Adnan Anwar, ST.

Bebek Mbah Sastro

by on Feb.04, 2011, under Nostalgia

Hari ahad(aku lebih suka menyebutnya ahad daripada minggu) bagiku adalah hari di mana aku bias bermain sepuasnya dengan teman-temanku. Tapi hari ahad juga merupakan hari di mana aku selalu bangun lebih siang daripada hari-hari biasanya. Alasannya jelas, karena pada hari tersebut aku tidak harus berangkat ke sekolah yang sejak dulu sampai sekarang tidak pernah berubah, selalu masuk pada pukul 07.00. Pada hari ahad juga aku selalu melakukan kebiasaan jelek itu, tidak mandi pagi. Mengapa? Karena begitu bangun aku langsung cuci muka dan meluncur ke dunia luar bersama teman-temanku. Kadang pada saat masih meringkuh di tempat tidur sudah terdengar suara beberapa anak memanggil-manggil namaku untuk segera keluar dan menghabiskan waktu seharian untuk bermain.

Acara hari ini dimulai dengan mencari melinjo, dan memang acara hari ahad selalu dimulai dengan mencari melinjo. Mungkin tak banyak yang mengalami hal ini tetapi kami selalu mencari melinjo yang jatuh ke seluruh pelosok dusun bahkan sampai ke dusun tetangga. Setelah terkumpul maka bias dijual dengan harga lumayan perkilonya. Biasanya sih antara 3000 sampai 4000 perkilonya. Cukup untuk menambah uang saku yang diberikan orang tuaku.

Pencarian sampai ke dusun sebelah yang sangat dekat dengan sawah. Secara kebetulan kami berpapasan dengan Mbah Sastro. Beliau cukup terkenal di dusun kami, karena beliau adalah satu-satunya yang memelihara bebek dengan jumlah cukup banyak. Sering kami berpapasan dengan beliau pada saat menggembalakan bebeknya. “Selamat pagi. Mbah?” Sapa kami tetapi dalam bahasa Jawa. Beliau diam saja, bahkan tersenyum pun tidak. Kami maklum saja karena beliau juga terkenal agak galak. Mungkin karena sering beberapa bebeknya diambil tanpa ijin oleh beberapa anak yang bahkan kami pun tidak tahu siapa mereka.

Perjalanan pun dilanjutkan. Hanya berjarak kurang lebih 50 meter dari pertemuan kami dengan Mbah Sastro, terlihat kumpulan bebek sekitar 7-10 ekor sedang mencari makan di sebuah comberan dekat pohon melinjo yang sedang kami cari. Bisik-bisik antara kami pun dimulai. “Eh, itu bebeknya Mbah Satro ketinggalan.” Seorang temanku memulai. “Eh, iya. Gimana nih?” Sambutku. “Kasih tahu Mbah Sastro aja yuk!” Ajak yang lain. “Yuk…yuk…yuk…” Jawab semuanya serempak.

Agak berlari kami menyusul Mbah Sastro yang masih kelihatan dari sini. “Mbah bebeknya ada yang ketinggalan.” Kami serempak, takut kalo hanya satu orang yang ngomong. Mbah Sastro melihat bebek yang sedang digembalakannya. Lalu menoleh kepada kami. “Kalo kalian bias nangkap, bebek itu buat kalian.” Kata beliau. Kaget juga kami mendengar penuturan beliau. Setelah saling pandang beberapa saat, kami segera berlari ke tempat di mana kami menemukan bebek yang ketinggalan tadi. Ternyata masih ada. Beramai-ramai kami mengejar tapi tak satupun bebek yang tertangkap. Akhirnya salah seorang dari kami berkata,”Kok Mbah Sastro baik banget. Bahkan kemarin minta telornya aja nggak boleh.” “Iya…iya….Tapi Mbah Sastro tadi bilang sendiri kan?” Jawabku.

Karena capek akhirnya kami memutuskan pulang. Sampai di rumah ada kakakku dan beberapa pemuda kampong lainnya sedang ngobrol. Langsung saja aku bilang,”Eh, tadi bebeknya Mbah Sastro ada yang ketinggalan. Kata beliau jika bias nangkep jadi miliknya.” Temen-temenku yang lain mengiyakan sambil menganggukkan kepala. Nggak tahu kenapa kakakku dan beberapa pemuda malah tertawa setengahnya mengejek. “Itu bukan bebeknya Mbah Sastro.” Kakakku menjawab. Kami ngeyel dan tetep bilang bahwa itu bebeknya Mbah Sastro. Sampai agak jengkel dengan kakakku.

***

Sampai SMP aku baru sadar bahwa apa yang dikatakan oleh kakakku sangat mungkin. Dan barangkali begitulah kebenarannya. Mana mungkin Mbah Sastro memberikan bebeknya dengan cuma-Cuma, 7 ekor lagi. Untung saja waktu itu kami tidak berhasil menangkap bebek itu. Jika berhasil maka bias dituduh mencuri.

In memory : Agung, Daryanto, Pinut, Gombloh

No related posts.

:, , ,

Leave a Reply

Looking for something?

Gunakan form berikut untuk mencari:

Tidak dapat menemukan artikel yang anda cari? Tinggalkan pesan atau langsung kontak saya...