Adnan Anwar, ST.

Hanya Bergurau

by on Apr.06, 2011, under Cerpen

Tiba-tiba saja hari ini, si Anton yang selalu gembira wajahnya tampak kusut. Ia menjadi murung dan tak bergairah. Kerjanya hanya duduk saja, tak mau bemain dengan teman yang lain.

Saat istirahat kedua semua siswa pergi dari kelasnya membanjiri kantin dan perpustakaan. Terkecuali Anton dan Ujang, si raja usil. Tega-teganya ia menjahili Anton.

”Hei, Anton. Ada apa sih kamu? Kok murung begitu, tidak biasanya deh.”

”Ah, tidak ada apa-apa, Jang. Aku males aja kok.”

”Alaaah. Jangan bo’ong kamu, aku tahu kamu sedang ada masalah. Cerita dong sama aku.”

”Tidak ada, kok. Aku tidak ada masalah.”

”Aku ini kan temanmu, jangan pake rahasia-rahasiaan begitu dong. Ayolah kawan!”

”Sudahlah, jangan ganggu aku. Aku lagi mau sendirian, nggak mau diganggu.”

”Walaupun kau sembunyikan begitu, aku sudah tahu masalahmu. Kamu putus dengan si Yanti, pacar kamu itu kan? Ngaku ajalah, jangan pura-pura!”

”Hei, Jang. Kalo ngomong jangan sembarangan, ya. Aku dan Yanti itu hanya teman, bukan pacar seperti yang kamu bilang tadi.”

Ujang tidak jera-jeranya mengejek Anton, padahal ia tidak tahu masalah apa yang sebenarnya sedang dihadapi oleh Anton. Ia hanya iseng menggoda si Anton karena memang sudah mnjadi wataknya.

”Ooooo, jadi sewaktu kamu menyatakan cinta pada Yanti, kamu ditolak mentah-mentah? Ooooh, beginilah cinta, deritanya tiada akhir. Dik Chang E, mengapa kau tolak cinta Panglima Tian Feng yang suci ini?”

”Ujang, kamu sudah keterlaluan. Rasakan ini.”

”Plak……”

Anton sangat marah hingga ia menampar Ujang dengan keras sampai jatuh dan mengenai kursi guru. Baru Ujang mau membalas perbuatan Anton, Indra datang dan melerai perkelahian mereka. Indra adalah anak yang adil dan bijaksana.

”Jang, ada apa ini, mengapa kalian berkelahi?”

”Ndra, itu tu Ujang. Berani benar dia menghina aku. Memangnya tahu apa kamu tentan masalahku.”

”Memang benar kan kau putus dengan Yanti.” Bela si Ujang

”Enak saja kau.” Anton marah lagi dan hampir memukul Ujang dengan kepalan tinjunya tetapi dicegah oleh Indra.

”Terangkan dulu masalahnya, baru bertindak. Ceritakan apa masalahmu Anton!”

Anton bercerita kepada Indra dan Ujang. Ternyata ibunya Anton sedang sakit, sedangkan bapaknya sudah meninggal dunia. Jadi tidak ada lagi yang bekerja untuk mencari uang. Makanya Anton menjadi murung dan sedih memikirkan hal ini.

”Jadi begitu. Makanya Jang jangan asal nyerobot aja. Selidiki dulu masalahnya baru ngomong.” Jelas Indra

“Aku kan hanya bergurau,” bela Ujang

”Iya, tapi jangan keterlaluan.” Indra menjelaskan

”Iya, deh. Aku ngaku salah. Maafkan aku ya Ton. Aku telah melukai perasaanmu,” Ujang akhirnya sadar dan berjabat tangan dengan Anton.

”Aku juga minta maaf karena telah memukulmu tadi,” balah Anton

Persahabatan tidak selamanya rukun. Adakalanya terjadi perselisihan dan perbedaan pandangan. Sahabat yang baik akan selalu dapat mengatasi permasalaha dengan kawannya. Jadilah sahabat yang baik dan abadi.

***

Adnan Anwar
SLTPN I SANDEN

NB: Aslinya tulisan ini adalah naskah drama untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia kelas dua dengan pengajarnya adalah Bu Supinah

No related posts.

:, , , ,

Leave a Reply

Looking for something?

Gunakan form berikut untuk mencari:

Tidak dapat menemukan artikel yang anda cari? Tinggalkan pesan atau langsung kontak saya...