Galaksi Kinanthi
by pigeon on Feb.27, 2011, under Buku
Galaksi Kinanthi. Dari judulnya saja sudah membuat saya cukup tertarik dengan buku ini. Tetapi seperti kata pepatah yang mengatakan bahwa “Don’t judge the book just from the cover” maka sebelum membeli buku ini saya mengadakan cek and ricek. Dan setelah membaca beberapa review maka tidak ada keraguan untuk membeli buku ini. Tapi jujur sebenarnya cover yang terlihat di halaman depan ini kurang menarik(menurut saya) dan kurang sesuai dengan isinya. Mengapa? Setelah membaca isi keseluruhan, latar tempat lebih banyak terjadi di gunung kidul yang sangat berbeda dengan gambaran cover tersebut(hanya pendapat saja).
Begitu membuka buku ini pastilah yang saya cari pertama kali adalah daftar isi. Kaget. Isinya adalah berbagai konstelasi bintang zaman Yunani kuno seperti sagitarius, virgo, cancer, leo, dsb. Mungkin maksudnya biar sesuai dengan salah satu kata dalam judulnya yaitu “Galaksi”. Terpikir bahwa isinya adalah tentang konstelasi alam semesta raya yang maha luas ini. Ternyata salah besar. Saya menerjemahkan judul ini sebagai buku yang bercerita kisah keseluruhan seseorang (Galaksi) yang bernama Kinanthi(Kinanthi).
Terinspirasi oleh kisah nyata, Tasaro menulis novel ini. Sebelumnya saya pernah membaca novel dengan pengarang yang sama berjudul “Samita, Sepak Terjang Hui Sing, Murid Perempuan Cheng Ho”. Keduanya bernuansa kejawen alias sangat terasa adat Jawa-nya. Bahkan di awal cerita, penulis sempat mengangkat adat Kejawen(sesajen, rasulan, doa minta hujan, dll) yang sepertinya masih tetap terpelihara di Gunung Kidul.
Dikisahakan seorang perempuan bernama Kinanthi yang sangat miskin dan dijauhi oleh masyarakat setempat. Hanya seorang yang mau menerimanya yaitu anak rois di desa tersebut yang bernama Ajuj. Suatu ketika, mereka berdua memandang kelamnya langit malam dihiasi bintang.
“Itu namanya gubug penceng, Thi. Nah, di bawah Gubug Penceng itu ada galaksi rahasia. Namanya………Galaksi Cinta.”……hlm 50…. Ada atau tidak galaksi itu, bagi Kinanthi yang penting ia bias selalu dekat dengan Ajuj. Sayang, Tuhan belum mengijinkan mereka untuk terus bersama.
Saking miskinnya, orang tua Kinanthi menjualnya kepada penyalur TKW. Berpisah dengan Ajuj tidak membuat ia kehilangan kenangan-kenangan itu. Bahkan ketika ia dijual ke Arab Saudi, Kuwait, dan akhirnya ke Amerika dengan berbagai macam penderitaan akibat penganiayaan sang majikan, ia tetap ingat akan Galaksi Cinta. Bahkan ketika ia sudah sukses di Amerika, menjadi penulis terkenal di sana ia tetap tak bias melupakan pria yang entah sekarang ada di mana, masih hidup atau sudah meninggal.
Rasa penasaran itu membuatnya kembali ke Indonesia. Bertemu kembali dengan Ajuj dan keluarganya ternyata tidak membuat keadaan semakin membaik. Ia dan Ajuj terpisah oleh jurang ilmu yang sangat dalam. Ajuj, sekarang hanya pemuda biasa dengan kulit dekil, dan pekerjaannya hanya mencari gamping di gunung. Sementara Kinanthi yang sudah menjadi professor dan penulis ternama. Komunikasi mereka menjadi canggung. Tapi jauh di dalam sana perasaan itu masih ada.
Apakah akhirnya Kinanthi dan Ajuj bias bersatu? Apakah Kinanthi mau meninggalakan kehidupan mewahnya di Amerika demi Ajuj? Baca selengkapnya di novel berjudul “Galaksi Kinanthi” ini.
Mau beli tapi gak punya uang, bisa saya pinjamkan. Cukup datang ke kost saja….enak to…..mantep to….(lho…..). Gratis alias ga usah bayar……
Oh, iya. Kalo dah baca dan ingin menambahi silakan saja…….
Senin, 6 Juli 2009
No related posts.






