubah dalam bentuk seperti cahaya.
Bisa kita bayangkan, kecepatan cahaya sebesar 2×108 m/s. Jarak antara matahari sampai bumi saja hanya ditempuh dalam waktu 10 menit apalagi hanya Sabang sampai Merauke, hanya milidetik saja. Wow, keren juga kan? Seperti dalam film Star Trek, bahkan manusia juga bias dipanggil dari sebuah planet ke pesawat enterprise hanya dengan mengunci koordinat orang tersebut lalu meng-energize-nya menjadi partikel-partikel kecil yang kemudian dibangkitkan kembali di tempat tujuan.
Oke, di atas kita sudah membahas bahwa proses pengiriman secara cepat sebuah partikel memang mungkin. Permasalahannya kemudian adalah bagaimana caranya mengubah sebuah benda yang sangat kompleks menjadi partikel? Jangankan makhluk hidup, benda mati saja sampai saat ini belum ditemukan caranya.
Untuk benda mati mungkin masih bias kita terima bahwa ketika memecahnya menjadi bagian kecil-kecil maka kita bias menjadikannya utuh kembali. Seperti air di dalam gelas besar, kita bias membaginya ke dalam dua gelas kecil lalu bias kita satukan kembali ke dalam gelas besar tanpa mengubah kandungannya. Tetapi hal ini berbeda dengan makhluk hidup. Harus kita pahami bahwa makhluk hidup tidak hanya merupakan gabungan unsure-unsur terkecil tetapi ada unsure lain yang tidak dapat kita pecah dan satukan begitu saja. Benar, ada jiwa di dalam sana.
Jiwa dan jasad melekat dalam satu kesatuan. Ketika jasad berubah susunannya maka jiwa akan pergi meninggalkannya dan tidak bias dikembalikan begitu saja. Saya meyakini bahwa sekalipun kita bias memecah dan menyatukan kembali jasad maka ada sesuatu yang tidak kembali yaitu jiwa. Kecuali kita bias membuat jiwa tetap bersemayam meskipun jasad telah berubah. Tapi masih tidak bias diterima akal untuk saat ini.
Ya, sudahlah. Sekedar menulis apa yang terpikirkan saja. Ini bukan tulisan ilmiah yang bias dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hanya menulis apa yang terbersit saja, siapa tahu menginspirasi seseorang untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang ini dan berhasil…hahahahahahahaha……
No related posts.







August 9th, 2011 on 11:33 am
beneran g’ sih ada teleport???
August 12th, 2011 on 4:38 am
Kalo untuk saat ini belum ada. Tetapi pemikiran ke arah sana sudah ada. Hanya saja teknologi saat ini belum mampu merealisasikannya. Mungkin 20-30 tahun mendatang bisa dilakukan…hhehehehe…