Mesin Waktu
by pigeon on Feb.13, 2011, under Sok Ilmiah
Percayakah anda dengan teori yang mengatakan bahwa kita bias kembali ke masa lalu dan juga sebaliknya berkunjung ke masa depan? Banyak sekali film-film yang berkisah tentang adanya mesin waktu yang membuat pengendaranya bias menjelajah ruang dan waktu. Ia bias ke masa lalu ataupun ke masa depan, ia bias berpindah tempat dengan sangat cepat. Mungkinkah?
Melihat film-film tersebut seolah memang bias diwujudkan dalam kenyataan. Bahkan sebuah teori mengatakan bahwa jika kita bias bergerak menyamai kecepatan cahaya maka waktu seolah berhenti. Dan jika kita bias bergerak melebihi kecepatan cahaya maka waktu akan bergerak mundur sehingga kita kembali ke masa lalu. Teori yang cukup menarik tetapi tidak mungkin.
Untuk saat ini teori tersebut jelas sekali tidak bias diwujudkan. Pasalnya belum ada alat yang bias bergerak bahkan hanya mendekati kecepatan cahaya, apalagi melebihi. Lagipula sel-sel tubuh kita tidak akan kuat menahan kecepatan yang sebegitu dahsyatnya. Bayangin aja kita naik pesawat tapi di luar badan pesawat. Apa yang terjadi? Badan kita tak akan kuat menahan tekanan udara yang begitu besar. Bias-bisa kita kehilangan nyawa karenanya.
Tetapi hal itu bias saja dibantah dengan mengatakan,”Itu kan sekarang? Bisa saja suatu saat nanti ditemukan alat yang bias melebihi kecepatan cahaya dan juga suplemen yang bias memperkuat badan kita. Dulu aja orang nggak percaya tentang adanya pesawat, mobil, dan lain sebagainya. Tetapi itu semua sekarang menjadi hal biasa.” Okelah jika itu yang menjadi bahan argumennya. Memang jika mengatakan “suatu saat nanti“ maka hanya Allah semata yang tahu pastinya.
Coba kita telaah dari sudut pandang lain. Alam semesta ini tunduk pada hukum sebab akibat. Sesuatu terjadi pasti ada sebabnya. Hal ini mutlak berlakunya, karena hanya Allah saja yang tidak membutuhkan sebab. Sebagai contoh, matahari bersinar karena ada reaksi fusi di sana yang menghasilkan panas dan cahaya, bumi berputar karena ada gaya gravitasi dengan matahari, lampu menyala karena dialiri listrik, adik terluka karena jatuh, dan juga seorang anak lahir karena hubungan kedua orang tuanya.
Coba kita bahas contoh terakhir. Seorang anak lahir dari rahim ibunya. Ia ada karena ibunya yang sudah ada terlebih dahulu. Bayangkan jika sang anak bias kembali ke masa lalu kemudian ia membunuh sang ibu sebelum ia lahir. Bisakah anda menelaah kebenaran logika sebab-akibat di sana? Pasti anda sendiri akan bingung memikirkannya. Karena memang ada kesalahan logika di sana.
Jika sang anak membunuh ibunya di masa lalu maka otomatis seharusnya si anak tidak akan ada. Karena si anak lahir dari ibunya. Karena ibunya mati maka anaknya tidak akan lahir. Lalu jika si anak tidak lahir maka seharusnya ia tidak ada di dunia ini. Lalu, bagaimana mungkin ia bias membunuh ibunya jika ia sendiri tidak ada. Maka ibunya tidak mati. Jika ibunya tidak mati maka anaknya bias lahir. Wah, semakin membingjngkan dan tidak jelas.
Artinya bahwa tidak mungkin seorang bias kembali ke masa lalu. Karena menurut saya antara masa lalu, masa sekarang, dan masa depan bukanlah waktu yang parallel. Jadi, jika masa lalu itu tidak ada secara fisik. Ia sudah terjadi dan hanya ada dalam kenangan pelakunya. Begitu juga masa depan, secara fisik ia tidak ada. Ia hanyalah perkiraan yang ada dalam pikiran. Mana bias kita pergi ke suatu tempat dan waktu yang secara fisik tidak ada. Masa sekaranglah yang benar-benar ada. Ia ada secara fisik maupun dalam pemikiran.
Demikianlah hasil analisis saya. Jika ada pendapat lain bias didiskusikan bersama.
No related posts.






