http://adnananwar.net

Nasehat
Marhaban ya Ramadhan PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Nasehat
Written by adnan anwar   
Tuesday, 10 August 2010 20:53
Hari ini, tanggal 11 Agustus 2010 bertepatan dengan tanggal 1 Ramadhan 1931 H. Semua umat muslim di duni secara bersamaan melakukan salah satu ibadah wajib yang harus dilaksanakan yaitu puasa ramadhan. Satu bulan penuh menahan hawa nafsu yang bersifat duniawi. Satu bulan penuh menempa diri agar menjadi manusia yang jauh lebih baik daripada sebelumnya. Menjadi manusia yang dikategorikan “takwa” oleh Allah SWT.

Ketika bertemu dengan bulan ramadhan ada satu kesan tersendiri yang pastinya kita rasakan. Mengingat bulan ramadhan adalah bulan yang paling berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Kita selalu teringat bagaimana kita menjalani bulan ramadhan pada tahun sebelumnya. Hal ini untuk mengoreksi, apakah kita bisa dikatakan berhasil pada tahun sebelumnya. Sehingga kita bisa meningkatkannya lagi pada tahun ini.

Sungguh luar biasa, kawan. Satu bulan ini adalah satu-satunya peluang yang tidak kita dapatkan daripada bulan lainnya. Satu peluang untuk memperbaiki diri menjadi manusia yang jauh lebih baik daripada sebelumnya. Ini adalah momen yang sangat tepat untuk menghilangkan kebiasaan jelek dan menambah kebiasaan baik. Karena memang Allah SWT telah menjanjikan kepada kita balasan yang luar biasa banyaknya jika kita mau dan mampu memenuhi kriteriia takwa yang Allah SWT sebutkan.

Maka sebenarnya, sebuah kerugian besar jika kita melakukan kegiatan sehari-hari pada bulan ramadhan sama seperti layaknya hari-hari pada bulan lainnya. Rugi besar. Ibarat kita ditawari dengan hadiah yang mobil tapi kita tidak mau mengambilnya. Justru yang diambil adalah sepeda butut tua yang sebentar lagi juga akan pensiun.
 
Jagalah Perasaanmu, Kawan!! PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Nasehat
Written by adnan anwar   
Sunday, 18 July 2010 00:12
Tahukah, Kawan? Hati memiliki misteri yang sangat dalam. Yak seorang pun bisa memecahkannya walaupun dengan penelitian secanggih apapun. Karena hati adalah ciptaan Allah, bukti keagungan-Nya, bukti kebesaran-Nya. Dan merupakan peringatan kepada seluruh umat manusia agar selalu menjaganya agar tidak menjadikan malapetaka.

Hati adalah tempat di mana perasaan manusia bersemayam. Ia menjadikan manusia berbeda dengan binatang dan tumbuhan. Dengan hati manusia bisa mencintai tetapi bisa juga membenci. Tak ayal lagi, bahwa kedua perasaan tersebut adalah bagai dua mata pisau yang saling mempengaruhi. Yuk, kita coba ulas bersama...!!

Mencintai adalah perasaan yang sangat mulia. Dengan mencintai maka segala macam perbedaan menjadi satu padu. Kehidupan menjadi menyenangkan penuh dengan hal-hal positif. Bagaimana tidak, dari perasaan cinta akan muncul hal-hal yang tadinya tidak bisa terjadi. Perselisihan yang tadinya rumit menjadi begitu mudah diselesaikan. Yah, itu karena ada cinta di hati seseorang.

Sebaliknya adalah perasaan membenci. Rasa ini adalah kebalikan dari rasa cinta. Ia memberikan efek yang cenderung negatif. Kebanyakan rasa benci menjadikan kehidupan menjadi tidak menyenangkan. Ada rasa tidak tenang yang selalu menghantui setiap perjalanan yang kita lalui. Dengan membenci seseorang artinya kita sudah menandatangani kontrak untuk selalu berprasangka buruk kepadanya, selalu berfikir bagaimana menjatuhkannya, dan perilaku-perilaku negatif lainnya.
Last Updated on Sunday, 18 July 2010 00:24
 
Yakinlah Maka Kau Akan Berhasil PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Nasehat
Written by adnan anwar   
Tuesday, 06 July 2010 00:18
Begitu banyak hal di dunia ini yang membutuhkan pengambilan keputusan. Ada yang waktunya banyak tetapi ada juga yang waktunya sangat singkat alias mepet. Dalam setiap pengambilan keputusan selalu saja ada resiko yang mengikutinya. Resiko inilah yang kadang membuat kita ragu alias mangu-mangu, apakah pengambilan keputusan yang kita lakukan sudah tepat atau belum. Maka keraguan inilah yang kadang justru membuat keputusan yang seharusnya benar menjadi salah.

Bagaimana bias demikian? Harus kita pahami bahwa pengambilan keputusan yang tepat harus selalu diikuti dengan tindakan yang tepat pula. Yang lebih penting justru adalah tindakan yang mengikutinya. Sesalah apapun pengambilan keputusan yang dilakukan, jika diikuti dengan tindakan yang tepat maka kesalahan tersebut bias segera diperbaiki. Sehingga yang tadinya salah menjadi benar.

Sebaliknya keputusan yang benar akan menjadi salah ketika tidak diikuti dengan tindakan yang benar. Hal ini sangat sering terjadi. Dan kebanyakan hal ini terjadi karena keragu-raguan. Ketika keputusan sudah diambil maka sebenarnya tidak ada peluang untuk mengubahnya. Yang bias kita lakukan adalah menindaklanjutinya. Kadang kita terlalu focus untuk memikirkan bahwa keputusan itu salah dan berfikir seandainya bias diulang kembali.

Percuma, berfikir seandainya hanya akan membuang-buang waktu yang seharusnya bias kita gunakan untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Begitu banyak orang meragukan keputusannya sendiri dan berakibat kegagalan. Bukan keputusannya yang membuat dia gagal tetapi sikapnya terhadap keputusan yang ia ambil. Sangat penting untuk memahami bahwa masa lalu tidak dapat diubah dengan tangan kita, masa sekaranglah yang bias kita ubah sesuai dengan kehendak kita.
 
Jika Sudah Mantap Tunggu Apa Lagi PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Nasehat
Written by adnan anwar   
Sunday, 28 March 2010 12:31
Kita hidup dalam sebuah keadaan yang sudah sangat beragam. Variansi permasalahan jauh lebih banyak daripada kehidupan pada zaman sebelumnya. Sebagai manusia yang hidup pada zaman sekarang maka kita harus bisa mengkuti perkembangan. Tuntutan akan pemikiran dan kecerdasan yang meningkat harus kita imbangi dengan usaha keras kita untuk memperolehnya.

Berbagai macam permasalahan yang muncul menuntut kita untuk semakin cerdas dalam mengambil keputusan. Salah sedikit saja maka bisa berbuntut panjang di kehidupan pada masa mendatang. Kompleksitas permasalahan juga memunculkan konpleksitas solusi yang ditawarkan. Semakin banyak solusi maka semakin membutuhkan persiapan dan pemikiran yang matang.

Sesuatu yang sulit bukan berarti tidak bisa dilakukan. Itulah prinsip yang harus kita pegang menghadapai tantangan-tantangan tersebut. Artinya, selama kita masih punya keyakinan yang kuat disertai dengan usaha yang sebanding kuatnya maka keakuratan pengambilan keputusan bisa didekatkan ke angka 100%. Keputusan yang sudah diambil bukan berarti permasalahan selesai. Bagaimana tindak lanjutnya? Itulah yang tidak kalah pentingnya.
Last Updated on Sunday, 28 March 2010 12:34
 
Nikmati Saja Prosesnya PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Nasehat
Written by adnan anwar   
Monday, 16 November 2009 06:53
Pernah dengar kalimat yang seperti ini,”Yang penting bukan hasilnya, tetapi prosesnya”? Pasti pernah. Menurut saya kalimat ini benar-benar salah. Maksud saya tergantung diterapkan pada situasi dan kondisi yang bagaimana. Jika kalimat ini diterapkan pada orang yang sedang mengikuti ujian(UMPTN, UNAS, atau test kerja misalnya) maka hasil sama pentingnya dengan proses. Atau justru hasil lebih penting daripada prosesnya, yang penting lulus begitu mereka bilang. Tapi saya setuju bahwa sebagian besar proses berbanding lurus dengan hasilnya, atau proporsional. Maksud saya, jika kita bias menjalankan proses yang diperlukan dengan baik maka kita akan mendapatkan hasil yang baik dengan sendirinya.

Berbicara mengenai proses, saya pernah mengikuti salah satu acara yang dibawakan oleh Bapak Mario Teguh. Waktu itu beliau sedang berkunjung ke Sumatera Barat untuk memberikan motivasi kepada para korban gempa bumi yang terjadi beberapa waktu sebelumnya. Beliau juga menyempatkan berbicara dengan beberapa kru televise yang meliput acara tersebut. Saya cukup terkesan dengan prinsip yang beliau sampaikan. Demikian kira-kira ringkasannya.

Sebelum kita mencapai puncak karier sebagai manusia yang lebih daripada manusia lainnya maka kita harus menjalani sebuah proses. Ada tiga tahap yang harus dijalani. Pertama, lakukanlah apa yang bias dilakukan oleh orang lain. Ini adalah tahap paling dasar kemampuan manusia. Sesuaikan dengan impian yang ingin kita capai. Misal kita ingin menjadi penulis yang handal maka lakukan apa yang bias dilakukan penulis kebanyakan. Menulis, jelas. Jika kita ingin menjadi programmer yang handal maka lakukan apa yang bias dilakukan programmer kebanyakan. Menguasai minimal satu bahasa pemrograman. Dan lain sebagainya.
Last Updated on Monday, 16 November 2009 06:54
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4
ADNANANWAR.NET
Selamat membaca, jangan sungkan tuk ninggalin pesan atau komentar, ya .....


Leave Comment

Name :
URL :
Message:
:) :( :D :p :(( :)) :x