Adnan Anwar, ST.

Sok Ilmiah

Petir…Oh…petir…

by on Jun.07, 2011, under Sok Ilmiah

Hey, Kawan!! Tahu kan yang namanya petir? Pasti tahu dong… Itu lho, yang biasanya keluar jika hujam turun. Saya masih ingat, sewaktu duduk di kelas 3 SLTP, kami ditanya oleh guru elektronika,”Bagaimanakah terjadinya petir? Mengapa kadang diikuti dengan suara yang menggelegar tetapi kadang tidak?” Sulit juga kami menjawabnya. Tapi bukan itu yang ingin saya bahas dalam tulisan ini(pengertian bisa anda cari  di wikipedia). Saya lebih tertarik oleh pertanyaan menggelitik, mengapa jika terjadi petir, cahanya dulu kelihatan baru suaranya belakangan mengikuti?

Nha, yuk kita simak tulisan berikut. Bagi yang tidak pernah belajar IPA pasti kurang familiar dengan rumus kecepatan v = s/t atau besarnya kecepatan suatu benda sama dengan jarak yang ditempuh oleh benda tersebut dibagi dengan waktu yang dibutuhkan. Nha, petir juga merupakan sebuah benda, ia adalah elektron yang berpindah. Elektron bergerak sama dengan kecepatan cahaya yaitu 300.000.000 m/s. Wah, cepat sekali ya? Sama dengan sinar matahari yang menempuh jarak dari matahari sampai di bumi hanya butuh waktu 10 menit.

Ketika terjadi petir, ia akan langsung memancarkan cahaya. Nha, cahaya tersebut merambat dan sampai di tempat kita berada sehingga kita melihatnya. Jika jarak kita dengan sumber petir 5 Km, misalnya maka dengan kecepatan cahaya, kurang dari 1 deti sudah sampai di tempat kita.

Berbeda dengan cahaya beda pula dengan suara. Kecepatan suara adalah 340 m/s. Jauh lebih kecil dari kecepatan cahaya. Dengan jarak 5 km di atas, maka waktu yang dibutuhkan agar suara sampai di tempat kita adalah 14,708 detik. Makanya, kita melihat cahanya dulu baru suaranya ngikut di belakang.

Hal ini juga bisa kita manfaatkan untuk menghitung jarak kita dari sumber petir. Caranya dari mulai cahaya terlihat sampai suara gemuruh terdengar butuh waktu berapa detik. Misal 5 detik. Maka dapat kita hitung jarak kita dengan sumber petir adalah waktu tersebut dikali kecepatan suara yaitu 340m/s sehingga menjadi 3×340 = 1020 m atau 1 Km.

Nha, gampang kan…!!

Semoga bisa menjadi bahan pengetahuan. Peringatan saja bahwa petir sangat suka dengan benda-benda tinggi sehingga jika hujan turun berteduhlah. Sangat berbahaya bermain di lapangan bola, sawah, dan tempat-tempat terbuka lainnya saat hujan turun. Jangan berteduh di bawah pohon yang tinggi, atau tiang listrik, atau tower BTS karena bisa ikut tersengat arus petir.

Leave a Comment :, , , more...

Logika Matematika

by on May.22, 2011, under Sok Ilmiah

Kebanyakan orang menilai kepintaran seorang anak dari penguasaan ilmunya di bidang matematika. Coba kalo ada anak yang jago matematika, pasti banyak orang yang bilang,”Wah, anak itu pintar sekali!!” Beda dengan anak yang pintar sejarah misalnya, maka sedikit orang yang berkomentar bahwa anak itu pintar. Masalahnya matematika tidak hanya sekedar menghafal semacam sejarah, PPKn, Biologi, dan semacamnya. Matematika membutuhkan tingkat pemikiran yang lebih daripada ilmu lainnya terutama pemahaman logika.

Sewaktu masih duduk di kelas 6 SD saya pernah ditanya sebuah kasus oleh teman. Memang aneh dan membingungkan kasus itu, bahkan saya baru bisa memecahkannya setelah masuk SMP. Begini kasusnya

Tiga orang anak masing-masing iuran Rp 500. Sehingga terkumpul uang Rp 500 x 3 = Rp 1500.

Mereka memutuskan untuk menggunakan uang tersebut untuk membeli roti. Tapi tidak ada yang mau membeli sehingga meminta teman lain untuk membelikannya.

Akhirnya terbelilah roti dengan harga Rp 1000. Artinya, ada sisa uang sebesar Rp 500. Mereka memutuskan untuk membagi kembali uang tersebut kepada 3 orang anak tadi masing-masing Rp 100 dan sisanya sebesar Rp 200 diberikan kepada teman yang membelikan roti sebagai upah.

Di sini permasalahannya.

Berarti masing-masing anak sekarang memiliki uang Rp 100 atau dengan kata lain seharusnya uang yang dikumpulkan oleh masing-masing anak tadi adalah Rp 500 – Rp 100 = Rp 400. Berarti masing-masing anak harus membayar @ Rp 400.

Perhitungan matematikanya = 3 X Rp 400 = Rp1200.

Kalau ditotal jumlah uang yang dikumpulkan oleh pemuda tadi adalah Rp.1200.

Jika ditambah Rp 200 (diberikan kepada teman yang membelikan roti) =  Rp. 1200 + Rp 200 = Rp 1400.

Pertanyaannya…….

KEMANA SISA UANG YANG Rp. 100????

Jika anda bisa memecahkannya maka logika anda berjalan dengan baik, dan bisa jadi anda memiliki potensi lebih daripada orang di sekitar anda yang bingung dengan kasus ini.

4 Comments :, , , more...

Membedakan Bintang dan Planet di Malam Hari

by on Mar.03, 2011, under Sok Ilmiah

Pernahkan anda melihat bintang? Tentu saja pernah. Di malam yang cerah, tanpa ada awan yang menutupi langit, di tengah kelamnya malam masih ada keindahan yang bisa kita nikmati. Ya, gemerlap bintang gemintang yang bercahaya di angkasa adalah pemandangan yang sangat indah. Hanya  dengan kekuasaan Allah saja bisa menciptakan keindahan semacam itu. Bagi kita, umat manusia yang percaya adanya Sang Pencipta maka seharusnya hal itu semakin menambah keimanan kita pada-Nya.

Pernahkah anda memperhatikan dengan seksama bahwa di antara cahaya bintang yang seperti titik di langit atas ada beberapa yang berbeda. Apakah itu? Yup, ada yang cahanya selalu ada dan tidak pernah menghilang sampai pagi tetapi ada juga yang hanya berkedip. Muncul cahaya lalu hilang lagi. Mengapa bisa begitu? Nha, inilah yang ingin saya bahas pada artikel kali ini.

Jawabannya adalah karena memang sumber dari kedua cahaya yang berperilaku berbeda itu juga berbeda. Cahaya yang terus ada sampai pagi bersumber dari pantulan benda-benda langit yang sesungguhnya berasal dari bintang nun jauh di sana. Sedangkan cahaya yang hanya berkedip sumbernya adalah langsung dari bintang nun jauh di sana. Mengapa cahaya bintang justru berkedip dan mengapa pantulan benda langit lainnya malah terang terus? Mengapa bisa begitu? Yuk, kita bahas rame-rame.

Kita semua tahu bahwa bintang paling dekat dengan bumi adalah matahari yang kita lihat setiap hari dari pagi sampe sore. Bintang paling dekat kedua adalah Alpha Centaury. Pada malam hari jika terlihat cahaya di langit yang lebih besar dan terang dari lainnya, itulah Alpha Centaury. Bintang lainnya ,masih belum diketahui (oleh saya tentunya…hahahahahaha…). Nha, bintang yang jauhnya ga bisa kita bayangkan memancarkan cahayanya sendiri. Yang namanya cahaya butuh waktu juga supaya sampai ke bumi. Saking jauhnya, waktu yang dibutuhkan beratus-ratus, beribu-ribu, bahka berjuta-juta tahun cahaya. Maka dari itu, pada saat cahaya bintang sampai di bumi bisa jadi bintangnya justru udah mati alias tidak memancarkan cahaya, sehingga hanya berkedip.

Lain lagi dengan benda langit lainnya, planet atau satelit misalnya. Jaraknya tidak sejauh bintang. Bisa jadi cahaya yang didapatnya (yang kemudian dipantulkan ke bumi) berasal dari matahari atau Alpha Centaury. Kedua bintang itu masih ada sampe sekarang. Maka cahaya yang dipantulkan pun akan tetap ada selama kedua bintang tersebut belum hilang. Karena jaraknya yang jauh lebih dekat daripada bintang-bintang nun jauh di sana maka cahaya yang dipantulkan oleh benda langit tersebut juga lebih terang daripada cahaya bintang yang sampai ke bumi.

Nha, begitulah kira-kira salah satu misteri luar angkasa yang sempat saya baca dan sedikit merenungi. Belajar tentang luar angkasa membuat kita semakin yakin bahwa betapa luar biasanya kekuatan dan kekuasaan Allah SWT. Bumi saja hanya sebesar debu jika dibandingkan alam semesta. Coba bayangkan seperti apa diri kita dibandingkan dengan keseluruhan ruang angkasa. Maha Besar Allah dengan segala kekuasan-Nya.

Lain, kali kita bahas yang lainnya, ya!!!

Leave a Comment :, , , more...

Teleport dengan Pemecah Partikel

by on Feb.23, 2011, under Sok Ilmiah

Tadi pagi saya menelepon seorang teman untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Tak tahunya terjadi pembicaraan tentang suatu cara untuk melakukan proses pengiriman suatu barang dari jarak jauh secara cepat. Memang sih hanya bercanda saja. Dia bilang, suatu saat nanti pasti ada suatu teknologi yang bias memindahkan suatu barang dari satu tempat ke tempat lainnya dalam waktu yang sangat cepat, yaitu dengan cara memecah partikel barang tersebut dan dikirimkan bersamaan dengan gelombang elektromagnetik sehingga kecepatannya sama dengan kecepatan cahaya.

Boleh saja kan bermimpi? Katanya. Awalnya saya ga menggubris tapi kok kemudian kepikiran juga. So, mari kita bahas bersama. Secara teori suatu benda yang berbentuk partikel memang bias dikirimkan melalui gelombang elektromagnetik. Seperti sinyal radio, televise, satelit, wifi, atau telepon yang juga dikirimkan melalui gelombang elektromagnetik. Kecepatan yang bias dicapai adalah kecepatan cahaya, karena cahaya memiliki sifat dualism gelombang yaitu cahaya sebagai gelombang dan cahaya sebagai partikel. Dalam hal ini, benda yang akan kita kirimkan diubah dalam bentuk seperti cahaya.

Bisa kita bayangkan, kecepatan cahaya sebesar 2×108 m/s. Jarak antara matahari sampai bumi saja hanya ditempuh dalam waktu 10 menit apalagi hanya Sabang sampai Merauke, hanya milidetik saja. Wow, keren juga kan? Seperti dalam film Star Trek, bahkan manusia juga bias dipanggil dari sebuah planet ke pesawat enterprise hanya dengan mengunci koordinat orang tersebut lalu meng-energize-nya menjadi partikel-partikel kecil yang kemudian dibangkitkan kembali di tempat tujuan.

Oke, di atas kita sudah membahas bahwa proses pengiriman secara cepat sebuah partikel memang mungkin. Permasalahannya kemudian adalah bagaimana caranya mengubah sebuah benda yang sangat kompleks menjadi partikel?   Jangankan makhluk hidup, benda mati saja sampai saat ini belum ditemukan caranya.

Untuk benda mati mungkin masih bias kita terima bahwa ketika memecahnya menjadi bagian kecil-kecil maka kita bias menjadikannya utuh kembali. Seperti air di dalam gelas besar, kita bias membaginya ke dalam dua gelas kecil lalu bias kita satukan kembali ke dalam gelas besar tanpa mengubah kandungannya. Tetapi hal ini berbeda dengan makhluk hidup.  Harus kita pahami bahwa makhluk hidup tidak hanya merupakan gabungan unsure-unsur terkecil tetapi ada unsure lain yang tidak dapat kita pecah dan satukan begitu saja. Benar, ada jiwa di dalam sana.

Jiwa dan jasad melekat dalam satu kesatuan. Ketika jasad berubah susunannya maka jiwa akan pergi meninggalkannya dan tidak bias dikembalikan begitu saja. Saya meyakini bahwa sekalipun kita bias memecah dan menyatukan kembali jasad maka ada sesuatu yang tidak kembali yaitu jiwa. Kecuali kita bias membuat jiwa tetap bersemayam meskipun jasad telah berubah. Tapi masih tidak bias diterima akal untuk saat ini.

Ya, sudahlah. Sekedar menulis apa yang terpikirkan saja. Ini bukan tulisan ilmiah yang bias dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hanya menulis apa yang terbersit saja, siapa tahu menginspirasi seseorang untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang ini dan berhasil…hahahahahahahaha……

2 Comments :, , , more...

Mesin Waktu

by on Feb.13, 2011, under Sok Ilmiah

Percayakah anda dengan teori yang mengatakan bahwa kita bias kembali ke masa lalu dan juga sebaliknya berkunjung ke masa depan? Banyak sekali film-film yang berkisah tentang adanya mesin waktu yang membuat pengendaranya bias menjelajah ruang dan waktu. Ia bias ke masa lalu ataupun ke masa depan, ia bias berpindah tempat dengan sangat cepat. Mungkinkah?

Melihat film-film tersebut seolah memang bias diwujudkan dalam kenyataan. Bahkan sebuah teori mengatakan bahwa jika kita bias bergerak menyamai kecepatan cahaya maka waktu seolah berhenti. Dan jika kita bias bergerak melebihi kecepatan cahaya maka waktu akan bergerak mundur sehingga kita kembali ke masa lalu. Teori yang cukup menarik tetapi tidak mungkin.

Untuk saat ini teori tersebut jelas sekali tidak bias diwujudkan. Pasalnya belum ada alat yang bias bergerak bahkan hanya mendekati kecepatan cahaya, apalagi melebihi. Lagipula sel-sel tubuh kita tidak akan kuat menahan kecepatan yang sebegitu dahsyatnya. Bayangin aja kita naik pesawat tapi di luar badan pesawat. Apa yang terjadi? Badan kita tak akan kuat menahan tekanan udara yang begitu besar. Bias-bisa kita kehilangan nyawa karenanya.

Tetapi hal itu bias saja dibantah dengan mengatakan,”Itu kan sekarang? Bisa saja suatu saat nanti ditemukan alat yang bias melebihi kecepatan cahaya dan juga suplemen yang bias memperkuat badan kita. Dulu aja orang nggak percaya tentang adanya pesawat, mobil, dan lain sebagainya. Tetapi itu semua sekarang menjadi hal biasa.” Okelah jika itu yang menjadi bahan argumennya. Memang jika mengatakan “suatu saat nanti“ maka hanya Allah semata yang tahu pastinya.
Coba kita telaah dari sudut pandang lain. Alam semesta ini tunduk pada hukum sebab akibat. Sesuatu terjadi pasti ada sebabnya. Hal ini mutlak berlakunya, karena hanya Allah saja yang tidak membutuhkan sebab. Sebagai contoh, matahari bersinar karena ada reaksi fusi di sana yang menghasilkan panas dan cahaya, bumi berputar karena ada gaya gravitasi dengan matahari, lampu menyala karena dialiri listrik, adik terluka karena jatuh, dan juga seorang anak lahir karena hubungan kedua orang tuanya.

Coba kita bahas contoh terakhir. Seorang anak lahir dari rahim ibunya. Ia ada karena ibunya yang sudah ada terlebih dahulu. Bayangkan jika sang anak bias kembali ke masa lalu kemudian ia membunuh sang ibu sebelum ia lahir. Bisakah anda menelaah kebenaran logika sebab-akibat di sana? Pasti anda sendiri akan bingung memikirkannya. Karena memang ada kesalahan logika di sana.

Jika sang anak membunuh ibunya di masa lalu maka otomatis seharusnya si anak tidak akan ada. Karena si anak lahir dari ibunya. Karena ibunya mati maka anaknya tidak akan lahir. Lalu jika si anak tidak lahir maka seharusnya ia tidak ada di dunia ini. Lalu, bagaimana mungkin ia bias membunuh ibunya jika ia sendiri tidak ada. Maka ibunya tidak mati. Jika ibunya tidak mati maka anaknya bias lahir. Wah, semakin membingjngkan dan tidak jelas.

Artinya bahwa tidak mungkin seorang bias kembali ke masa lalu. Karena menurut saya antara masa lalu, masa sekarang, dan masa depan bukanlah waktu yang parallel. Jadi, jika masa lalu itu tidak ada secara fisik. Ia sudah terjadi dan hanya ada dalam kenangan pelakunya. Begitu juga masa depan, secara fisik ia tidak ada. Ia hanyalah perkiraan yang ada dalam pikiran. Mana bias kita pergi ke suatu tempat dan waktu yang secara fisik tidak ada. Masa sekaranglah yang benar-benar ada. Ia ada secara fisik maupun dalam pemikiran.

Demikianlah hasil analisis saya. Jika ada pendapat lain bias didiskusikan bersama.

Leave a Comment :, , , more...

Dunia Gaib

by on Feb.03, 2011, under Sok Ilmiah

Sampai saat ini saya selalu bertanya tentang hal-hal yang bersifat gaib alias tak terlihat. Bukan apa-apa sih tetapi memang kengintahuan di dalam diriku kadang selalu saja membuat pertanyaan yang jika dipikir-pikir lucu, aneh, impossible, dan ah….nggak mutu memang (kadang-kadang). Tetapi saya tidak menyalahkan diri saya sendiri apalagi merendahkan diri sendiri karena berpikiran konyol semacam itu. Ok deh, beberapa hal saya bagi dengan para pembaca semuanya. Tapi saya ingin mengatakan bahwa ini hanyalah pikiran saya semata. Beberapa pertanyaan yang jawabannya(kalo ada di tulisan ini) hanya berdasarkan imajinasi saya saja.

Mulai dari mana, ya? Ehmmmm……gini di Indonesia kan kita mengenal beberapa makhluk gaib yang saya sendiri kadang meragukannya. Sebut saja pocong, kuntilanak, sundel bolong, suster ngesot, dan lain sebagainya. Yang saya pertanyakan adalah apakah karakter-karakter itu memang ada yang benar-benar pernah melihatnya atau cuman rekayasa saja? Kalo di film tentu cuman rekayasa.

Yang kemudian menjadikan pertanyaan bagi saya lagi adalah keberadaan makhluk gaib tetapi tidak di Indonesia. Katakanlah di Cina kita mengenal istilah vampire, di Amerika kita mengenal Bloody Mary, di Eropa kita mengenal drakula. Yang kesemuanya tadi memiliki bentuk dan karakter yang berbeda-beda. Kalo ibarat manusia kan di mana saja bentuk dan sifatnya hampir sama. Mengenai bentuk, semua manusia sama…ya, kan? Lalu sifatnya juga sama, maksud saya sama-sama makan, buang air, butuh teman dan lain sebagainya. Lalu, mengapa makhluk gaib tadi berbeda?
Maka saya mengambil asumsi bahwa yang namanya makhluk gaib sangat disesuaikan dengan tingkat kebudayaan local yang berkembang. Apa yang ada dalam pikiran orang maka itulah jelmaan makhluk gaib di situ. Nha, muncul lagi nih pertanyaannya. Sebenarnya makhluk gaib itu ada nggak sih? Maksud saya makhluk gaib yang telah disebutkan di awal tadi. Jangan-jangan itu hanya pikiran manusia saja yang kemudian saking takutnya berubah menjadi seolah-olah nyata.
Kalo jin saya percaya itu ada. Karena memang seperti itulah yang difirmankan oleh Allah SWT. Tak diragukan lagi itu. Namanya juga manusia, kadang rasa ingin tahu ini menjadi sesuatu yang seperti candu. Ingin segera tahu jawabannya padahal kadang kita tidak seharusnya tahu sesuatu demi kebaikan kita sendiri.

Ok, lanjut ya. Coba kita piker-pikir lagi. Di Indonesia sebagian besar (atau malah semuanya ya?), makhluk gaib itu wujudnya adalah wanita, nggak ada yang laki-laki. Kuntilanak? wanita, sundel bolong? wanita, suster ngesot? wanita, hanya pocong saja yang nggak jelas jenis kelaminnya karena seluruh tubuhnya tertutup kain kafan. Kalo temen saya bilang begini,”Berarti kebanyakan orang yang matinya penasaran itu wanita.” Eit, jangan diambil hati ya. Itu cuman guyonan temenku saja.

Ya begitulah adanya. Namanya juga makhluk gaib alias tak terlihat. Maka sudah sepantasnyalah tak terlihat. Kalo terlihat ya namanya bukan makhluk gaib, yak an? Hehehehehe…… Yang jelas kita percaya ada makhluk di luar kehidupan manusia dan percaya adalah hal yang paling benar untuk kita lakukan. Nggak usah tahu bentuknya karena malah bikin mumet dan takut. Ntar deket-deket ma syirik kan malah jadi gawat….

Leave a Comment :, , , more...

Alam Semesta

by on Jan.27, 2011, under Sok Ilmiah

Seringkali saya memikirkan hal ini dan sampai sekarang nggak tahu jawabannya. Pertanyaan ini muncul semenjak saya duduk di bangku sekolah menengah umum. Kalo nggak salah waktu itu ada pelajaran yang membahas tentang alam semesta. Mungkin bagi sebagian orang terdengar konyol dan sudah terlalu umum tetapi apa salahnya jika kita ingin tahu.

Bumi yang kita singgahi begitu luasnya. Tetapi lebih hebat lagi adalah ternyata bumi hanyalah sebagian kecil dari konstruksi alam semesta. Ehhhmmmm, pantaskah dibilang kecil? Kalo kita bilang bola sepak itu besar lalu kita mengatakan kalo bola ping pong itu kecil, wajar. Tetapi perbandingan alam semesta dengan bumi sangatlah besar. Milyaran bahkan bilyunan kali. Dalam ilmu fisika, jika sesuatu terlalu kecil maka bias diabaikan…..haa….hhh…, ya, diabaikan. Bumi ini bias diabaikan saja keberadaannya jika kita melihat bumi sebagai ukuran yang dibandingkan dengan ukuran alam semesta.

Ok, begitulah adanya. Yang kemudian menjadi bahan pemikiran adalah di antara sekian luasnya alam semesta apakah hanya bumi saja yang dihuni oleh makhluk hidup? (Ah, mungkin pertanyaan ini terlalu besar bagi seorang manusia kecil seperti saya. Tapi, ah apa peduliku…..). Jikalaupun ada, di manakah mereka? Karena sampai sekarang yang bahkan cakupan pengamatan yang dilakukan oleh para ilmuwan sudah sedemikian luasnya tetapi tidak juga menemukan bukti adanya makhluk hidup selain manusia.

Kalo ada yang bilang pernah melihat alien di bumi, saya pikir kok mengada-ada. Hmmmm….memang saya sendiri nggak ada buktinya sih untuk menyanggahnya tetapi kedengarannya janggal ada karena nggak ada kelanjutannya gitu. Maksudnya, jika mereka ada dan pernah ke bumi maka setidaknya adalah kesempatan untuk bersosialisasi(halah……pemilu aja. Maksudnya kontak langsung dengan manusia.

Ah, yang penting adalah bahwa saya sebagai orang yang beriman(InsyaAllah) maka sudah menjadi kewajiban untuk percaya penuh kepada Yang Maha pencipta. Dan Dia tidak akan menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia, termasuk ya alam semesta ini. Sedemikian luasnya alam semesta pastilah ada gunanya. Entah itu untuk dihuni atau untuk apalah nggak tahu. Pengetahuan manusia yang hanya seberapa belum mampu untuk menjangkaunya. Tetapi dengan kehendak-Nya, bukan hal yang tidak mungkin bahwa suatu saat nanti misteri luasnya alam semesta ini akan terbongkar.

Leave a Comment :, , , more...

Looking for something?

Gunakan form berikut untuk mencari:

Tidak dapat menemukan artikel yang anda cari? Tinggalkan pesan atau langsung kontak saya...