http://adnananwar.net

Perhentian PDF Print E-mail
Buah Pikiran - Opini Pribadi
Written by adnan anwar   
Monday, 05 July 2010 14:15
Di kala kaki sudah sangat letih, pandangan mulai kabur, dan nafas mulai terasa berat. Akankah perjalanan ini diteruskan. Kewajiban adalah suatu hal yang harus kita laksanakan tetapi seolah kemampuan badan mengatakan Sesuatu yang lain. Mereka mengeluh satu per satu, mengatakan bahwa perjalanan ini harus dihentikan. Pikiranku mengatakan bahwa hanya akan menambah penderitaan mereka ketika perjalanan ini diteruskan.

Ada satu organ yang berbeda pendapat dengan mereka. Ia mengatakan bahwa hidup ini bukan milik kita, bukan hanya mengenai kita seorang diri. Ada banyak orang lain yang menggantungkan hidupnya terhadap perjalanan ini. Kalo kita berhenti sekarang maka sama saja mengecewakan orang-orang tersebut. Bahkan mungkin tidak hanya mengecewakan tetapi juga melukai mereka semua. Dan yakinlah kita semua tidak menginginkan hal yang semacam itu.

Semua organ berfikir ulang. Kaki mencoba mengumpulkan kekuatannya kembali untuk melangkah. Mata mencoba untuk membuka kelopaknya lagi sehingga bias memberikan gambaran arah kepada kaki. Jantung pun semakin semangat memompakan darah ke semua organ yang membutuhkannya. Tetapi sekali lagi, keletihan itu sudah sangat luar biasa besarnya. Semua organ mengeluh kembali dan meminta solusi kepada hati. Hati menangis karena tidak bias berbuat banyak kepada orang lain.

Ia berkata, kita harus tetap menerukan perjalanan ini tetapi kita juga tidak bias memaksakan diri seperti ini karena memang kemampuan kita terbats. Okelah kita berhenti saja dulu. Kita kumpulkan kekauatan untuk meneruskan kembali beberapa waktu kemudian. Semua pun setuju untuk berhenti sejenak, bukan untuk menyerah tetapi untuk mengumpulkan energy dan menyusun strategi menghadapi perjalanan di depan yang masih panjang dan penuh dengan hambatan.

ketika waktu sudah berjalan beberapa waktu, semua siap untuk berangkat kembali. Semangat sudah muncul kembali. Tetapi ada satu yang tidak mau. Ia mengatakan “jangan”. Jangan teruskan perjalanan ini, jika tidak salah satu dari kita akan terluka bahwa kehilangan fungsinya. Secara logika, kekuatan kita sudah sampai pada batas maksimumnya. Melanjutkan perjalanan ini sama saja mencari penderitaan yang pastinya merugikan diri kita sendiri. Otaklah yang mengatakan itu.

Semua merenung kembali, semua bimbang mana yang harus diikuti, hati ataukah otak? Kebimbangan itu membuat perjalanan terhenti sejenak. Sampai akhirnya hati berkata lagi. Ayolah kawan, banyak orang menunggu kita di tempat tujuan. Berharap-harap cemas menunggu kedatangan kita. Hidup mereka bergantung pada diri kita jika kita menyerah sekarang maka sama saja membunuh mereka semua. Mari kita mencoba untuk melebihi batas kemampuan kita. Kita pasti bias. Ada hal yang lebih besar dan lebih berharga daripada hanya sekedar diri kita ini. Tumbuhkan semangat kalian.

Semuanya akhirnya sepakat untuk berjalan lagi. Melalui jalan yang terjal dan berliku menuju tempat yang entah seberapa jauh lagi jaraknya. Tetapi yang penting bukan jaraknya tetapi seberapa keras kita berusaha untuk mencapainya.   

Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
 
ADNANANWAR.NET
Selamat membaca, jangan sungkan tuk ninggalin pesan atau komentar, ya .....


Leave Comment

Name :
URL :
Message:
:) :( :D :p :(( :)) :x