Nasib Pendidikan di Indonesia
by pigeon on Apr.02, 2011, under Opini
Baru saja saya membaca berita di Kompas hari ini. Salah satunya adalah mengenai pelajar SMP di Jakarta yang ke sekolah membawa celurit. Buat apa coba? Yang terjadi kemudian adalah tawuran antar pelajar yang merugikan banyak orang, khususnya para pelajar itu sendiri. Kesempatan yang seharusnya digunakan untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya justru disia-siakan begitu saja untuk sesuatu hal yang tidak bermanfaat sama sekali.
Harus kita sadari bersama bahwa masa depan bangsa ini terletak di tangan para pemuda. Masa sekolah adalah masa di mana seseorang ditempa untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya sehingga nantinya ketika masanya telah tiba untuk memegang kekuasaan/peranan yang penting di negeri ini, ia sudah siap dengan bekal yang ada. Bukan hanya masalah ilmu yang bersifat teoritis tetapi juga mental spiritual yang harus terbina pada masa-masa sekolah.
Kenyatannya hal itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Masih ada sebagian sekolah yang tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Tidak jarang guru yang seharusnya menjadi kunci keberhasilan pendidikan justru hanya bertindak untuk menunaikan kewajibannya semata. Dan tidak jarang pula ia justru memberikan teladan yang tidak baik.
Banyak hal yang mendorong anak didik menjadi malas untuk menuntut ilmu dan lebih senang berhura-hura di luar dengan membuat kerusakan. Anak muda butuh kegiatan untuk mengekspresikan dirinya. Nha, inilah yang seharusnya menjadi tugas utama kita semua. Bagaimana caranya agar setiap anak muda di negeri ini merasa senang dan nyaman mengekspresikan dirinya di lingkungan sekolahan, bukannya di jalan dengan menggelar tawuran.
Sangat miris memang, melihat fenomena yang seperti ini. Kebanyakan orang tua pasti senang jika melihat anak-anak muda bersemangat membangun dirinya. Menjadi anak yang baik dan berilmu serta bermartabat. Tapi perasaan ini berubah 10 derajat ketika justru yang terlihat adalah seringnya tawuran massa yang pesertanya adalah anak-anak muda. Bahkan anak sekolahan yang baru menginjak bangku SMP.
Lingkungan sangat berperan dalam membentuk karakter seseorang. Memberikan lingkungan pergaulan yang baik untuk anak-anak adalah tugas kita semua. Dan memang belum semua orang tua menyadari tanggung jawabnya ini. Tidak sedikit orang tua yang fokusnya hanya pada mencari uang, yang penting anak bisa sekolah tanpa peduli di mana dan bagaimana dia sekolah. Jika bukan orang tua yang mengarahkan anaknya, lalu siapa lagi.
Jadi, yuk kita bersama-sama membangun negeri ini dengan mempersiapkan generasi muda yang tangguh. Memang sulit untuk mewujudkan hal yang demikian tetapi sulit bukan berarti tidak mungkin. Selalu ada jalan ketika kita mau berusaha. Saling menyalahkan bukanlah solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini. Karena ini menyangkut keberlangsungan negeri ini. Mau di bawa ke mana negeri ini jika anak mudanya hanya bisa tawuran dan membuat kerusakan.
No related posts.






