Adnan Anwar, ST.

Petasan di Bulan Ramadhan

by on Aug.14, 2011, under Nasehat

Sudah hampir separo perjalanan kita menjalani puasa di bulan Ramadhan. Bagi orang yang mengetahui, bulana ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa baginya. Segala macam daya upaya akan diusahakan untuk mendapatkan hasil terbaik. Karena semua kegiatan yang bukan maksiat adalah ibadah, dan pahalanya dilipatgandakan menjadi berlipat-lipat. Bulan ini adalah momen yang tepat bagi orang yang beriman untuk menabung sebanyak-banyaknya pahala dan menghapus sebanyak-banyaknya dosa.

Hanya saja, ada satu kebiasaan yang menurut saya kurang pas sehubungan dengan bulan ini. Petasan, sangat identik dengan bulan Ramadhan. Betapa maraknya petasan di bulan ini jika dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Saya masih ingat waktu kecil dulu, petasan hanya dinyalakan setelah puasa berakhir sebagai tanda kemenangan kita. Sebagai sebuah perayaan kesyukuran umat Islam.

Tapi saat ini, bahkan ketika bulan ramadhan hari pertama pun bunyi petasan sudah terdengar di mana-mana. Ditambah lagi dengan semakin beragamnya jenis petasan. Bukan hal yang salah ketika seseorang menyalakan petasan tetapi akan menjadi hal yang salah ketika hal itu mengganggu kenyamanan orang lain.

Paling tidak nyaman adalah ketika waktunya setiap umat Islam menjalankan ibadah sholat tarawih, tetapi sebagian orang justru bermain di luar masjid dan menyalakan petasan. Pertama, orang tersebut sengaja meninggalkan salah satu ibadah yang hanya ada di bulan ramadhan yaitu sholat tarawih. Meskipun sholat tarawih hukumnya sunnah, tetapi adalah sebuah kerugian jika sampai meninggalkannya. Kedua, dengan bunyi petasan yang sangat keras maka pasti akan mengganggu jamaah yang sedang melaksanakan sholat tarawih.

Bagi orang beriman yang mengharapkan kekhusyukan dalam beribadah, hal ini akan sangat mengganggu. Bukankah seharusnya kita bisa saling menghargai orang lain? Apalagi beribadah adalah hak manusia yang paling asasi, satu-satunya hak yang tidak bisa diganggu gugat. Pertanyaannya adalah, kenapa mereka itu tidak berfikir sampai ke sana? Kenapa mereka hanya berfikir akan kesenangan mereka sendiri saja? Padahal jelas, di dekatnya adalah masjid. Dah jelas mereka juga tahu bahwa pada jam tersebut di masjid sedang ada kegiatan sholat tarawih.

Pertanyaan itu sepertinya tidak akan terjawab. Karena ketika suatu saat saya bertanya pada mereka tidak ada jawaban. Justru hanya tertawa-tawa lalu melenggang pergi. Begitu saja seterusnya. Memang sebagian besar pelakunya adalah usia remaja dan anak-anak. Maka sebenarnya kewajiban semua orang tua untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada anak-anak mereka tentang menghargai orang lain, lebih khusus lagi dalam hal ibadah.

Dan tentu saja kewajiban kita semua sebagai umat Islam untuk terus mengingatkan saudara-saudara kita yang mungkin masih lalai dalam Islamnya. Karena dakwah adalah sebuah perjalanan panjang tiada akhir sampai hari akhir menghampiri kita semua.

 

No related posts.

:, , ,

Leave a Reply

Looking for something?

Gunakan form berikut untuk mencari:

Tidak dapat menemukan artikel yang anda cari? Tinggalkan pesan atau langsung kontak saya...