http://adnananwar.net

Media Massa Penguasa Informasi PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Opini Umum
Written by adnan anwar   
Tuesday, 20 July 2010 00:08
Lihatlah Indonesia saat ini. Semakin maju atau semakin mundur? Silakan dijawab dengan persepsi masing-masing. Teknologi informasi menjadi tulang punggung bagi tersebarnya perkembangan dan kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa Indonesia. Apakah kemudian kita menjadikan apa yang tertulis di media massa sebagai tolok ukur perkembangangan bangsa ini? Mari kita talusuri lebih lanjut.

Kalo anda adalah orang yang suka membaca utamanya adalah berita, entah itu dari koran, radio, televisi atau membaca di internet pasti akan merasa jenuh. Mengapa jenuh? Karena yang disajikan di sana sebagan besar adalah berita negatif yang membuat miris orang-orang yang masih memiliki hati nurani. Tabung gas meledak, longsor, pesawat tergelincir, kecelakaan kereta, pornografi, perampokan, penganiayaan, dan masih banyak lagi. Bandingkan dengan berita-berita yang bernada positif seperti : Indoenesia juara badminton, profil sukses pengusaha, sukses seorang guru, laba dan lain sebagainya. Anda bisa menyimpulkan sendiri.

Pertanyaan saya adalah mengapa demikian? Ada dua hal yang saya dapatkan. Pertama karena memang kejadian-kejadian di Indonesia adalah sebagian besar negatif. Atau dengan kata lain memang tidak ada kejadian positif yang bisa diangkat menjadi berita di media massa. Kedua, sebenarnya ada, banyak lagi, tapi kurang bernilai profit yang bisa meningkatkan rating media massa terkait dan pemasang iklan sehingga tidak diberitakan di media massa.

Kalo kita mau berprasangka baik dengan Indonesia maka kita milih kemungkinan kedua tetapi jika kita mau berprasangka baik dengan media massa maka kita memilih kemungkinan pertama. Sebenarnya mana yang benar? Wallahhua’lam, hanya Allah yang tahu. Tapi yang ingin saya komentari adalah masalah kuantitas. Ketika ada sebuah berita yang mulai diperbincangkan orang maka media massa langsung mengulasnya habis-habisan. Tidak segan-segan mengulangnya sehari tiga kali kayak minum obat.

Kalo beritanya positif sih ga masalah tetapi maslahnya yang di blow up adalah berita negatif. Yang tidak hanya membuat malu bangsa Indonesia tetapi juga menginspirasi banyak orang untuk melakukannya. Ada apa dengan media massa? Sebagai tulang punggung penyebaran informasi seharusnya mereka sadar bahwa apa yang mereka tampilkan itu akan dinikmati oleh seluruh rakyak Indonesia, tua-muda, anak-anak dewasa, laki-laki perempuan. Harusnya sadar bahwa setiap kata yang ditulis dan diucapkan mengandung sihir luar biasa yang bisa membuat orang baik menjadi jahat dan sebaliknya.

Seharusnya mereka sadar bahwa apa yang mereka sajikan bisa menjadi pedoman hidup sebagian orang. Dengan santainya berita-berita seputar kejahatan, mereka sajikan dengan cetak tebal atau intonasi yang meyakinkan. Seharusnya kita malu ada berita seperti itu. Kalo malu itu berarti ada rasa sungkan jika diketahui banyak orang. Dengan mudah kita menyalahkan pemerintah, ya mereka aa salahnya tetapi kita juga harus introspeksi diri.

Akhirnya, sebagai rakyat biasa kita hanya bisa berdoa dan ngomong dengan kerabat dekat saja. Ada memang konten-konten bagus yang disajikan di media massa. Justru itu yang harus ditingkatkan. Kalo boleh saya berpendapat konten berita radio dan internet lebih proporsional daripada televisi dan media cetak. Apalagi yang berbau gossip...ah...dia sendiri dah mengakui kalo itu gossip kok masih ngomong itu fakta.  

Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
 
ADNANANWAR.NET
Selamat membaca, jangan sungkan tuk ninggalin pesan atau komentar, ya .....


Leave Comment

Name :
URL :
Message:
:) :( :D :p :(( :)) :x