Adnan Anwar, ST.

Opini

Mobil Mewah Pakai Premium

by on Apr.04, 2012, under Opini

Belakangan ini gencar sekali pembicaraaan mengenai mobil-mobil mewah semacam Alphard dan Jaguar yang bahan bakarnya menggunakan premium. Pembicaraan mulai menghangat setelah dibatalkannya kenaikan harga BBM subsidi oleh pemerintah. Mengapa hal ini begitu heboh dibicarakan oleh banyak kalangan?

Pada dasarnya BBM jenis premium adalah bahan bakar bersubsidi yang ditujukan bagi rakyat kecil. Karena untuk rakyat yang tidak mampu itulah maka pemerintah memberikan subsidi. Nha, kalo mobil mewah kok ternyata juga memakai premium yang notabene bersubsidi berarti dia ikut menikmati jatah yang seharusnya bukan miliknya. Kalo boleh saya ibaratkan, premium diperuntukkan bagi rakyat yang mempunyai kupon tidak mampu. Orang  kaya tidak punya mobil mewah tetapi ikut minta diberikan premium. Salahnya, si pemberi juga mau saja memberikan premium kepada orang kaya itu tadi.

Pertanyaannya adalah apakah si orang kaya itu tadi salah? Maka jawabannya sangat tergantung pada sudut padang yang diambil(menurut saya sih…). Kalo dari sisi hukum maka dia tidak salah. Lho, kok bisa? Karena tidak ada aturan hukum yang mengharuskan orang kaya membeli BBM non subsidi. Kalaupun premium itu diperuntukkan bagi rakyat kurang mampu maka itu adalah sebuah himbauan. Dan secara hukum, tidak ada yang salah ketika seseorang tidak mematuhi himbauan. Namanya juga himbauan. Lain halnya jika ada aturan yang jelas, misal peraturan pemerintah atau malah undang-undang.

Pandangan yang kedua jika dilihat dari hati nurani sebagai manusia yang beradab, makhluk yang lebih tinggi derajatnya daripada hewan. Maka, (sekali lagi menurut saya), si orang kaya yang membeli BBM bersubsidi itu salah. Mengapa salah? Karena dia manusia yang punya hati nurani. Berbeda dengan hewan. Kalo hewan sih sah-sah saja mau menyerobot jatah hewan lain. Jadi teringat film dokumenter mengenai seekor singa betina yang dengan susah payah menangkap buruannya. Begitu dapat, datanglah hyena dengan santainya merebut hasil tangkapan tadi. Si singa betina tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah kelelahan.

Istilahnya ngaca-lah pada diri sendiri. Beli BBM non subsidi saja mampu kok, mengapa harus mengambil jatahnya rakyat yang tidak mampu. Bukankah itu sangat memalukan. Kita hidup di lingkungan yang beraneka ragam. Maka saling berbagi adalah hal yang sangat kita perlukan. Apalagi berbagi dengan orang yang tidak mampu, sungguh besar pahalanya.

Sebaliknya, pemerintah juga harus tegas jika memang ingin menegakkan aturan bahwa premium hanya untuk rakyat kelas bawah. Jangan sampai kepentingan rakyat digunakan dalam permainan politik yang tidak ada untungnya, justru ruginya ada.

Semoga permasalahan BBM di Indonesia sekarang ini segera teratasi. Budaya saling memahami dan saling berbagi harus kita lestarikan agar kenyamanan dalam menjalani kehidupan ini bisa dirasakan oleh semua kalangan.

Cianjur, 4 April 2012

Leave a Comment :, , , more...

Orang Paling Lemah

by on Oct.22, 2011, under Opini

lemahPostingan yang lalu saya menulis tentang orang yang paling bodoh, yaitu orang yang tidak mengindahkan akal yang seharusnya menjadi pembeda antara manusia dengan binatang. Kali ini saya akan menulis tentang orang yang paling lemah. Sebelum membicarakan lebih jauh lagi tentang topik ini mari kita diskusikan terlebih dulu definisi dari orang yang lemah.

Jika ada anak kecil yang tidak bisa mengangkat beban seberat 10 Kg, apakah dia disebut lemah? Saya kira bukan karena seiring bertambahnya umur dia akan mampu mengangkatnya. Orang yang pekerjaannya hanya sebagai bawahan yang hanya bisa disuruh-suruh, apakah dia adalah orang yang lemah? Saya kira juha bukan, karena ketika dia sudah meniti karirnya dan beranjak memegang tampuk kepemimpinan ia tidak lagi disuruh-suruh. Lalu, siapakah sebenarnya orang yang lemah itu?

Menurut saya, orang yang lemah adalah orang yang mempunyai kekuatan dalam dirinya tetapi tidak memanfaatkannya dengan baik. Ia terlalu takut dengan tantangan yang akan muncul sehingga lebih memilih untuk menempuh cara yang lebih mudah dan cepat untuk mengendalikan dirinya. Ia justru mengandalkan faktor eksternal untuk membuat dirinya “merasa” lebih baik. Siapakah manusia yang tergolong pada kategori itu?

Yang sangat jelas terlihat adalah pecandu narkoba. Lihatlah perilakunya, ia punya kemampuan dalam dirinya sama dengan manusia-manusia lain yang ada di muka bumi ini. Bedanya ia tidak menggunakan kemampuan itu dengan baik, justru mengandalkan narkoba untuk membuat dirinya “merasa” lebih baik. Kecanduan, ketagihan, adiksi, dan ketergantungan adalah salah satu ciri-ciri orang yang lemah. Ia bahkan tidak mampu mengendalikan keinginannya sendiri. Betapa lemahnya dia.

Contoh kedua adalah perokok. Ah, terpaksa saya menyebut julukan itu lagi. Memang tidak separah pecandu narkoba tetapi beberapa perokok sudah mendekati. Ada asalan yang kadang disebutkan oleh para perokok untuk me-legal-kan tindakan mereka yaitu “merokok itu bisa membuat pikiran tenang”. Saya berpendapat bahwa pernyataan itu justru menunjukkan betapa lemahnya dia. Untuk meraih ketenangan saja harus mengandalkan faktor eksternal.

Kemarin saya menonton pertandingan catur. Dua orang perokok saling beradu kemampuan memainkan bidak-bidak catur. Awalnya keduanya santai tetapi ketika 10 menit berlalu, keduanya menyulut rokok masing-masing. Sampai akhirnya salah satu perokok tersudut. Dan setelah saya perhatikan orang tersebut menghisap rokoknya lebih sering daripada perokok satunya yang dalam posisi unggul. Bahkan saya lihat ia tidak pernah berhenti karena begitu rokoknya habis ia segera mengambil lagi sebatang dari dalam bungkus. Saya membatin,”Kasihan sekali Bapak ini, diperbudak oleh rokok.”

So, yuk kita optimalkan apa-apa yanga da dalam diri kita. Allah sudah memberikan sarana dan prasarana lengkap di dalam tubuh kita untuk bisa memperoleh kenyamanan dalam menjalani kehidupan ini. Mengapa harus bergantung pada sesuatu yang justru akan merusak tubuh kita.

3 Comments :, , , more...

Orang Bodoh

by on Oct.13, 2011, under Opini

rokokBukan bermaksud menghakimi seseorang sebagai orang bodoh, tetapi saya hanya ingin membahas sedikit tentang pengertian orang bodoh dan siapa contohnya orang bodoh. Mengingat manusia dibekali dengan akal untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah, yang menjadikannya memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada makhluk Allah lainnya. Akal yang seharusnya digunakan sebagaimana fungsinya untuk menjadikan kenyamanan dalam menjalani kehidupan.

Kita sepakati dulu apa sih sebenarnya definisi dari orang bodoh. Jika ada orang yang belum pernah belajar mengendarai sepeda lalu suatu saat ia mengendarai sepeda untuk pertama kalinya dan terjatuh, apakah ia tergolong orang bodoh? Saya kira bukan. Ia bukannya bodoh tetapi hanya kurang latihan saja. Lalu, jika ada orang yang tidak tahu bahwa di depannya ada lubang lalu ia terjatuh ke dalam lubang tersebut, apakah ia disebut orang bodoh? Saya kira juga bukan, ia bukannya bodoh hanya saja belum tahu. Lalu, jika ada orang yang tidak tahu bahwa makanan di depannya sangat pedas, dan ia memakannya dengan lahap hingga ia kepedasan, apakah ia disebut orang yang bodoh? Saya kira yang ini juga bukan, ia hanya tidak tahu saja.

Lalu orang yang seperti apa disebut bodoh? Menurut saya, orang yang bodoh adalah orang yang sudah tahu ada bahaya di depannya, ia tahu resiko buat diri sendiri, ia tahu bahayanya buat orang lain tetapi tetap saja dilakukan. Ia tak peduli bahwa tindakannya merugikan diri sendiri dan juga merugikan orang lain, bahkan merugikan lingkungan.

Perokok, adalah salah satu contoh orang yang bodoh menurut saya. Bagaimana tidak? Penelitian secara ilmiah dan tidak ada yang membantah sedikitpun menunjukkan bahwa merokok dapat mengganggu kesehatan pelakunya bahkan orang lain yang ada di sekitarnya. Tidak main-main, nyawa adalah taruhannya. Bukankah ini adalah hal yang fantastis?

Nyawa adalah satu-satunya alasan kita masih berada di dunia ini. Nyawa adalah satu-satunya jaminan kita masih bisa mengumpulkan pundi-pundi kebaikan dan menghapus kesalahan. Sebegitu berharganya nyawa dipertaruhkan untuk hal sepele, “merokok”. Lebih parahnya lagi, ia ikut mempertaruhkan nyawa orang lain yang bahkan mungkin tidak tahu apa-apa. Betapa besar dosa orang yang demikian.

Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa seorang perokok menyadari sepenuhnya akan bahaya tersebut. Tetapi karena bodohnya itu tadi sehingga ia mengabaikan. Nha, perilaku mengabaikan ini yang saya anggap sebagai tindakan yang sangat bodoh. Pak Mario Teguh pernah mengatakan bahwa,”Jangan menganggap sesuatu itu sepele jika akibat yang ditimbulkannya besar.” Benar bahwa merokok itu hal yang sepele. Hanya mengisap asap doang, tetapi lihatlah efeknya.

Allah tidak akan memaafkan kesalahan seorang manusia yang dilakukan kepada sesama manusia sebelum manusia yang dirugikan tersebut memberikan maaf. Berapa banyak seorang perokok merugikan orang lain? Jelas itu adalah kesalahan. Bayangkan jika setiap orang yang dirugikan akibat asap rokoknya belum memberikan maafnya, mengerikan kawan.

So, yuk kita menjadi manusia yang cerdas. Yang menggunakan akal pikiran untuk berfikir sebagai dasar bertindak. Merokok adalah salah satu tindakan bodoh seorang manusia. Lalu, mengapa kita harus melakukan tindakan bodoh semacam itu?

2 Comments :, , , more...

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H

by on Sep.05, 2011, under Opini

Hari Raya Idul Fitri selalu memberikan kesan tersendiri bagi para pemeluk agama Islam yang merayakannya. Dan selalu kesan yang muncul adalah kebahagiaan dan kebersamaan. Kebahagiaan karena hari tersebut adalah puncak kemenangan setelah berpuasa selama satu bulan penuh. Sementara kebersamaan karena pada hari tersebut berkumpul semua sanak keluarga di mana tidak akan ada hari lain yang semeriah hari Idul Fitri.

Tidak sedikit orang yang memanfaatkan hari raya Idul Fitri untuk menggelar acara-acara yang memerlukan kumpulnya sanak keluarga. Misalnya reuni, liburan keluarga, bahkan pernikahan. Itulah berkah yang ALLAH berikan kepada hamba-Nya atas jerih payah usahanya mengendalikan hawa nafsu selama satu bulan lamanya.

Tentu semua orang selalu mendambakan datangnya hari raya Idul Fitri, mengingat begitu banyaknya barokah yang ada di dalamnya. Tetapi yang lebih penting dari itu semua adalah mengenai makna harfiah dari Idul Fitri itu sendiri. Kembali ke Fitrah, selayaknya bayi yang baru dilahirkan. Menurut saya, ini sebenarnya tidaklah semudah perkataannya. Ini adalah tantangan yang harus ditaklukkan oleh seluruh umat Islam di dunia sejak hari pertama puasa.

Bahwa tidak semua yang merayakan hari raya Idul Fitri mendapatkan makna Idul Fitri itu sendiri. Tidak sedikit yang gagal dan bahkan tidak tahu bahwa ia sudah gagal, merasa bahwa dirinya sama dengan orang lain yang berhasil mencapai makna Idul Fitri yang sebenarnya. Bagaimana bisa? Karena ia tidak tahu tantangan yang ALLAH berikan sebelum tiba hari raya tersebut.

Kuncinya adalah di bulan puasanya sendiri. Di sana ALLAH memberikan promo, diskon, potongan harga, bonus, hadiah, dan apapun namanya kepada hamba-Nya yang serius menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Di sinilah kesempatan manusia(yang sadar tentunya) untuk mengumpulkan pundi-pundi amal sebanyak-banyaknya dan menghapus dosa sebesar-besarnya.

Man jadda wa jadda, kata pepatah. Siapa yang berusaha maka ia akan sukses. Siapa yang dengan sungguh-sungguh menjalankan puasa beserta amalan-amalannya maka ia akan berhasil dan meraih  apa yang dimaksud Idul Fitri. Tanpa ada usaha bagaimana mungkin seseorang bisa kembali fitrah seperti layaknya bayi yang baru lahir. Di berbagai pengajian sudah disampaikan bahwa bulan puasa tidak hanya diperintahkan puasa saja tetapi banyak amalan-amalan lain yang juga diperintahkan. Tapi tidak sedikit yang beranggapan bahwa yang penting puasa.

Atau ada juga yang mengatakan, siang hari ga boleh bohong tetapi kalo malam hari boleh. Orang yang berkata demikian, saya yakin kurang memahami apa makna bulan puasa. Atau ada juga yang mengatakan, bulan puasa ga boleh berbuat dosa, ntar aja kalo dah selesai puasanya. Waduh, makin ga karuan ini. Semoa kita termasuk orang yang bisa memahami dan memaknai bulan puasa serta hari raya Idul Fitri.

Cara membedakan orang yang memahami makna Idul Fitri dan tidak sebenarnya tidak terlalu sulit, meskipun tidak bisa digeneralisir begitu saja. Lihat saja perilakunya pada saat bulan puasa dengan setelah Idul Fitri lewat. Bukan untuk menjelekkan mereka tetapi justru mengoreksi diri sendiri apakah kita sudah benar-benar memaknai hari Raya Idul Fitri atau hanya numpang lewat saja.

Leave a Comment :, , , more...

Pergeseran Dunia Lawak Indonesia

by on Aug.17, 2011, under Opini

Akhir-akhir ini banyak sekali bermunculan acara-acara dengan materi lawakan di berbagai stasion televisi Indonesia. Apalagi di bulan ramadhan seperti ini, hampir tayang tiap hari untuk menemani para pemirsanya menunggu berbuka atau menyelesaikan sahurnya. Dan memang acara-acara semacam itu mendapatkan rating yang cukup tinggi, mengingat banyaknya pemirsa yang menikmati. Mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Apakah ini menunjukkan bahwa tingkat stress bangsa Indonesia mulai meninggi sehingga membutuhkan hiburan segar bagi mereka? Wah, nggak tahu juga.

Saya melihat bahwa ada pergeseran dalam dunia lawak di Indonesia. Pertama dari segi pemirsanya di mana pada zaman dahulu hanya orang tertentu saja yang menyukai acara seperti ini. Paling asyik jika menonton bareng sekeluarga sehingga bisa menumbuhkan semangat kekeluargaan. Tetapi sekarang hampir setiap kalangan ada peminatnya. Mulai dari tukang becak sampe artis, mulai dari PNS sampe wakil rakyat. Lha wong, tidak sedikit kok pelawak yang menjadi anggota DPR. Bahkan anak sekolahan pun mulai menyukai acara semacam ini. Mulai dari yang masih TK sampai yang sudah S3.

Selain, itu. Saya juga mengamati bahwa materi yang digunakan untuk membuat para pemirsanya tertawa juga mengalami pergeseran. Memang, bukan hal yang mudah untuk membuat orang tertawa. Saat ini, kebanyakan materinya adalah ejek mengejek, pukul memukul, dan hal-hal yang berbau dewasa marak ditampilkan. Dan materi tersebut sangat berhasil. Dalam sebuah acara nonton bareng di kost saya, kebanyakan temen-temen tertawa ketika seorang pemain mengejek/menghina lawan mainnya atau seorang pemain memukul/menendang/menampar/menjatuhkan dan sejenisnya dengan gaya mereka sendir-sendiri.

Jika hanya untuk hiburan saja tentu materi tersebut sangat pas. Tetapi ada hal-hal yang saya sendiri kurang ngeh dengan materi tersebut. Berkaitan dengan kasus pertama bahwa semakin banyaknya penggemar acara lawak maka secara tidak langsung acara tersebut mengajari semakin banyak orang hal-hal yang digunakan sebagai materi lawak. Lihat saja di berbagai acara berkumpulnya anak-anak sekolahan, jika mereka sedang bersantai dan bercanda maka materinya tidak jauh-jauh dari materi lawak di televisi.

Jika hal ini terjadi pada anak-anak maka yang ditakutkan adalah bahwa mereka menjadi generasi yang suka menghina dan memukul hanya untuk mendapatkan kesenangan, bahkan di dunia nyata sekalipun. Dengan bangga mereka mengejek temennya dan semakin bangga karena teman yang lain tertawa dibuatnya. Dan tanpa malu-malu mereka melakukan kontak fisik untuk menghibur dirinya sendiri dan juga temen-temennya. Mau jadi apa bangsa ini jika generasi penerus bangsa dididik dengan cara seperti itu.

Sudah sepantasnya kita sebagai warga negara yang baik untuk ikut memajukan bangsa. Acara lawak sangat bagus dan membantu menyegarkan pikiran manusia. Tetapi materi yang disajikan juga harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Butuh kerja sama semua pihak untuk menjadikan acara lawak yang tidak hanya menghibur tetapi juga mengajari pemirsanya berbudi pekerti mulia.

4 Comments :, , , more...

Polisi Gorontalo Menggila

by on Apr.10, 2011, under Opini

Beberapa waktu lalu kita dihebohkan oleh tingkah kocak si Udin yang videonya tersebar lewat Youtube. Lagunya yang kocak dan menghibur mungkin menjadi faktor utama yang memicu masyarakat bahkan media massa mengangkatnya sebagai topik yang perlu diperbincangkan. Kualitas video yang masih jauh dari sempurna ternyata tidak membuat masyarakat melihat sebelah mata karena memang bukan itu point pentingnya.

Tidak lama kemudian muncul lagi aksi seorang polisi Gorontalo yang menunjukkan kemampuannya berjoget ketika sedang mendapat tugas jaga di tempat dia ditugaskan. Aksinya mendendangkan lagu India berjudul Chaiyya-chaiyya sambil berjoget persisi seperti video aslinya yang diperankan oleh Sahkrukh Khan. Videonya pun tersebar cepat melalui Youtube. Menurut berita di televisi, video tersebut bahkan ditonton oleh penikmatnya lebih daripada video aslinya yang juga diupload di website yang sama. Sungguh hal yang sangat luar biasa.

Saat ini setiap orang bebas berekspresi dan perwujudannya bisa ia sebarkan secepat an seluas mungkin dengan media informasi yang sudah sangat canggih saat ini. Yang menarik adalah kenapa kedua video tersebut yang membuat heboh?? Padahal ada jutaan rekaman video yang ada di Youtube. Pertanyaaan ini mengusik pikiran saya untuk menuliskan artikel ini.

Ada beberapa kesamaan yang saya dapatkan dari video Udin sedunia dan polisi Gorontalo menggila. Keduanya adalah perwujudan ekspresi murni dari pelakunya. Ketika saya menonton kedua video tersebut pun saya sempat tersenyum-senyum dan tertawa melihat aksi kocak keduanya. Selain tingahnya yang lucu juga ekpresinya yang sangat alami. Tidak dibuat-buat ataupun terpaksa. Kondisi ini yang memunculkan sebuah karya seni yang bisa menghibur banyak orang.
Selain itu, apa yang ditampilkan di video tersebut merupakan keadaan sebenarnya dari si pelakunya(saya melihatnya demikian). Lihat saja si Udin, ya karenanya namanya Udin maka dia membuat lagu yang mengisahkan tentang Udin.

Ekpresinya di video saya yakin tidak jauh berbeda dengan kehidupannya sehari-hari. Sama halnya dengan polisi Gorontalo yang memang sejak kecil sangat suka dengan yang namanya lagu India khususnya lagi dinyanyikan oleh tokoh idolanya tersebut yatu Sahrukh Khan. Sangat terlihat dari mimiknya yang sama persis dengan lirik lagunya.

Apakah kedua salah? Tentu saja tidak. Menurut saya tidak ada yang salah dari video tersebut. Mungkin konten lagu si Udin yang ada unsur penghinaan di dalamnya tetapi saya yakin dia tidak bermaksud demikian dan ini tidak perlu dipermasalahkan. Saya justru salut dengan polisi Gorontalo tersebut yang mau berekspresi di lingkungan yang menurut saya sangat tidak lazin berekspresi demikian. Beliau memberikan kesan yang baik buat kepolisian bahwa mereka juga manusia. Tidak sedikit polisi yang jaim dengan selalu menunjukkan tampang seram dan bengis. Polisi yang satu ini justru menunjukkan keramahannya pada masyarakat.

Maka, hikmah yang bisa kita ambil dari dua kejadian ini adalah bahwa jika kita mau berekpresi secara total maka hasilnya adalah karya seni yang bisa menghibur banyak orang. Tidak hanya dalam hal berekpresi, dalam bekerja, belajar, olah raga, dan masih banyak lagi jika kita lakukan secara totalitas maka hasilnya pasti luar biasa.

Dan kita perlu mencontoh kepolosan dan kejujuran beliau berdua. Tidak seperti beberapa tokoh politik yang sangat berbeda perilakunya antara di depan kamera dan di dunia nyata. Antara perkataan dan perbuatan.  Berbeda dengan film dan sinetron yang bisanya hanya pura-pura padahal kehidupan sebenarnya jauh dari itu.

2 Comments :, , , , more...

Nasib Pendidikan di Indonesia

by on Apr.02, 2011, under Opini

Baru saja saya membaca berita di Kompas hari ini. Salah satunya adalah mengenai pelajar SMP di Jakarta yang ke sekolah membawa celurit. Buat apa coba? Yang terjadi kemudian adalah tawuran antar pelajar yang merugikan banyak orang, khususnya para pelajar itu sendiri. Kesempatan yang seharusnya digunakan untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya justru disia-siakan begitu saja untuk sesuatu hal yang tidak bermanfaat sama sekali.

Harus kita sadari bersama bahwa masa depan bangsa ini terletak di tangan para pemuda. Masa sekolah adalah masa di mana seseorang ditempa untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya sehingga nantinya ketika masanya telah tiba untuk memegang kekuasaan/peranan yang penting di negeri ini, ia sudah siap dengan bekal yang ada. Bukan hanya masalah ilmu yang bersifat teoritis tetapi juga mental spiritual yang harus terbina pada masa-masa sekolah.

Kenyatannya hal itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Masih ada sebagian sekolah yang tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Tidak jarang guru yang seharusnya menjadi kunci keberhasilan pendidikan justru hanya bertindak untuk menunaikan kewajibannya semata. Dan tidak jarang pula ia justru memberikan teladan yang tidak baik.

Banyak hal yang mendorong anak didik menjadi malas untuk menuntut ilmu dan lebih senang berhura-hura di luar dengan membuat kerusakan. Anak muda butuh kegiatan untuk mengekspresikan dirinya. Nha, inilah yang seharusnya menjadi tugas utama kita semua. Bagaimana caranya agar setiap anak muda di negeri ini merasa senang dan nyaman mengekspresikan dirinya di lingkungan sekolahan, bukannya di jalan dengan menggelar tawuran.

Sangat miris memang, melihat fenomena yang seperti ini. Kebanyakan orang tua pasti senang jika melihat anak-anak muda bersemangat membangun dirinya. Menjadi anak yang baik dan berilmu serta bermartabat. Tapi perasaan ini berubah 10 derajat ketika justru yang terlihat adalah seringnya tawuran massa yang pesertanya adalah anak-anak muda. Bahkan anak sekolahan yang baru menginjak bangku SMP.

Lingkungan sangat berperan dalam membentuk karakter seseorang. Memberikan lingkungan pergaulan yang baik untuk anak-anak adalah tugas kita semua. Dan memang belum semua orang tua menyadari tanggung jawabnya ini. Tidak sedikit orang tua yang fokusnya hanya pada mencari uang, yang penting anak bisa sekolah tanpa peduli di mana dan bagaimana dia sekolah. Jika bukan orang tua yang mengarahkan anaknya, lalu siapa lagi.

Jadi, yuk kita bersama-sama membangun negeri ini dengan mempersiapkan generasi muda yang tangguh. Memang sulit untuk mewujudkan hal yang demikian tetapi sulit bukan berarti tidak mungkin. Selalu ada jalan ketika kita mau berusaha. Saling menyalahkan bukanlah solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini. Karena ini menyangkut keberlangsungan negeri ini. Mau di bawa ke mana negeri ini jika anak mudanya hanya bisa tawuran dan membuat kerusakan.

Leave a Comment :, , , more...

Revolusi Mesir, Mubarak Akhirnya Lengser

by on Feb.12, 2011, under Opini

Sekian lama, hari-hari kita di penuhi oleh berita mengenai demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Mesir. Sekian nyawa melayang demi memperjuangkan satu tujuan, yaitu menggulingkan kekuasaan Presiden Mesir, Hosni Mubarak. Dan akhirnya, semua pengorbanan itu tertebus dengan sempurna. Jumat, 11 Februari 2011, Mubarak akhirnya mundur dari kursi kekuasaannya setelah ia berkuasa selama 30 tahun, waktu yang cukup lama untuk ukuran seorang presiden.

Banyak orang menyambut bahagia berita ini. Dan tentunya, rakyat mesir yang selam ini sudah sangat menginginkan kekuasaan Mubarak diganti menyambutnya dengan suka cita. Tidak hanya bangsa Mesir, bahkan bangsa-bangsa lain pun ikut menyambut gembira berita ini. Seperti Lebanon yang merayakan kemenangan ini dengan menyulut kembang api di pusat kota Beirut(detik.com). Tidak ketinggalan bangsa Indonesia yang notabene jauh dari wilayah Mesir pun menyambut gembira berita ini. Mengingat banyaknya mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di sana.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, bagaimana Mesir selanjutnya? Kejadian di Mesir ini sama persis dengan kejadian di Indonesia yang terjadi pada tahun 1998, di mana waktu itu rakyat Indonesia bersatu dan melakukan demonstrasi besar-besaran di gedung DPR/MPR, menuntut lengsernya presiden Soeharto waktu itu.  Hasilnya pun sama, yaitu presiden lengser dan diganti. Nha, apakah selanjutnya kondisi di Mesir pun sama dengan kondisi di Indonesia saat ini?

Lengsernya presiden Mubarak, memberikan konsekuensi memilih siapa yang akan menggantikannya. Dan kita semua tahu, kursi presiden tidak hanya satu dua orang yang mengincarnya. Bisa jadi jika rakyat Mesir kurang dewasa dalam menyikapi revolusi ini, justru keadaannya akan lebih buruk lagi daripada sebelumnya. Perebutan kekuasaan dengan dengan mengesampingkan kepentingan rakyat bisa jadi yang kemudian berlangsung.

Tentu semua orang tidak menginginkan yang demikian. Lihatlah Indonesia yang sampai sekarang tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan semenjak reformasi tahun 1998. Setiap orang menjadi bebas berbicara, semua mengatasnamakan kepentingan rakyak padahal realitanya nol besar. Hal ini bisa menjadi benchmark bagi Indonesia. Apakah revolusi yang dilakukan oleh rakyat Mesir lebih sukses daripada Indonesia. Jika memang demikian maka kita perlu belajar kepada mereka.

Semoga saja perubahan ke arah lebih baik yang kemudian terjadi. Bagimana pun juga Mesir adalah salah satu pemain ekonomi yang cukup penting di pasaran dunia, terutama dengan komoditas minyaknya. Tidak stabilnya Mesir tentu akan mengganggu perdagangan minyak di seluruh dunia, terutama masalah harga dan pastinya Indonesia juga akan terkena dampaknya. Dan yang paling merasakan pasti rakyat kecil yang hanya bisa pasrah.

Jadi, siapakah yang akan memimpin Mesir selanjutnya? Kita tunggu saja perkembangannya. Tapi yang jelas siapapun yang akan memimpin, haruslah lebih baik daripada Hosni Mubarak sehingga bisa membawa Mesir ke arah perubahan yang lebih baik. Jangan sampai revolusi ini justru menjadi boomerang bagi seluruh rakyat Mesir. Semua memang sulit, tetapi sulit bukan berarti tidak bisa.

Leave a Comment :, , , more...

Crop Circle di Sleman

by on Jan.25, 2011, under Opini

Minggu ini kita semua dihebohkan oleh penemuan sebuah pola lingkaran yang lebih sering disebut dengan istilah Crop circle di daerah Sleman, Yogyakarta. Dari namanya saja kita sudah mengetahui bagaimana bentulnya dan di mana keberadaannya. Di sebuah areal persawahan yang sedang ranumnya, dengan buah padi yang sedang beranjak matang muncullah sebuah pola lingkaran. Pola ini akan lebih jelas terlihat jika dilihat dari atas dengan menggunakan helikopter, pesawat, atau foto satelit. Yang menjadi pertanyaan adalah siapa yang entah dengan sengaja atau tidak, membuat pola tersebut?

Isu yang kemudian muncul adalah adanya alien yang menurut saya “kurang kerjaan” menggambar pola lingkaran sdi areal persawahan. Saya tidak habis pikir, mengapa dengan pola yang seperti itu, yang bahkan sering kita jumpai di pameran kesenian langsung dihubungkan dengan alien yang bahkan tak seorang pun manusi di muka bumi ini pernah melihatnya. Begitu mudahnya kita mengatakan,”Itu pasti yang menggambar adalah alien.” Alien sendiri adlah sebuah misteri yang sampai sekarang belum terpecahkan. Lalu, kemudian kita membuat isu yang melanjutkan ketidakjelasan itu. Lebih parahnya lagi, ada yang menghubungkan dengan mistis-mistis lainnya, yang sekali saya katakan bahwa itu belum pernah bisa dibuktikan kepada khalayak umum. Muncul istilah kerajaan tuyul, kerajaan iblis, dan lain sebagainya.

Mengapa kita tidak berfikir lebih ilmiah dengan mengatakan bahwa ada manusia yang begitu hebatnya bisa membuat pola di tempat yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Memang lebih mudah mengkhayal daripada berfikir. Dan menurut saya, sebagian besar masyarakat kita lebih suka berkhayal daripada berfikir. Berkhayal tidak membutuhkan tenaga ekstra seperti halnya berfikir. Tetapi justru terlalu banyak berkhayal akan membuat kita masuk dalam bayang-bayang dunia maya. Sementara berfikir membuat kita masuk dalam dunia realita.

Okelah, saya juga tidak tahu kebenaran berbagai macam opini yang muncul terkait crop circle di Sleman, Yogyakarta tersebut. Tetapi, saya lebih suka berfikir ilmiah mengenai siapa sebenarnya yang mampu membuat pola indah tersebut. Dan apa alasannnya sehingga dia mau repot-repot merugikan para petani dengan membunuh sebagian tanaman padi untuk membuat pola indah tersebut.

Jika kita menengok ke belakang, maka kita akan mendapati bahwa Sleman merupakan daerah tujuab wisata yang cukup diminati para wisatawan. Objek wisata berupa suasana yang nyaman dengan udara sejuk serta pemandangan yang sangat indah merupakan daya tarik tersendiri. Hingga akhirnya, letusan gunung Merapi meluluh-lantahkan semuanya. Daerah yang tadinya indah menjadi kota mati yang bahkan tumbuhan pun enggan hidup di sana. Pastinya, pendapatan daerah tersebut menurun dengan sangat drastis. Perlu strategi khusus agar para wisatawan tidak lari dan bahkan lebih tertarik lagi dari sebelumnya.

Tidak ada cara lain kecuali dengan membuat sensasi yang tidak biasa. Yang tidak normal, yang belum pernah dijumpai sebelumnya. Saya tidak mau dengan tegas mengatakan bahwa ini adalah upaya menarik para wisatawan agar datang ke Sleman tetapi kemungkinan itu pasti ada. Buktinya, semenjak ditemukannya crop circle ini, banyak sekali pengunjung yang datang hanya untuk sekedar melihatnya. Bahkan beberapa media menyebutnya,”Objek wisata baru di wilayah Sleman.”

Itu hanya pendapat pribadi saya yang bisa salah bisa juga benar. Hanya ALLAH sajalah yang tahu misteri dibalik kemunculan crop circle di Sleman ini. Yang paling penting adalah bahwa sebagai manusia yang berpendidikan, kita harus berfikir lebih logis daripada hanya sekedar mengatakan hal-hal yang bahkan belum jelas kebenarannya. Apalagi julukan “Kota Pendidikan” dan “Kota Pelajar” yang melekat pada Propinsi DIY, menjadi beban tersendiri dalam menyikapi fenomena ini.

Leave a Comment :, , , more...

Bijaksana Menyikapi Berita

by on Nov.13, 2010, under Opini

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat kita semakin mudah dalam menerima infomasi. Ketika dulu, informasi sangat terhambat oleh media penyampainya sehingga butuh waktu yang lama agar informasi tersebut sampai kepada penerimanya tetapi sekarang bahkan begitu ada kejadian maka saat itu juga kita bisa melihat dan mendengarnya. Dengan keadaan yang demikian, semakin banyak informasi yang kita terima dari sumber yang berbeda-beda.

Harus kita akui bahwa informasi yang disampaikan oleh media informasi(televisi, radio, koran, majalah, buletin, dll) sangat tergantung oleh pemilik media tersebut. Sehingga kadang informasi tersebut terkesan tidak objektif atau dengan kata lain ada suatu kepentingan dari pengelola media informasi sehingga harus menyampaikan informasi tersebut. Akibatnya pemirsa atau dalam hal ini rakyat kadang disuguhi oleh informasi yang tidak berimbang.

Seseorang akan bisa mengambil keputusan atau kebijakan dengan tepat dan akurat ketika dia melihat permasalahan dari semua sisi. Nha, apa jadinya jika informasi yang diterimanya baru setengah sisi atau malah kurang lalu ia gunakan itu untuk mengambil keputusan. Saya yakin hasilnya tidak akan bagus dan baik. Pasti ada pihak-pihak yang dirugikan dalam pengambilan keputusan tersebut.

Memang harus ada kerja sama antara pemberi informasi dan penerima informasi. Sebagai penyampai informasi, pengelola media komunikasi hendaknya bisa menyajikan berita yang berimbang. Agar masyarakat yang menerima informasi bisa menerima dengan lebih jelas duduk permasalahannya. Tapi sepertinya melihat kondisi di Indonesia, hal ini sangat sulit dilakukan.

Media komunikasi sekarang ini tidak hanya sebagai lembaga masyarakat yang membantu masyarakat mendapatkan berita tetapi justru lebih sebagai lembaga bisnis yang tujuannya mendapatkan keuntungan yang sebanayk-banyaknya dari informasi yang dia sampaikan. Maka bukan sesuatu yang aneh jika pengelola media informasi hanya menyajikan berita-berita yang diminati oleh penyedia iklan sebagai sumber pemasukan.

Maka kita sering mendengar istilah rating yang menunjukkan tingkat ketertarikan masyarakat terhadap program acara yang disajikan. Dengan rating tinggi maka penyedia iklan juga akn mengantri agar produknya diiklankan pada saat acara tersebut. Akhirnya yang terjadi adalah berita atau informasi yang disajikan tidak berpihak pada masyarakat luas tetapi lebih kepada penyedia iklan.

Untuk itu, akan lebih mudah membentengi diri kita sendiri terhadap gelombang informasi yang begitu dahsyatnya. Jangan sampai kita dengan mudah terpancing oleh isu-isu yang diberitakan oleh media komunikasi yang kebenarannya masih diragukan. Perlu kiranya proses “tabayyun” terhadap informasi tersebut. Mengklarifikasi dari berbagai sumber untuk mendapatkan berita dari sudut pandang yang lengkap.

Betapa banyak masalah yang ditimbulkan hanya karena kita mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, belum lengkap isiya, dan diragukan penyampainya. Sangat disayangkan jika hal itu terjadi. Apalagi dengan keberagaman yang dimiliki Indonesia, sangat rentan terhadap masalah.

Yuk, kita bersikap lebih bijaksana jika ada berita yang datang kepada kita….

Leave a Comment :, , more...

Looking for something?

Gunakan form berikut untuk mencari:

Tidak dapat menemukan artikel yang anda cari? Tinggalkan pesan atau langsung kontak saya...