http://adnananwar.net

Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) PDF Print E-mail
Berita - Telekomunikasi
Written by adnan anwar   
Sunday, 04 April 2010 01:20
Tak banyak yang tahu istilah OFDM keculai orang-orang yang khusus mempelajari ilmu di bidang telekomunikasi. Pasalnya, memang istilah ini sangat khusus dan mengacu pada suatu teknologi yang akhir-akhir ini banyak digunakan di beberapa platform telekomunikasi seperti WIMAX, WIFI, LTE, dan lain sebagainya. Maka, saya pikir mengapa tidak kita bahas saja teknologi ini yang katanya memberikan dampak yang signifikan terhadap dunia telekomunikasi.

OFDM adalah teknik multiplexing yang dikembangkan dari FDM, yaitu dengan menggunakan banyak pembawa dengan frekuensinya masing-masing. Perbedaannya terletak pada kata “orthogonal”. Pada FDM, masing-masing pembawa harus memiliki jarak frekuensi tertentu agar tidak terjadi interferensi. Akibatnya penggunaan spektrum frekuensi menjadi sangat boros, padahal frekuensi adalah sumber daya yang sangat terbatas. Saya kasih gambarnya deh biar jelas
spektrum ofdm

Lain halnya dengan OFDM. Dengan sifatnya yang orthogonal maka tumpang tindih antar frekuensi dapat terjadi tanpa mengakibatkan interferensi. Sehingga frekuensi yang digunakan bisa ditekan sekecil mungkin. Pertanyaannya sekarang adalah, apa yang dimaksud dengan ortogonal tersebut? Secara harfiah artinya tegak lurus, lalu apanya yang tegak lurus? Kalopun tegak lurus gimana ceritanya? Okelah, kita bahasa satu per satu.

Bagaimana sih biar sinyal yang frekuensinya tumpang tindih tidak saling berinterferensi? Jawaban gampangnya adalah antar sinyal tidak saling mengganggu. Bagaimana biar tidak saling mengganggu? Buat saja beberapa sinyal dengan korelasi antar sinyal adalah nol alias tidak ada korelasinya. Bagaimana cara membuat sinyal yang korelasinya nol? Buat dengan sudut fase berbeda 90 derajat. Teng…teng….jadilah sinyal-sinyal tersebut saling ortogonal.

Jadi, misal kita buat sinyal dengan frekuensi 50 Hz. Maka sinyal kedua biar ortogonal frekuensinya 100 Hz, sinyal ketiga 150 Hz, dan seterusnya sampai jumlah sinyal yang dibutuhkan. Gampang kan? Itu teorinya. Kalo buat hardware-nya silakan coba sendiri saja. Kalo mau lihat persamaan matematikanya, boleh deh saya kasih 
Image and video hosting by TinyPic
 
Jujur saja, saya paham konsep ortogonalitas ya setelah mau ujian pendadaran. Sayang memang, tetapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Ternyata sangat simple dan mudah. Daripada memahami persamaan yang jlimet ga ngedongi mending pahami dulu filosofinya baru ke persamaan matematikanya. Akan lebih mudah dipahami.

Ok, deh. Gitu dulu tentang konsep ortoginalitas. Yang lainnya disambung ke posting berikutnya….

Thx to : Pak Budi dan Mas Nanang yang dah mau njelasin dengan sabar….  

Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
Last Updated on Sunday, 04 April 2010 01:34
 
ADNANANWAR.NET
Selamat membaca, jangan sungkan tuk ninggalin pesan atau komentar, ya .....


Leave Comment

Name :
URL :
Message:
:) :( :D :p :(( :)) :x