Makna Cinta
by pigeon on Jun.11, 2011, under Nasehat
Beberapa waktu lalu saya ngobrol dengan seorang gadis yang juga merupakan temanku. Beberapa hal kami perbincangkan hingga pembicaraan mengarah ke masalah cinta. Kebetulan temanku itu sudah memiliki pacar yang ketika aku tanya apakah sudah mantab untuk memilihnya sebagai pendamping ia menjawab dengan ragu-ragu.
Awalnya temanku itu minta didownloadkan beberapa lagu. Setelah saya lihat judulnya kok semua bertema patah hati atau putus cinta. Saya tanya ke dia, mengapa kok suka dengan lagu-lagu dengan tema seperti ini? Secara tidak langsung lagu-lagu seperti itu akan mengarahkan pemikiran kita bahwa patah hati dan atau putus cinta itu hal biasa dan menurut saya itu adalah hal yang kurang baik. Dengan santainya dia menjawab, “Mumpung masih belum menikah gapapa, kan bica cari lagi.” Eik, saya kaget dengan jawaban itu.
Apakah para pembaca merasa kaget dengan jawaban santai semacam itu? Semoga saja ya. Kenapa saya kaget? Dalam agama Islam, cinta itu adalah hal yang teramat suci. Coba para pembaca sekalian cari mengenai cinta dalam ranah Islam. Betapa agung dan luar biasanya cinta. Sesuatu yang terjadi pada hal yang sangat besar maka peristiwa itu juga menjadi sangat besar.
Analoginya begini. Tahu kan yang namanya menawa Eiffel yang ada di Perancis? Bayangkan satu tiang penyangga patah. Menurut anda apakah itu hal yang luar biasa? Ya, pasti iya dibandingkan dengan patahnya tiang bendera di depan sekolah kita. Maka, putus cinta itu adalah sesuatu yang luar biasa. Pertanyaannya kemudian adalah, mengapa bisa sampai putus cinta?
Perceraian dalam Islam harus memenuhi persyaratan yang begitu panjangnya. Kenapa? Karena Islm mencoba untuk tetap mencari perdamaian daripada perpisahan. Tetapi apa yang terjadi pada orang yang sedang pacaran? Apakah putus cinta ketika sedang pacaran tetap adalah hal biasa. Menurut saya, ini adalah mind set yang harus dirubah.
Bahwa ketika kita memutuskan bahwa,”Aku cinta dia” maka sesungguhnya ada konsekuensi yang harus dipertanggung jawabkan. Kata ini memiliki efek domino yang sangat panjang. Bagaimana disebut cinta ketika masih berfikir bahwa putus cinta itu adalah hal biasa. Masih bisa mencari orang yang lebih baik dari dia.
Kalo memang masih berfikir untuk mencari yang lebih baik, maka jangan putuskan bahwa kita cinta dengan dia. Karena hal itu hanya akan memberikan rasa sakit bagi kedua belah pihak yang ujung-ujungnya pada hal yang tidak kita harapkan. Artinya, saya sedikit berkesimpulan bahwa orang yang masih berfikir putus cinta itu biasa adalah orang yang memang sedang bermain-main dengan yang namanya cinta. Kasihan orang yang menjadi korban permainannya.
Untuk itu kawan, saya mengajak mari kita kembalikan makna cinta sesuai dengan makna yang sebenarnya. Untuk apa kita mengatakan cinta jika masih berfikir untuk mencari yg lebih baik. Begitu mudahnya cinta berpindah, apakah layak itu disebut cinta. Paling mudah adalah cintailah dia ketika anda memang sudah siap menikah dengannya. Kalo memang tidak mengarah ke pernikahan, lalu untuk apa? Bersenang-senang? Jangan sampai terlena dengan kesenangan dunia, Kawan!!!
Related posts:






