Adnan Anwar, ST.

Revolusi Mesir, Mubarak Akhirnya Lengser

by on Feb.12, 2011, under Opini

Sekian lama, hari-hari kita di penuhi oleh berita mengenai demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Mesir. Sekian nyawa melayang demi memperjuangkan satu tujuan, yaitu menggulingkan kekuasaan Presiden Mesir, Hosni Mubarak. Dan akhirnya, semua pengorbanan itu tertebus dengan sempurna. Jumat, 11 Februari 2011, Mubarak akhirnya mundur dari kursi kekuasaannya setelah ia berkuasa selama 30 tahun, waktu yang cukup lama untuk ukuran seorang presiden.

Banyak orang menyambut bahagia berita ini. Dan tentunya, rakyat mesir yang selam ini sudah sangat menginginkan kekuasaan Mubarak diganti menyambutnya dengan suka cita. Tidak hanya bangsa Mesir, bahkan bangsa-bangsa lain pun ikut menyambut gembira berita ini. Seperti Lebanon yang merayakan kemenangan ini dengan menyulut kembang api di pusat kota Beirut(detik.com). Tidak ketinggalan bangsa Indonesia yang notabene jauh dari wilayah Mesir pun menyambut gembira berita ini. Mengingat banyaknya mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di sana.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, bagaimana Mesir selanjutnya? Kejadian di Mesir ini sama persis dengan kejadian di Indonesia yang terjadi pada tahun 1998, di mana waktu itu rakyat Indonesia bersatu dan melakukan demonstrasi besar-besaran di gedung DPR/MPR, menuntut lengsernya presiden Soeharto waktu itu.  Hasilnya pun sama, yaitu presiden lengser dan diganti. Nha, apakah selanjutnya kondisi di Mesir pun sama dengan kondisi di Indonesia saat ini?

Lengsernya presiden Mubarak, memberikan konsekuensi memilih siapa yang akan menggantikannya. Dan kita semua tahu, kursi presiden tidak hanya satu dua orang yang mengincarnya. Bisa jadi jika rakyat Mesir kurang dewasa dalam menyikapi revolusi ini, justru keadaannya akan lebih buruk lagi daripada sebelumnya. Perebutan kekuasaan dengan dengan mengesampingkan kepentingan rakyat bisa jadi yang kemudian berlangsung.

Tentu semua orang tidak menginginkan yang demikian. Lihatlah Indonesia yang sampai sekarang tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan semenjak reformasi tahun 1998. Setiap orang menjadi bebas berbicara, semua mengatasnamakan kepentingan rakyak padahal realitanya nol besar. Hal ini bisa menjadi benchmark bagi Indonesia. Apakah revolusi yang dilakukan oleh rakyat Mesir lebih sukses daripada Indonesia. Jika memang demikian maka kita perlu belajar kepada mereka.

Semoga saja perubahan ke arah lebih baik yang kemudian terjadi. Bagimana pun juga Mesir adalah salah satu pemain ekonomi yang cukup penting di pasaran dunia, terutama dengan komoditas minyaknya. Tidak stabilnya Mesir tentu akan mengganggu perdagangan minyak di seluruh dunia, terutama masalah harga dan pastinya Indonesia juga akan terkena dampaknya. Dan yang paling merasakan pasti rakyat kecil yang hanya bisa pasrah.

Jadi, siapakah yang akan memimpin Mesir selanjutnya? Kita tunggu saja perkembangannya. Tapi yang jelas siapapun yang akan memimpin, haruslah lebih baik daripada Hosni Mubarak sehingga bisa membawa Mesir ke arah perubahan yang lebih baik. Jangan sampai revolusi ini justru menjadi boomerang bagi seluruh rakyat Mesir. Semua memang sulit, tetapi sulit bukan berarti tidak bisa.

No related posts.

:, , ,

Leave a Reply

Looking for something?

Gunakan form berikut untuk mencari:

Tidak dapat menemukan artikel yang anda cari? Tinggalkan pesan atau langsung kontak saya...