<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Adnan Anwar, ST.</title>
	<atom:link href="http://adnananwar.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adnananwar.net</link>
	<description>Duniaku begitu luas dan dinamis. Sungguh indah rasanya berbagi ilmu dan pengalaman.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Apr 2012 07:13:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Ternyata Aku yang Salah</title>
		<link>http://adnananwar.net/nostalgia/ternyata-aku-yang-salah/</link>
		<comments>http://adnananwar.net/nostalgia/ternyata-aku-yang-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2012 07:13:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pigeon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[im2]]></category>
		<category><![CDATA[indosat]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[nostalgia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adnananwar.net/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hari selasa, 30 Maret 2009, saya mengalami kejadian yang menjengkelkan tetapi menggemaskan. Huh, rasanya gimana, ya? Sulit sekali menjelaskan. Ada rasa jengkel yang amat sangat tetapi oh ternyata di akhir seperti itu. Sebuah kesalahpahaman yang membuat seharian penuh(ya nggak seharian sih tetapi sebagian besar hari antara jam 8 pagi sampe sore jam 17.00-a. tetapi kesela sholat fardhu juga ding. Lho, gimana sih….ehhmmmmm ya udah deh langsung saja aku certain.</p>
<p>Seperti biasa sehabis sholat shubuh aku menulis sesuatu di laptopku. Rileks saja sampe jam menunjukkan jam 08.00(kira-kira sih). Pengin posting di blog-ku. Langsung aku colokkan modem huawei seri e220 yang telah berisi kartu indosat m2. Kalo internetnya lambat itu memang sudah menjadi langganan sehari-hari. Nggak usah diperdulikan lagi(awalnya dulu jengkel juga, habis gimana isinya cuman muter-muter mulu tab-nya). Ok, koneksi tersambung lewat jaringan EDGE(walah cuman dapet sinyal EDGE padahal dalam kota lho, daerah pogung. Janjinya aja yang muluk-muluk “<strong><em>Faster than you want</em></strong>” mbelgedes……).</p>
<p>Langsung aku buka Mozilla firefox dan &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari selasa, 30 Maret 2009, saya mengalami kejadian yang menjengkelkan tetapi menggemaskan. Huh, rasanya gimana, ya? Sulit sekali menjelaskan. Ada rasa jengkel yang amat sangat tetapi oh ternyata di akhir seperti itu. Sebuah kesalahpahaman yang membuat seharian penuh(ya nggak seharian sih tetapi sebagian besar hari antara jam 8 pagi sampe sore jam 17.00-a. tetapi kesela sholat fardhu juga ding. Lho, gimana sih….ehhmmmmm ya udah deh langsung saja aku certain.</p>
<p>Seperti biasa sehabis sholat shubuh aku menulis sesuatu di laptopku. Rileks saja sampe jam menunjukkan jam 08.00(kira-kira sih). Pengin posting di blog-ku. Langsung aku colokkan modem huawei seri e220 yang telah berisi kartu indosat m2. Kalo internetnya lambat itu memang sudah menjadi langganan sehari-hari. Nggak usah diperdulikan lagi(awalnya dulu jengkel juga, habis gimana isinya cuman muter-muter mulu tab-nya). Ok, koneksi tersambung lewat jaringan EDGE(walah cuman dapet sinyal EDGE padahal dalam kota lho, daerah pogung. Janjinya aja yang muluk-muluk “<strong><em>Faster than you want</em></strong>” mbelgedes……).</p>
<p>Langsung aku buka Mozilla firefox dan mengetik alamat <a title="Adnan Anwar" href="http://adnananwar.net/" target="_blank">http://adnananwar.net/</a> di address bar. Seperti biasa muter-muter dulu. Sambil nunggu aku buka tab lain dan mengetik <a title="Detik" href="http://detik.com" target="_blank">http://detik.com</a>. Masih juga muter-muter. Uh, kok jadi laper ya? Kuputuskan untuk makan dulu sambil nunggu muter-muternya selesai. Seperti biasa di tempatnya Bu Nur, sudah deket, lauknya enak, murah lagi. Mantap deh……</p>
<p>Kenyang sampe kos lagi, kulihat laptop masih muter-muter. Welah kok nggak seperti biasanya. Lama-sih lama tapi ini udah hampir 1 jam masih muter-muter juga. Kuputuskan untuk membaca buku beberapa halamanlah. Setengah jam berlalu masih muter-muter juga. Wuih, dongkolnya mulai muncul nih. Nggak ketulungan lambatnya. Eh, ini sih bukan lambat lagi namanya memang nggak bias jalan internetnya.</p>
<p>Singkat cerita, laptop aku hidupkan terus sampe sore buat pastiin nih internet emang nggak mau jalan atau gimana. Sempet juga berpikiran yang negative ama indosat m2. Berhubung banyak pelanggan yang sudah lebih duluan complain. Ya udah, mpe sore pun tab masih muter-muter. Hmmmm…..indosat emang keterlaluan, batinku suatu waktu.</p>
<p>Akhirnya aku pergi ke kampus, sehabis isya’, jam 19.30-anlah. Banyak temen-temen yang sudah lebih dulu berada di sana. Buka laptop dan langsung Mozilla. Tidak lupa ubah proxynya dulu pake proxy punyanya elektro ugm. Betapa kagetnya karena proxy udah di set ke proxy.te.ugm.ac.id dengan port 3128. Berarti seharian tadi aku pake proxy padahal untuk indosat m2 nggak usah pake proxy ini. Walah, aku ketawa-ketiwi. Ternyata begitu to. Ya pantesan aja cuman muter-muter.</p>
<p>Ngelus dada deh saya. Minta maaf sama indosat dalam hati karena sempat berpikiran terlalu jauh. Menyadari kesalahan sendiri saya hanya bias mengambil hikmahnya bahwa kadang sesuatu yang tidak sesuai dengan kita justru berasal dari diri kita sendiri. Intinya jangan buru-buru menyalahkan orang lain, tetap tenang dan pelajari situasi dari segala sudut pandang.</p>
<p>KEEP SEMANGAT!!!!</p>
<p style="text-align: right;">Cianjur, 9 April 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adnananwar.net/nostalgia/ternyata-aku-yang-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mobil Mewah Pakai Premium</title>
		<link>http://adnananwar.net/opini/mobil-mewah-pakai-premium/</link>
		<comments>http://adnananwar.net/opini/mobil-mewah-pakai-premium/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 11:59:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pigeon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pertamax]]></category>
		<category><![CDATA[premium]]></category>
		<category><![CDATA[subsidi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adnananwar.net/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[<p>Belakangan ini gencar sekali pembicaraaan mengenai mobil-mobil mewah semacam Alphard dan Jaguar yang bahan bakarnya menggunakan premium. Pembicaraan mulai menghangat setelah dibatalkannya kenaikan harga BBM subsidi oleh pemerintah. Mengapa hal ini begitu heboh dibicarakan oleh banyak kalangan?</p>
<p>Pada dasarnya BBM jenis premium adalah bahan bakar bersubsidi yang ditujukan bagi rakyat kecil. Karena untuk rakyat yang tidak mampu itulah maka pemerintah memberikan subsidi. Nha, kalo mobil mewah kok ternyata juga memakai premium yang notabene bersubsidi berarti dia ikut menikmati jatah yang seharusnya bukan miliknya. Kalo boleh saya ibaratkan, premium diperuntukkan bagi rakyat yang mempunyai kupon tidak mampu. Orang  kaya tidak punya mobil mewah tetapi ikut minta diberikan premium. Salahnya, si pemberi juga mau saja memberikan premium kepada orang kaya itu tadi.</p>
<p>Pertanyaannya adalah apakah si orang kaya itu tadi salah? Maka jawabannya sangat tergantung pada sudut padang yang diambil(menurut saya sih…). Kalo dari sisi hukum maka dia tidak salah. Lho, kok bisa? Karena tidak ada aturan hukum yang mengharuskan orang kaya &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini gencar sekali pembicaraaan mengenai mobil-mobil mewah semacam Alphard dan Jaguar yang bahan bakarnya menggunakan premium. Pembicaraan mulai menghangat setelah dibatalkannya kenaikan harga BBM subsidi oleh pemerintah. Mengapa hal ini begitu heboh dibicarakan oleh banyak kalangan?</p>
<p>Pada dasarnya BBM jenis premium adalah bahan bakar bersubsidi yang ditujukan bagi rakyat kecil. Karena untuk rakyat yang tidak mampu itulah maka pemerintah memberikan subsidi. Nha, kalo mobil mewah kok ternyata juga memakai premium yang notabene bersubsidi berarti dia ikut menikmati jatah yang seharusnya bukan miliknya. Kalo boleh saya ibaratkan, premium diperuntukkan bagi rakyat yang mempunyai kupon tidak mampu. Orang  kaya tidak punya mobil mewah tetapi ikut minta diberikan premium. Salahnya, si pemberi juga mau saja memberikan premium kepada orang kaya itu tadi.</p>
<p>Pertanyaannya adalah apakah si orang kaya itu tadi salah? Maka jawabannya sangat tergantung pada sudut padang yang diambil(menurut saya sih…). Kalo dari sisi hukum maka dia tidak salah. Lho, kok bisa? Karena tidak ada aturan hukum yang mengharuskan orang kaya membeli BBM non subsidi. Kalaupun premium itu diperuntukkan bagi rakyat kurang mampu maka itu adalah sebuah himbauan. Dan secara hukum, tidak ada yang salah ketika seseorang tidak mematuhi himbauan. Namanya juga himbauan. Lain halnya jika ada aturan yang jelas, misal peraturan pemerintah atau malah undang-undang.</p>
<p>Pandangan yang kedua jika dilihat dari hati nurani sebagai manusia yang beradab, makhluk yang lebih tinggi derajatnya daripada hewan. Maka, (sekali lagi menurut saya), si orang kaya yang membeli BBM bersubsidi itu salah. Mengapa salah? Karena dia manusia yang punya hati nurani. Berbeda dengan hewan. Kalo hewan sih sah-sah saja mau menyerobot jatah hewan lain. Jadi teringat film dokumenter mengenai seekor singa betina yang dengan susah payah menangkap buruannya. Begitu dapat, datanglah hyena dengan santainya merebut hasil tangkapan tadi. Si singa betina tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah kelelahan.</p>
<p>Istilahnya ngaca-lah pada diri sendiri. Beli BBM non subsidi saja mampu kok, mengapa harus mengambil jatahnya rakyat yang tidak mampu. Bukankah itu sangat memalukan. Kita hidup di lingkungan yang beraneka ragam. Maka saling berbagi adalah hal yang sangat kita perlukan. Apalagi berbagi dengan orang yang tidak mampu, sungguh besar pahalanya.</p>
<p>Sebaliknya, pemerintah juga harus tegas jika memang ingin menegakkan aturan bahwa premium hanya untuk rakyat kelas bawah. Jangan sampai kepentingan rakyat digunakan dalam permainan politik yang tidak ada untungnya, justru ruginya ada.</p>
<p>Semoga permasalahan BBM di Indonesia sekarang ini segera teratasi. Budaya saling memahami dan saling berbagi harus kita lestarikan agar kenyamanan dalam menjalani kehidupan ini bisa dirasakan oleh semua kalangan.</p>
<p style="text-align: right;">Cianjur, 4 April 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adnananwar.net/opini/mobil-mewah-pakai-premium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Kenyataan Tak Sesuai Harapan</title>
		<link>http://adnananwar.net/nasehat/ketika-kenyataan-tak-sesuai-harapan/</link>
		<comments>http://adnananwar.net/nasehat/ketika-kenyataan-tak-sesuai-harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2012 07:22:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pigeon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adnananwar.net/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[<p>Setiap manusia pasti punya keinginan. Karena dengan adanya keinginan itulah yang membedakan ia dengan benda mati. Keinginan bisa beraneka ragam, bisa dari yang hanya bersifat abstrak sampai yang sangat kompleks sekalipun. Untuk mencapai keinginan itu maka diperlukan adanya usaha. Besar kecilnya usaha sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai keinginan tadi. Maka sebagian besar manusia berlomba-lomba berusaha untuk memenuhi keinginannya.</p>
<p>Tetapi ternyata mendapatkan apa yang menjadi keinginan tidaklah sesederhana yang kita pikirkan. Ada banyak hal yang mempengaruhi keberhasilannya, yang paling besar adalah usaha. Tetapi kadang hanya oleh faktor yang kecil, kita gagal memperoleh keinginan yang sudah lama kita pendam padahal usaha yang dilakukan sudah sangat maksimal.</p>
<p>Contoh yang paling gampang adalah seorang karyawan sebuah perusahaan. Ia terikat oleh kebijakan perusahaan dan pastinya sangat terikat dengan atasan. Saya yakin hampir semua karyawan di dunia ini menginginkan jenjang karir yang menjanjikan. Di mana ia bisa segera mendapatkan posisi penting sehingga bisa menentukan lebih banyak kebijakan daripada hanya sebagai staff rendahan yang lebih banyak disuruhnya.&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap manusia pasti punya keinginan. Karena dengan adanya keinginan itulah yang membedakan ia dengan benda mati. Keinginan bisa beraneka ragam, bisa dari yang hanya bersifat abstrak sampai yang sangat kompleks sekalipun. Untuk mencapai keinginan itu maka diperlukan adanya usaha. Besar kecilnya usaha sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai keinginan tadi. Maka sebagian besar manusia berlomba-lomba berusaha untuk memenuhi keinginannya.</p>
<p>Tetapi ternyata mendapatkan apa yang menjadi keinginan tidaklah sesederhana yang kita pikirkan. Ada banyak hal yang mempengaruhi keberhasilannya, yang paling besar adalah usaha. Tetapi kadang hanya oleh faktor yang kecil, kita gagal memperoleh keinginan yang sudah lama kita pendam padahal usaha yang dilakukan sudah sangat maksimal.</p>
<p>Contoh yang paling gampang adalah seorang karyawan sebuah perusahaan. Ia terikat oleh kebijakan perusahaan dan pastinya sangat terikat dengan atasan. Saya yakin hampir semua karyawan di dunia ini menginginkan jenjang karir yang menjanjikan. Di mana ia bisa segera mendapatkan posisi penting sehingga bisa menentukan lebih banyak kebijakan daripada hanya sebagai staff rendahan yang lebih banyak disuruhnya.</p>
<p>Tetapi sayangnya jenjang karier seorang karyawan juga ditentukan oleh atasan. Beruntung jika punya atasan yang baik sehingga justru mendukung bawahannya tetapi tidak sedikit atasan yang menghambat, entah disengaja ataupun tidak. Akhirnya, usaha yang sudah dilakukan dengan maksimal terbentur oleh kebijakan atasan dan keinginan pun harus tertunda pencapaiannya.</p>
<p>Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana kita menyikapinya? Adalah hal penting bagaimana kita menanggapi sesuatu di luar diri kita yang tidak sesuai dengan jalur yang sudah kita buat sebelumnya. Karena jika salah menyikapi bisa jadi justru semakin membuat diri kita stagnan atau malah mengalami kemunduran.</p>
<p>Maka menurut saya tidak ada kata berhenti dalam berusaha. Bahwa ada banyak penghambat di dunia ini yang akan selalu menghadang langkah maju kita maka seharusnya semakin kuat hadangannya, semakin kuat juga semangat kita. Jika ada kecurangan di dalam pencapaian hasilnya sehingga tidak sesuai dengan usaha yang sudah dilakukan maka yakinlah ALLAH tidak tidur. Ketika dengan ketidaksesuaian itu samaka sekali tidak mengendurkan semangat kita dalam berusaha maka sesungguhnya itu menjadi tabungan keberhasilan kita.</p>
<p>Yang harus kita hindari adalah menjadikan kecurangan orang lain sebagai teladan yang selanjutnya kita tiru. Hanya kemunduranlah yang akan kita dapatkan jika hal itu terjadi. Seperti sabda nabi,”Menghadapi suatu kecurangan maka ubahlah dengan tanganmu, jika tidak bisa, ubah dengan mulutmu, jika tidak bisa cukuplah dengan hati. Itulah yang selemah-lemahnya.</p>
<p>Yuk, kita bersama berusaha menjadi manusia yang selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dengan cara-cara yang jujur dan sikap yang dewasa.</p>
<p style="text-align: right;">Cianjur, 3 April 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adnananwar.net/nasehat/ketika-kenyataan-tak-sesuai-harapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 Langkah Bebas Utang!</title>
		<link>http://adnananwar.net/tips-dan-trik/6-langkah-bebas-utang/</link>
		<comments>http://adnananwar.net/tips-dan-trik/6-langkah-bebas-utang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 06:30:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pigeon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[hemat]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[trik]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<category><![CDATA[utang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adnananwar.net/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[<p>Yosephine P Tyas &#8211; detikFinance</p>
<p>Jakarta &#8211; Utang saat ini menjadi gaya hidup kebanyakan orang, karena hampir separuh masalah yang ditemui pada saat melakukan Financial Check Up di AFC adalah besarnya Debt Service Ratio atau Rasio Cicilan.</p>
<p>Mari kita lihat beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk membuat kita segera keluar dari pola hidup berutang:</p>
<p>1.   Jujur pada diri sendiri.</p>
<p>Banyak orang hidup melebihi kemampuannya, berpenghasilan Rp 5 juta namun hidup dengan life style Rp 10 juta, sehingga tidak heran cashflow minus setiap bulan ditutupi dengan hutang kartu kredit, utang KTA, dan berbagai macam utang lainnya. Mungkin orang lain bisa kita bohongi dengan penampilan kita, pakaian, mobil dan gadget yang kita pakai, tapi hanya diri kita yang tahu sebenarnya kondisi keuangan kita.</p>
<p>2.   Miliki Tujuan keuangan.</p>
<p>Saat diberi informasi bahwa untuk mencapai Dana Pensiun seorang klien, nilainya ternyata lebih kecil dari cicilan utangnya, ia menjadi lebih semangat untuk segera melunasi utang-utang konsumtif yang dimilikinya, begitu juga halnya dengan orang tua &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yosephine P Tyas &#8211; detikFinance</p>
<p>Jakarta &#8211; Utang saat ini menjadi gaya hidup kebanyakan orang, karena hampir separuh masalah yang ditemui pada saat melakukan Financial Check Up di AFC adalah besarnya Debt Service Ratio atau Rasio Cicilan.</p>
<p>Mari kita lihat beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk membuat kita segera keluar dari pola hidup berutang:</p>
<p>1.   Jujur pada diri sendiri.</p>
<p>Banyak orang hidup melebihi kemampuannya, berpenghasilan Rp 5 juta namun hidup dengan life style Rp 10 juta, sehingga tidak heran cashflow minus setiap bulan ditutupi dengan hutang kartu kredit, utang KTA, dan berbagai macam utang lainnya. Mungkin orang lain bisa kita bohongi dengan penampilan kita, pakaian, mobil dan gadget yang kita pakai, tapi hanya diri kita yang tahu sebenarnya kondisi keuangan kita.</p>
<p>2.   Miliki Tujuan keuangan.</p>
<p>Saat diberi informasi bahwa untuk mencapai Dana Pensiun seorang klien, nilainya ternyata lebih kecil dari cicilan utangnya, ia menjadi lebih semangat untuk segera melunasi utang-utang konsumtif yang dimilikinya, begitu juga halnya dengan orang tua setelah tau berapa jumlah yang harus diinvestasi untuk Dana Pendidikan anaknya mereka menyesal telah menyia-nyiakan uang mereka untuk cicilan utang konsumtif selama ini.</p>
<p>3.   Cek Aset yang kita miliki.</p>
<p>Ternyata banyak juga orang yang memiliki aset untuk melunasi utangnya namun memilih tidak melunasi. Coba bayangkan jika kita memiliki uang tunai di tabungan sebesar Rp 50 juta, namun memiliki hutang kartu kredit Rp 10 juta? Kita hanya mendapatkan return 3-4% per tahun, namun harus membayar bunga 2-4% per bulan atau 24-48% per tahun! Gunakan aset untuk melunasi utang dan alihkan cicilan utang anda untuk tabungan dan investasi yang benar.</p>
<p>4.   Belajar berkata tidak.</p>
<p>Penawaran saat ini ada di mana-mana, masuk melalui sms, blackberry messenger, telepon, dari mulai menawarkan barang, usaha/bisnis, kartu kredit, investasi, asuransi, hutang KTA, dsb. Pada saat kita tidak bisa menolak sesuatu yang sebenarnya belum tentu kita butuhkan, maka konsekuensinya akan ada biaya yang harus dikeluarkan, dan bertambah sulit jika pembayaran dilakukan dengan autodebet credit card. Utang konsumtif bertambah tanpa akses dari kita dan rutin. Jadi tegaslah berkata tidak, lakukan transaksi di mana anda yang memiliki inisiatif.</p>
<p>5.   Belajar berkata cukup.</p>
<p>Jika membeli satu barang saja sudah cukup maka kita tidak perlu membeli selusin barang yang sama, dengan alasan selagi ada diskon bagi pemegang kartu kredit tertentu. Diskon akan selalu ada, jadi tidak perlu kuatir, karena buat apa menumpuk barang yang belum tentu digunakan dalam waktu dekat bahkan kemungkinan bisa expired karena terlalu lama disimpan, ditumpuk dalam lemari atau gudang.</p>
<p>6.   Tingkatkan penghasilan/income.</p>
<p>Terkadang untuk menjadi kreatif perlu tantangan, beban berat dari hutang sebenarnya bisa membuat seseorang menjadi lebih kreatif untuk mencari alternatif income tambahan yang bisa dimulai dengan usaha yang tidak memerlukan modal besar misal: bisnis online yang sesuai minat (fashion, photography, food, automotive, stamps, dll).</p>
<p>Jika kita bisa menyicil hutang konsumtif selama ini, yang based on experience jumlahnya tidak pernah kecil, maka sebenarnya tanpa anda sadari anda memiliki kemampuan besar untuk berinvestasi dan mencapai tujuan keuangan anda dimasa yang akan datang.</p>
<p>Kalau anda bisa hidup tenang tanpa utang kenapa harus berutang?</p>
<p style="text-align: right;">Cianjur, 2 April 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adnananwar.net/tips-dan-trik/6-langkah-bebas-utang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bedanya Kesetrum AC dan DC</title>
		<link>http://adnananwar.net/sok-ilmiah/bedanya-kesetrum-ac-dan-dc/</link>
		<comments>http://adnananwar.net/sok-ilmiah/bedanya-kesetrum-ac-dan-dc/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 07:07:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pigeon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sok Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[AC]]></category>
		<category><![CDATA[DC]]></category>
		<category><![CDATA[ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[listrik]]></category>
		<category><![CDATA[setrum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adnananwar.net/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[<p>Masih membahas bidang kelistrikan, kali ini saya akan mencoba mengulas masalah kesetrum. Seperti kita ketahui bahwa listrik ada dua jenis yaitu listrik DC dan listrik AC. Nha, apa perbedaannya? Bukannya sama-sama listrik? Nha, itulah yang mau saya bahas di sini. Pembahasan tentu saja sebatas pengetahuan saja dan diusahakan dengan bahasa yang tidak terlalu teknis sehingga bisa dimengerti oleh para pembaca semuanya meskipun tidak punya dasar-dasar ilmu listrik.</p>
<p>Sebelumnya kita kenalan dulu dengan yang namanya listrik AC dan DC. Listrik AC adalah jenis listrik yang bergeraknya tidak lurus. Jika kita berjalan di sebuah jalan, maka listrik AC itu seolah-olah seperti kita yang sedang berjalan dari pinggir kanan jalan lalu ke pinggir kiri jalan dan seterusnya. Seberapa sering kita bergerak dari pinggir kanan ke pinggir kiri itulah yang disebut frekuensi. Listrik yang dialirkan oleh PLN ke rumah kita mempunyai frekuensi sebesar 50Hz atau 50 getar/detik.</p>
<p>Sementara listrik DC bergerak pada jalur yang lurus. Diibaratkan seperti sebelumnya maka listrik DC seperti kita berjalan &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih membahas bidang kelistrikan, kali ini saya akan mencoba mengulas masalah kesetrum. Seperti kita ketahui bahwa listrik ada dua jenis yaitu listrik DC dan listrik AC. Nha, apa perbedaannya? Bukannya sama-sama listrik? Nha, itulah yang mau saya bahas di sini. Pembahasan tentu saja sebatas pengetahuan saja dan diusahakan dengan bahasa yang tidak terlalu teknis sehingga bisa dimengerti oleh para pembaca semuanya meskipun tidak punya dasar-dasar ilmu listrik.</p>
<p>Sebelumnya kita kenalan dulu dengan yang namanya listrik AC dan DC. Listrik AC adalah jenis listrik yang bergeraknya tidak lurus. Jika kita berjalan di sebuah jalan, maka listrik AC itu seolah-olah seperti kita yang sedang berjalan dari pinggir kanan jalan lalu ke pinggir kiri jalan dan seterusnya. Seberapa sering kita bergerak dari pinggir kanan ke pinggir kiri itulah yang disebut frekuensi. Listrik yang dialirkan oleh PLN ke rumah kita mempunyai frekuensi sebesar 50Hz atau 50 getar/detik.</p>
<p>Sementara listrik DC bergerak pada jalur yang lurus. Diibaratkan seperti sebelumnya maka listrik DC seperti kita berjalan di tengah-tengah jalan tanpa bergerak ke pinggir kanan ataupun kiri. Karena tidak ada gerakan ke kanan dan kiri maka listrik DC tidak mempunyai frekuensi alias frekuensinya nol.</p>
<p>Masuk ke masalah kesetrum, pengertiannya adalah mengalirnya sejumlah arus listrik ke dalam tubuh kita. Ingat ada kata “mengalir”, artinya listrik itu harus bergerak, jika diam saja maka tidak akan ada yang namanya kesetrum. Baik AC maupun DC pengertiannya sama, hanya saja efek yang ditimbulkan pada tubuh manusia agak berbeda apalagi arus yang mengalir dalam jumlah besar.</p>
<p>Orang yang kesetrum listrik AC, biasanya mengalami kematian akibat kegagalan jantung. Lho, apa hubungannya listrik dan jantung? Tentu saja ada. Masih ingat bahwa listrik AC mengalir ke kiri dan ke kanan. Karena gerakannya yang super cepat(50 getar/detik) maka benda apapun yang dilewatinya akan ikut bergetar apalagi benda lunak semacam tubuh manusia. Jika anda pernah kesetrum listrik dari PLN pasti terasa ada getaran di tempat kita menyentuhnya, ya kan. Nha, jika listrik ini sempat mengalir melalui jantung maka so pasti jantung juga akan bergetar sesuai dengan getaran listrik. Bayangkan saja jantung yang harus bekerja ekstra keras diganggu dengan getaran super hebat 50 getaran per detik. Bisa-bisa jantung akan berhenti bekerja. Di situlah bahayanya listrik AC.</p>
<p>Lanjut ke listrik DC. Beda dengan listrik AC, listrik DC tidak punya getaran lalu apa bahayanya? Tentu saja ada. Karena listrik DC bergerak lurus maka energi terpusat dan fokus, akibatnya daya hancurnya jauh lebih besar dari pada AC. Maka dari itu listrik DC lebih menyebabkan kerusakan fisik di luar khususnya di lokasi kontak. Kalo ga percaya silakan coba dengan aki saja. Sambungkan plus dan minus lalu pegang dengan tangan, kemungkinan besar tangan anda akan terbakar. Apalagi jika arusnya besar. Itulah bahanya listrik DC.</p>
<p>Kesimpulannya, meskipun efeknya beda tetapi bahayanya sama. Jadi tetap berhati-hatilah terhadap listrik. Ia bisa sangat bermanfaat tetapi bisa juga menjadi sangat berbahaya tergantung sikap kita kepada arus listrik itu tadi.</p>
<p style="text-align: right;">Cianjur, 28 Maret 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adnananwar.net/sok-ilmiah/bedanya-kesetrum-ac-dan-dc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kucing</title>
		<link>http://adnananwar.net/cerpen/kucing/</link>
		<comments>http://adnananwar.net/cerpen/kucing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 03:04:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pigeon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[kucing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adnananwar.net/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[<p>Rani adalah seorang anak kelas VI di SD Sukabumi. Ia adalah anak yang rajin dan pandai. Di sekolahnya ia selalu disayang dan dipuji oleh teman-temannya. Tapi dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu terlalu saying pada kucingnya.</p>
<p>Ia sering berbicara pada kucing itu. Senang ataupun susah diceritakannya pada kucing itu.</p>
<p>“Piko, piko.” Teriak Rani memanggil nama kucingnya sepulang dari sekolah.</p>
<p>“Piko. Bu, di mana piko, kok tak ada ?” tanyanya kepada ibu.</p>
<p>”Di luar barangkali. Kamu jangan  deket-deket sama kucing, Rni. Kucing itu ada virusnya!” Ibu memperingatkan Rani.</p>
<p>”Kucing lain memang ada, Bu. Tapi piko lain. Ia adalah kucing yang tak ada virusnya.”</p>
<p>”Kamu ini dibilangin orang tua kok ngeyel!”</p>
<p>Begitulah  kebiasaan Rani sepulang dari sekolah. Bukannya orang tua yang dicari pertama kali tetapi kucing yang berwarna putih merah itu yang dicari. Setiap ibu memperingatkan selalu diacuhkannya, dianggapnya tidak pernah ada. Kedua orang tuanya tidak bisa berbuat apa-apa karena jangankan dibuang, tidak kelihatan satu jam saja ia sudah marah-marah, kadang &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rani adalah seorang anak kelas VI di SD Sukabumi. Ia adalah anak yang rajin dan pandai. Di sekolahnya ia selalu disayang dan dipuji oleh teman-temannya. Tapi dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu terlalu saying pada kucingnya.</p>
<p>Ia sering berbicara pada kucing itu. Senang ataupun susah diceritakannya pada kucing itu.</p>
<p>“Piko, piko.” Teriak Rani memanggil nama kucingnya sepulang dari sekolah.</p>
<p>“Piko. Bu, di mana piko, kok tak ada ?” tanyanya kepada ibu.</p>
<p>”Di luar barangkali. Kamu jangan  deket-deket sama kucing, Rni. Kucing itu ada virusnya!” Ibu memperingatkan Rani.</p>
<p>”Kucing lain memang ada, Bu. Tapi piko lain. Ia adalah kucing yang tak ada virusnya.”</p>
<p>”Kamu ini dibilangin orang tua kok ngeyel!”</p>
<p>Begitulah  kebiasaan Rani sepulang dari sekolah. Bukannya orang tua yang dicari pertama kali tetapi kucing yang berwarna putih merah itu yang dicari. Setiap ibu memperingatkan selalu diacuhkannya, dianggapnya tidak pernah ada. Kedua orang tuanya tidak bisa berbuat apa-apa karena jangankan dibuang, tidak kelihatan satu jam saja ia sudah marah-marah, kadang sampai menangis.</p>
<p>”Ooo, kamu di sini, ya. Ayo k kamarku saja !” ajak Rani kepada kucing itu setelah menemukannya di dapur sedang tidur.</p>
<p>”Meeoong,” jawab kucing itu.</p>
<p>Bagi Rani setiap kucing itu bilang ”meong” dianggapnya menyetujui perkataan Rani. Anehnya piko selalu taat padanya. Kali ini Rani mengajak piko ke tempat tidurnya. Ia tidur telungkup sambil berbicara pada piko yang ada di depannya.</p>
<p>”Piko, kamu tadi udah makan apa belom ?”</p>
<p>”Meoong!”</p>
<p>”Ooo, jadi udah, ya. Pasti sudah karena kamu diam saja. Kan, kalau lapar kamu selalu ribut minta makan. Ya, kan ?”</p>
<p>”Meoong!”</p>
<p>”Dari tadi kamu meong-meong terus. O, iya. Kamu kan bisanya memang begitu.”</p>
<p>”Meoong!”</p>
<p>”Ya, meong lagi. Eh, piko. Tahu tidak, tadi ada ulangan di sekolah. Wah, asyik sekali karena soalnya sangat mudah. Aku dapat nilai sepuluh. Hebat, kan?”</p>
<p>”Meong!”</p>
<p>”Rani makan dulu, ya. Dari tadi belom makan, nih. Kamu sudah kenyang jadi tinggal tidur saja.”</p>
<p>Begitulah setiap hari Rani melakukan kegiatannya sepulang sekolah. Kadang Rani lupa makan karena asyik berbicara sendiri dengan piko. Tanya sendiri, jawab sendiri, bantah sendiri, kucingnya tinggal bilang meong  hati Rani sudah senang.</p>
<p>Hari-hari dijalani Rani dan piko dengan baik. Hingga suatu saat piko sakit. Tidak mau makan hanya minum saja. Badannya lesu, kerjaannya hanya tidur saja. Rani bukan main gelisahnya. Ia minta kepada ayahnya untuk dipanggilkan dokter hewan. Rumahnya memang tidak terlalu jauh sehingga dengan sepeda motor cukup lima belas menit sampai. Selesai memeriksa Rani langsung bertanya pada Pak Dokter.</p>
<p>”Bagaimana, Dok? Apakah piko baik-baik saja. Apa sakitnya parah. Apa bisa diobatai, Dok?”</p>
<p>“Dia baik-baik saja. Hanya masuk angina, tadi sudah saya suntik, besok pagi juga sembuh.”</p>
<p>“Terima kasih, Dok.” Kata Pak Rahman, ayah Rani sewaktu dokter itu mau pulang.</p>
<p>“Sama-sama.” Jawab dokter itu.</p>
<p>Bukan main senangnya Rani begitu dokter mengatakan piko tidak apa-apa. Kusing itu diangkatnya, diciumnya, dipeluknya. Pokonya anehaneh saja kelakuan Rani.</p>
<p>Hari-hari berikutnya Rani makin sayang kepada kucing itu. Setiap kali bertemu dipeluklah, diciumlah, ditimanglah dan masih banyak lagi kelakuan Rani yang lain.</p>
<p>Hingga suatu saat Rani mulai batuk-batuk. Ia sudah diperiksakan ke dokter umum tetapi batuknya tidak juga hilang, malah semakin parah. Karena kalau batuknya sudah menjadi-jadi ia sering mengeluarkan darah dari mulutnya. Kedua orng tuanya membawa Rani ke dokter Spesialis anak. Selesai diperiksa dokter itu berkata pada orang tua Rani.</p>
<p>”Apakah di rumah anda ada kucing, Bu?” tanya pak Dokter</p>
<p>”Ada, bahkan Rani sangat menyayanginya.” jawab ibu Rani</p>
<p>”Spertinya Rani terkena virus yang ada pada bulu kucing. Jika ia mencium bulu kucing maka virus itu masuk ke dalam paru-paru dan merusak sistem pertukaran udara. Akibatnya paru-paru anak ini semakin lama akan semakin keropos.”</p>
<p>”Apa anak saya bisa tertolong?”</p>
<p>”Saya tidak bisa menjamin, karena kemungkinan untuk sembuh hanya 1 %. Anak ini sudah terlalu lama menyimpan virus itu dalam paru-parunya. Ia harus dioperasi secepatnya.”</p>
<p>”Baik, Dok. Segera saja dilaksanakan!”</p>
<p>”Kami akan berusaha semaksimal mungkin.”</p>
<p>Keesokan harinya Rani dibawa ke ruang operasi. Ia akan dioperasi pada bagian paru-parunya untuk mengeluarkan virus yang ada di dalamnya. Tetapi sayang sekali, sebelum dokter melakukannya nyawa Rani sudah meninggalkan raganya.</p>
<p>”Tidaaaaaaak!!!” Ibu Rani langsung pingsan</p>
<p>Sejak kematian Rani, di rumah itu tak pernah lagi ada seekor kucing pun.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: right;">Adnan Anwar<br />
SLTP I SANDEN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adnananwar.net/cerpen/kucing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Burung Ajaib</title>
		<link>http://adnananwar.net/sok-ilmiah/burung-ajaib/</link>
		<comments>http://adnananwar.net/sok-ilmiah/burung-ajaib/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Mar 2012 23:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pigeon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sok Ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[listrik]]></category>
		<category><![CDATA[setrum]]></category>
		<category><![CDATA[tegangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adnananwar.net/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[<p>Suatu ketika, saya jalan-jalan bersama teman-teman sepermainan. Keluar dari jalan kampung, kami melewati areal persawahan yang cukup luas. Pemandangan yang indah. Pohon padi yang mulai menguning dan beberapa burung yang mencoba hinggap untuk memakan bijinya. Ketika perjalanan sudah beberapa menit berlalu, sampailah kami di sederetan tiang listrik yang menopang kawat-kawat panjang di atasnya. Yang kami tahu, kawat tersebut sangat berbahaya jika disentuh. Persis seperti pesan orang tua kami.</p>
<p>Beberapa waktu kemudian datanglah segerombolan burung dan hinggap di salah satu kawat listrik tersebut. Anehnya, tidak ada peristiwa apapun. Berbeda dengan pesan orang tua kami yang sangat menekankan kata “BAHAYA”. Kami pun saling pandang dan bertanya satu sama lain. Bagaimana mungkin burung-burung itu bertengger di atas kawat listrik dengan santainya.</p>
<p>Sampai lulus SMU, saya masih terus memikirkannya dan selama itu pula belum menemukan jawaban yang memuaskan. Kebanyakan nggak mutu dan bernuansa canda. Mungkin rasa penasaran inilah yang mendorong saya untuk melanjutkan kuliah di jurusan listrik…hehehe… Lalu, bagaimana sih sebenarnya ceritanya kok bisa &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika, saya jalan-jalan bersama teman-teman sepermainan. Keluar dari jalan kampung, kami melewati areal persawahan yang cukup luas. Pemandangan yang indah. Pohon padi yang mulai menguning dan beberapa burung yang mencoba hinggap untuk memakan bijinya. Ketika perjalanan sudah beberapa menit berlalu, sampailah kami di sederetan tiang listrik yang menopang kawat-kawat panjang di atasnya. Yang kami tahu, kawat tersebut sangat berbahaya jika disentuh. Persis seperti pesan orang tua kami.</p>
<p>Beberapa waktu kemudian datanglah segerombolan burung dan hinggap di salah satu kawat listrik tersebut. Anehnya, tidak ada peristiwa apapun. Berbeda dengan pesan orang tua kami yang sangat menekankan kata “BAHAYA”. Kami pun saling pandang dan bertanya satu sama lain. Bagaimana mungkin burung-burung itu bertengger di atas kawat listrik dengan santainya.</p>
<p>Sampai lulus SMU, saya masih terus memikirkannya dan selama itu pula belum menemukan jawaban yang memuaskan. Kebanyakan nggak mutu dan bernuansa canda. Mungkin rasa penasaran inilah yang mendorong saya untuk melanjutkan kuliah di jurusan listrik…hehehe… Lalu, bagaimana sih sebenarnya ceritanya kok bisa begitu? Saya yakin di antara para pembaca semuanya yang bahkan sudah berkepala di atas 3 masih belum bisa menjawabnya dengan benar.</p>
<p>Prinsipnya adalah orang bisa kesetrum jika ada arus yang mengalir melalui badan. Listrik bisa mengalir jika ada beda potensial di antara dua titik. Maka yang pertama, kuncinya adalah kalimat “beda potensial antara dua titik”. Kedua, arus akan mengalir jika hambatan penghantar tidak terlalu besar. Nha, dalam kasus burung yang bertengger di atas kawat listrik maka jika kita misalkan ada arus yang mengalir kemungkinan besar masuk melewati kaki kanan dan keluar melewati kaki kiri atau sebaliknya. Maka syaratnya harus ada beda potensial antara kaki-kaki burung tersebut agar arus mau mengalir melalui badan burung. Dan satu lagi hambatan (R) burung haruslah kecil.</p>
<p>Mengenai beda potensial antara dua kaki burung tidak usah diperdebatkan lagi karena sudah pasti ada. Hambatan juga pasti ada hanya kita tidak tahu seberapa besarnya. Faktanya adalah ada dua jalur di sana, yaitu melalui kawat penghantar(lurus) atau melalui kaki burung(belok dulu). Meskipun listrik tidak punya otak tetapi ia pintar. Jika ada dua jalur untuk mengalir maka listrik akan memilih jalur yang hambatannya lebih kecil(asumsi di tengah jalur tidak ada beban).</p>
<p>Maka pertanyaannya kemudian, besar mana hambatan kawat dengan hambatan badan burung. Tidak usah berdebat karena sudah pasti hambatan burung lebih besar. Jadi, listrik akan lebih memilih mengalir melewati kawat daripada burung. Karena tidak dilewati arus listrik maka burung santai saja bertengger di atas kawat listrik tanpa takut kesetrum.</p>
<p>Fakta :<br />
-    Kedua kaki burung bertengger pada kawat fasa yang sama<br />
-    Burung tidak menyentuk tanah<br />
-    Jarak antara kedua kaki burung sangat pendek</p>
<p style="text-align: right;">Cianjur, 8 Maret 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adnananwar.net/sok-ilmiah/burung-ajaib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Sudah Menikah</title>
		<link>http://adnananwar.net/nasehat/saat-sudah-menikah/</link>
		<comments>http://adnananwar.net/nasehat/saat-sudah-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2012 14:27:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pigeon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adnananwar.net/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tulisan yang lalu saya berbagi pengalaman mengenai cara memilih pasangan. Ketika kita sudah mantab dengan calon pasangan yang akan dinikahi maka selanjutnya adalah proses pernikahan yang dimulai dengan lamaran, akad nikah, dan walimatul ‘ursy. Maka, setelah itu adalah kehidupan yang tidak lagi sendiri. Kehidupan yang akan dijalani bersama pasangan yang sudah kita pilih sendiri berdasarkan pemikiran-pemikiran yang matang tentunya.</p>
<p>Kalo boleh saya bilang, pernikahan bukan hanya masalah cinta dan sayang. Itu hanyalah satu lembar kertas dari beribu halaman di dalam buku pernikahan. Maka ketika kita mendudukkan cinta dan sayang terlalu tinggi maka bisa jadi akan mudah tergoncang oleh badai rumah tangga. Mengapa demikian? Karena cinta dan sayang adalah suatu perasaan yang dimiliki manusia. Sifatnya sangat labil dan flukuatif bergantung pada kedewasaan kita.</p>
<p>Oleh karena itu, yang lebih penting menurut saya adalah kesadaran diri akan arti pentingnya akad nikah. Betul, bahwa akad nikah hanyalah pengucapan sederhana dan semua orang yg bisa bicara sanggup untuk mengatakannya. Tetapi implikasinya yang harus kita pahami &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan yang lalu saya berbagi pengalaman mengenai cara memilih pasangan. Ketika kita sudah mantab dengan calon pasangan yang akan dinikahi maka selanjutnya adalah proses pernikahan yang dimulai dengan lamaran, akad nikah, dan walimatul ‘ursy. Maka, setelah itu adalah kehidupan yang tidak lagi sendiri. Kehidupan yang akan dijalani bersama pasangan yang sudah kita pilih sendiri berdasarkan pemikiran-pemikiran yang matang tentunya.</p>
<p>Kalo boleh saya bilang, pernikahan bukan hanya masalah cinta dan sayang. Itu hanyalah satu lembar kertas dari beribu halaman di dalam buku pernikahan. Maka ketika kita mendudukkan cinta dan sayang terlalu tinggi maka bisa jadi akan mudah tergoncang oleh badai rumah tangga. Mengapa demikian? Karena cinta dan sayang adalah suatu perasaan yang dimiliki manusia. Sifatnya sangat labil dan flukuatif bergantung pada kedewasaan kita.</p>
<p>Oleh karena itu, yang lebih penting menurut saya adalah kesadaran diri akan arti pentingnya akad nikah. Betul, bahwa akad nikah hanyalah pengucapan sederhana dan semua orang yg bisa bicara sanggup untuk mengatakannya. Tetapi implikasinya yang harus kita pahami dan laksanakan dengan sebaik-baiknya. Bahwa di sana ada pengalihan tanggung jawab dari seorang ayah kepada mempelai laki-laki untuk menjaga sekaligus membimbing putrinya ke jalan yang benar.</p>
<p>Nha, tanggung jawab inilah yang harus dipahami betul khususnya oleh sang suami. Bagaimanapun juga ia yang sudah memilih sang gadis untuk menjadi istrinya maka segala macam yang ada pada dirinya harus bisa diterimanya. Bahwa sang istri kurang ini dan kurang itu adalah resiko yang harus ia ambil karena sudah memilihnya. Kadang kita mendengar ada perceraian yang disebabkan karena istri/suami tidak sesuai keinginan. Cara berfikir seperti itu teramat sangat salah menurut saya.</p>
<p>Seperti yang saya tulis di postingan sebelumnya, pentingnya mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai calon pasangan ketika hendak menikah. Sebelum akad, pandang calon pasangan khususnya kekurangannya dan potensi kebaikan/keburukan di masa mendatang) tetapi ketika akad sudah diucapkan maka pandangan harus segera beralih menatap lurus ke depan sejajar antara kedua pasangan. Sehingga yang dipikirkan bukan lagi masalah kekurangan dari pasangan kita tetapi bagaimana caranya agar segala rintangan bisa diatasi bersama.</p>
<p>Bayangkan anda sedang berjalan berdua tetapi saling berhadap-hadapan. Bisa jalannya miring keduanya atau satunya ke depan satunya mundur. Jika ada kerikil atau paku di depan sangat mungkin tidak terlihat oleh keduanya. Tetapi jika anda berjalan berdua dengan bergandengan tangan dan sama-sama lurus memandang ke depan maka yang terjadi adalah sinergi yang sangat apik. Jika yang satu tidak melihat ada lubang, maka yang satunya bisa mengingatkan dan sebaliknya.</p>
<p>Yuk, kita sama-sama belajar untuk konsekuen terhadap pasangan yang kita pilih. Setelah pasangan menikah, bukan waktunya lagi untuk saling pandang mengenai kekurangan maing-masing tetapi beralih sama-sama memandang lurus ke arah tujuan bersama yaitu bahagia di dunia maupun akherat</p>
<p style="text-align: right;">Cianjur, 29 Februari 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adnananwar.net/nasehat/saat-sudah-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Pasangan</title>
		<link>http://adnananwar.net/nasehat/memilih-pasangan/</link>
		<comments>http://adnananwar.net/nasehat/memilih-pasangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 03:36:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pigeon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adnananwar.net/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hari ini, Kamis, 23 Februari 2012 adalah hari di mana penikahan kami tepat berusia satu bulan. Tak terasa memang karena segala sesuatunya terasa sangat berbeda antara waktu ketika belum menikah dan sudah menikah. Banyak teman-teman saya yang juga berkomentar bahwa ada perubahan dalam diri saya setelah menjadi seorang kepala keluarga. Menurut saya itu adalah keharusan. Situasi dan kondisi sangat berbeda maka harus ada perubahan juga dalam diri saya. Entah dalam hal-hal yang bersifat batiniah maupun lahiriah.</p>
<p>Okelah, saya kira cukup ceritanya tentang saya. Di tulisan kali ini saya ingin berbagi tentang memilih pasangan hidup. Di mana cara ini juga yang saya terapkan sehingga terpilihlah gadis cantik yang saat ini suda sah menjadi istri saya. Harus kita sadari bahwa pernikahan adalah perkara besar. Pernikahan bisa menetukan nasib kita di akherat nanti, apakah surga ataukah neraka. Maka dari itu harus benar-benar diperhitungkan bahkan semenjak memilih pasangan.</p>
<p>Banyak orang yang pikirannya terlalu pendek dalam perkara ini sehingga gagal dalam pernikahannya. Prinsipnya adalah jika &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, Kamis, 23 Februari 2012 adalah hari di mana penikahan kami tepat berusia satu bulan. Tak terasa memang karena segala sesuatunya terasa sangat berbeda antara waktu ketika belum menikah dan sudah menikah. Banyak teman-teman saya yang juga berkomentar bahwa ada perubahan dalam diri saya setelah menjadi seorang kepala keluarga. Menurut saya itu adalah keharusan. Situasi dan kondisi sangat berbeda maka harus ada perubahan juga dalam diri saya. Entah dalam hal-hal yang bersifat batiniah maupun lahiriah.</p>
<p>Okelah, saya kira cukup ceritanya tentang saya. Di tulisan kali ini saya ingin berbagi tentang memilih pasangan hidup. Di mana cara ini juga yang saya terapkan sehingga terpilihlah gadis cantik yang saat ini suda sah menjadi istri saya. Harus kita sadari bahwa pernikahan adalah perkara besar. Pernikahan bisa menetukan nasib kita di akherat nanti, apakah surga ataukah neraka. Maka dari itu harus benar-benar diperhitungkan bahkan semenjak memilih pasangan.</p>
<p>Banyak orang yang pikirannya terlalu pendek dalam perkara ini sehingga gagal dalam pernikahannya. Prinsipnya adalah jika kita hanya berpedoman pada hal-hal yang sifatnya duniawi(kecantikan dan kekayaan) maka akan sangat sulit dalam menjalani hari-hari berumah tangga nantinya. Karena semua itu sifatnya sementara dan sangat mudah berubah. Jadi, jika anda jatuh cinta karena kecantikan/ketampanan dan atau kekayaan, maka cinta tersebut akan sangat mudah berkurang bahkan hilang. Jika kita memang cinta pada seseorang maka lahirlah ketampanan/kecantikan bukan sebaliknya.</p>
<p>Lalu, mengingat pernikahan itu adalah sebuah investasi jangka panjang maka kita juga harus melihat calon pasangan kita dalam jangka panjang. Bolehlah jika dia saat ini belum sukses, belum kaya, belum pintar tetapi ketika ada potensi di masa depan dia akan menjadi lebih baik maka mengapa tidak. Daripada kita hanya melihat kondisi dia saat ini tetapi di masa depan justru punya potensi akan meninggalkan kita. Betapa banyak wanita yang menikah karena hanya melihat prianya saat ini tampan dan betapa banyak wanita yang menikah karena hanya melihat wanitanya saat ini cantik. Dia tidak sadar bahwa 10 tahun lagi bisa jadi ketampanan/kecantikan tersebut sudah pudar.</p>
<p>Maka yang saya ingin bagi kepada para pembaca semuanya adalah ketika kita sedang memilih calon pasangan kita, bukalah mata lebar-lebar. Lihatlah dia secara utuh. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang dia, terutama kekurangannya. Karena saya yakin, kelebihan dari pasangan akan dengan mudah kita terima tetapi kekurangan? Tanyakanlah pada diri anda sendiri, mumpung belum akad nikah, apakah anda siap menerima kekurangan-kekurangan tersebut?</p>
<p>Terakhir, lihatlah dia tidak hanya di masa sekarang tetapi juga potensinya di masa depan. Tahukah anda bedanya anak-anak dan dewasa? Anak-anak hanya berfikir apa yang ada sekarang sementara orang dewasa berfikir lebih jauh ke depan. Pernikahan adalah urusannya orang dewasa maka berfikirlah dewasa. Semoga anda mendapatkan pasangan yang terbaik buat anda. BERSAMBUNG</p>
<p style="text-align: right;">Cianjur, 23 Februari 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adnananwar.net/nasehat/memilih-pasangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Sudah Menikah</title>
		<link>http://adnananwar.net/nasehat/aku-sudah-menikah/</link>
		<comments>http://adnananwar.net/nasehat/aku-sudah-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 04:17:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pigeon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[kekasih]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adnananwar.net/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[<p>Postingan kali ini saya hanya mau berbagi kebahagiaan dengan teman-teman pembaca semuanya. Bahwa pada tanggal 23 Januari 2012 kemarin saya(Adnan Anwar) telah melangsungkan pernikahan dengan seorang gadis cantik yang bernama <a title="Ayunging Tyas" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002685523474" target="_blank">Rahayu Martaning Tyas</a>. Sungguh suatu hal yang sangat luar biasa saya rasakan ketika status yang saya sandang saat ini telah berubah menjadi seorang suami.</p>
<p>Ada banyak perubahan yang saya rasakan dengan adanya ikrar pernikahan yang sudah saya ucapkan. Tidak canggung lagi ketika teman-teman di kantor memanggil dengan sebutan “Bapak”, ada tujuan yang jelas dan focus mengenai apa yang harus saya lakukan ke depan dan masih banyak lagi. Memang sangat menantang tetapi itulah justru yang membuat diri kita menjadi manusia seutuhnya.</p>
<p>Masih ingat dengan salah satu postingan saya terdahulu tentang sebuah kalimat yang diambil dari film Spiderman yaitu “With great power comes great responsibility”. Adalah benar bahwa ketika akad pernikahan sudah diucapkan maka datanglah kekuasaan untuk memimpin sebuah rumah tangga. Seiring dengan datangnya kekuasaan tersebut, dating juga tanggung jawab yang &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Postingan kali ini saya hanya mau berbagi kebahagiaan dengan teman-teman pembaca semuanya. Bahwa pada tanggal 23 Januari 2012 kemarin saya(Adnan Anwar) telah melangsungkan pernikahan dengan seorang gadis cantik yang bernama <a title="Ayunging Tyas" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100002685523474" target="_blank">Rahayu Martaning Tyas</a>. Sungguh suatu hal yang sangat luar biasa saya rasakan ketika status yang saya sandang saat ini telah berubah menjadi seorang suami.</p>
<p>Ada banyak perubahan yang saya rasakan dengan adanya ikrar pernikahan yang sudah saya ucapkan. Tidak canggung lagi ketika teman-teman di kantor memanggil dengan sebutan “Bapak”, ada tujuan yang jelas dan focus mengenai apa yang harus saya lakukan ke depan dan masih banyak lagi. Memang sangat menantang tetapi itulah justru yang membuat diri kita menjadi manusia seutuhnya.</p>
<p>Masih ingat dengan salah satu postingan saya terdahulu tentang sebuah kalimat yang diambil dari film Spiderman yaitu “With great power comes great responsibility”. Adalah benar bahwa ketika akad pernikahan sudah diucapkan maka datanglah kekuasaan untuk memimpin sebuah rumah tangga. Seiring dengan datangnya kekuasaan tersebut, dating juga tanggung jawab yang harus dipikul yaitu bagaimana caranya agar rumah tangga yang sudah diawali bias berjalan sebagaimana mestinya sampai tujuan yang diharapkan.</p>
<p>Hal yang sederhana memang tetapi implikasinya luar biasa banyaknya. Tak perlulah saya sebutkan satu per satu. Tetapi justru di situlah letak tantangannya. Hal-hal yang sifatnya kecil, sepele, remeh-temeh, bias membesar jika tidak ditangani dengan segera. Ini yang harus kita sadari di awal membina rumah tangga.</p>
<p>Maka di banyak buku yang membahas tentang pernikahan pasti akan memunculkan syarat pernikahan adalah kesiapan mental. Memang secara tertulis tidak ada tetapi menurut saya, kesiapan mental adalah syarat utama dan pertama yang harus dipenuhi ketika ingin membina rumah tangga jika ingin rumah tangganya sukses dalam perjalanannya.</p>
<p>Lalu, seperti apakah kesiapan mental itu? Yaitu kesiapan untuk hidup bersama dengan pasangan yang kita pilih. Sekali lagi itu adalah kata-kata yang sederhana tetapi implikasinya yang penting. Siap hidup bersama artinya siap berbagi bersama dalam setiap rintangan yang akan muncul dengan mengedepankan solusi dan toleransi bukannya ego pribadi. Dengan bekal itu, insyaALLAH rumah tangga akan berjalan dengan harmonis.</p>
<p>Ini adalah opini saya yang muncul selama saya menjabat sebagai pemimpin rumah tangga yang masih dalam hitungan hari. Jika ada yang kurang tepat mohon sharing dari pembaca semuanya. Akhirnya, mohon doanya agar pernikahan kami langgeng dan doa kami selalu buat pernikahan para pembaca semuanya.</p>
<p>Yang belum menikah, siapkan mental anda dan yang sudah menikah perbaiki terus diri anda agar selalu bias berkolaborasi dengan apik bersama pasangan hidup anda.</p>
<p style="text-align: right;">Cianjur, 13 Februari 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adnananwar.net/nasehat/aku-sudah-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

