Adnan Anwar, ST.

Hati-Hati dengan Kata Orang

by on Jan.19, 2011, under Nasehat

Ketika kita memutuskan untuk menjadi manusia yang mau bergaul dengan banyak orang maka kita juga harus siap dengan segala macam kata-kata yang akan mereka keluarkan. Ada begitu banyak orang yang bergaul bersama kita maka sebanyak itu pula jenis kata-kata yang akan kita terima. Pertanyaannya adalah apakah kita siap dengan segitu banyaknya jenis kata-kata?

Siap atau tidak siap kita harus siap. Karena jika tidak kita akan mudah terpengaruh oleh kata-kata tersebut. Memang benar bahwa kata-kata itu hanya sekedar angin lalu saja sebelum kita mengijinkannya memasuki ruang-ruang pikiran kita. Tetapi namanya manusia pasti punya celah yang sadar atau tidak kadang pintu itu terbuka dengan sendirinya sehingga membuat beban pemikiran yang dalam buat kita.

Moment adalah saat yang penting kita perhatikan. Betapa kita sudah berusaha untuk tegar pada prinsip yang sudah kita pegang sejak awal. Tetapi saat moment-moment tertentu kita akan terpengaruh juga, minimal akan memikirkan ulang apa yang sudah kita pegang sebelumnya. Dan inilah yang sangat berbahaya, terutama bagi kalangan pemuda.

Masa yang cukup sulit adalah perpindahan dari masa kuliah ke masa kerja. Itu adalah moment di mana seorang pemuda masuk ke dunia yang benar-benar berbeda dengan sebelumnya. Dunia kuliah yang serba disajikan dalam cover ideal sementara dunia kerja yang idealisme itu seolah hanya kulit yang sangat tipis dibalik tebalnya realita yang jauh dari ideal. Pengaruh yang begitu kuat tiba-tiba saja menyeruak dan mempengaruhi alam bawah sadar kita.

Banyak orang mengalami perubahan yang sangat drastis ketika melalui masa ini. Yang harus kita perhatikan adalah apakah perubahan itu menuju ke arah yang lebih baik atau ke ara yang lebih buruk. Tentu saja kita semua menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik. Tetapi seperti kata pepatah orang jawa yang mengatakan bahwa,”Ana rega ana rupa” alias ada harga yang harus dibayar.
Kuncinya adalah ketika kita sudah tahu mana yang benar dan mana yang salah maka prinsip itu harus kita pegang penuh. Suatu ketika kita ragu dengan prinsip itu maka segera konsultasikan kepada orang yang lebih tahu daripada kita. Jika kita biarkan saja keragu-raguan itu mengendap di dalam otak kita maka semakin besar kemungkinan pintu gerbang keyakinan kita akan jebol.
Pengalaman saya menunjukkan bahwa memang sangat sulit dan berat untuk mempertahankan kebenaran yang kita yakini. Apalagi kita berada di lingkungan yang kurang mendukung dengan apa yang kita yakini. Tetapi bukankah memang semua itu butuh pengorbanan? Dan setiap pengorbanan, jika kita melakukannya dengan ikhlas dan sabar akan memberikan hasil yang kadang kita sendiri tidak pernah membayangkan sebelumnya. Hanya ALLAH-lah yang tahu mana yang terbaik buat kita.

Jika ada ujian akan keimanan kita kepada-Nya maka sebenarnya itu adalah test terhadap kekuatan kita. Sanggupkah kita? Dan ALLAH sudah berjanji, Dia tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan hamba-Nya. Maka tidak ada alasan untuk menyerah. Yakin akan kemampuan kita dan yakin akan janji-Nya. InsyaALLAH, masa depan yang cerah sedang menunggu dis seberang sana.

Yuk, teman-teman. Sebagai golongan muda yang akan memberikan perubahan negeri ini menuju ke arah yang lebih baik, kita mantapkan hati kita akan kebenaran. Jangan mudah terpengaruh oleh golongan tua yang tidak selamanya mereka benar.

No related posts.

:, , ,

Leave a Reply

Looking for something?

Gunakan form berikut untuk mencari:

Tidak dapat menemukan artikel yang anda cari? Tinggalkan pesan atau langsung kontak saya...