Archive for February, 2012
Memilih Pasangan
by pigeon on Feb.28, 2012, under Nasehat
Hari ini, Kamis, 23 Februari 2012 adalah hari di mana penikahan kami tepat berusia satu bulan. Tak terasa memang karena segala sesuatunya terasa sangat berbeda antara waktu ketika belum menikah dan sudah menikah. Banyak teman-teman saya yang juga berkomentar bahwa ada perubahan dalam diri saya setelah menjadi seorang kepala keluarga. Menurut saya itu adalah keharusan. Situasi dan kondisi sangat berbeda maka harus ada perubahan juga dalam diri saya. Entah dalam hal-hal yang bersifat batiniah maupun lahiriah.
Okelah, saya kira cukup ceritanya tentang saya. Di tulisan kali ini saya ingin berbagi tentang memilih pasangan hidup. Di mana cara ini juga yang saya terapkan sehingga terpilihlah gadis cantik yang saat ini suda sah menjadi istri saya. Harus kita sadari bahwa pernikahan adalah perkara besar. Pernikahan bisa menetukan nasib kita di akherat nanti, apakah surga ataukah neraka. Maka dari itu harus benar-benar diperhitungkan bahkan semenjak memilih pasangan.
Banyak orang yang pikirannya terlalu pendek dalam perkara ini sehingga gagal dalam pernikahannya. Prinsipnya adalah jika kita hanya berpedoman pada hal-hal yang sifatnya duniawi(kecantikan dan kekayaan) maka akan sangat sulit dalam menjalani hari-hari berumah tangga nantinya. Karena semua itu sifatnya sementara dan sangat mudah berubah. Jadi, jika anda jatuh cinta karena kecantikan/ketampanan dan atau kekayaan, maka cinta tersebut akan sangat mudah berkurang bahkan hilang. Jika kita memang cinta pada seseorang maka lahirlah ketampanan/kecantikan bukan sebaliknya.
Lalu, mengingat pernikahan itu adalah sebuah investasi jangka panjang maka kita juga harus melihat calon pasangan kita dalam jangka panjang. Bolehlah jika dia saat ini belum sukses, belum kaya, belum pintar tetapi ketika ada potensi di masa depan dia akan menjadi lebih baik maka mengapa tidak. Daripada kita hanya melihat kondisi dia saat ini tetapi di masa depan justru punya potensi akan meninggalkan kita. Betapa banyak wanita yang menikah karena hanya melihat prianya saat ini tampan dan betapa banyak wanita yang menikah karena hanya melihat wanitanya saat ini cantik. Dia tidak sadar bahwa 10 tahun lagi bisa jadi ketampanan/kecantikan tersebut sudah pudar.
Maka yang saya ingin bagi kepada para pembaca semuanya adalah ketika kita sedang memilih calon pasangan kita, bukalah mata lebar-lebar. Lihatlah dia secara utuh. Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang dia, terutama kekurangannya. Karena saya yakin, kelebihan dari pasangan akan dengan mudah kita terima tetapi kekurangan? Tanyakanlah pada diri anda sendiri, mumpung belum akad nikah, apakah anda siap menerima kekurangan-kekurangan tersebut?
Terakhir, lihatlah dia tidak hanya di masa sekarang tetapi juga potensinya di masa depan. Tahukah anda bedanya anak-anak dan dewasa? Anak-anak hanya berfikir apa yang ada sekarang sementara orang dewasa berfikir lebih jauh ke depan. Pernikahan adalah urusannya orang dewasa maka berfikirlah dewasa. Semoga anda mendapatkan pasangan yang terbaik buat anda. BERSAMBUNG
Cianjur, 23 Februari 2012
Aku Sudah Menikah
by pigeon on Feb.13, 2012, under Nasehat
Postingan kali ini saya hanya mau berbagi kebahagiaan dengan teman-teman pembaca semuanya. Bahwa pada tanggal 23 Januari 2012 kemarin saya(Adnan Anwar) telah melangsungkan pernikahan dengan seorang gadis cantik yang bernama Rahayu Martaning Tyas. Sungguh suatu hal yang sangat luar biasa saya rasakan ketika status yang saya sandang saat ini telah berubah menjadi seorang suami.
Ada banyak perubahan yang saya rasakan dengan adanya ikrar pernikahan yang sudah saya ucapkan. Tidak canggung lagi ketika teman-teman di kantor memanggil dengan sebutan “Bapak”, ada tujuan yang jelas dan focus mengenai apa yang harus saya lakukan ke depan dan masih banyak lagi. Memang sangat menantang tetapi itulah justru yang membuat diri kita menjadi manusia seutuhnya.
Masih ingat dengan salah satu postingan saya terdahulu tentang sebuah kalimat yang diambil dari film Spiderman yaitu “With great power comes great responsibility”. Adalah benar bahwa ketika akad pernikahan sudah diucapkan maka datanglah kekuasaan untuk memimpin sebuah rumah tangga. Seiring dengan datangnya kekuasaan tersebut, dating juga tanggung jawab yang harus dipikul yaitu bagaimana caranya agar rumah tangga yang sudah diawali bias berjalan sebagaimana mestinya sampai tujuan yang diharapkan.
Hal yang sederhana memang tetapi implikasinya luar biasa banyaknya. Tak perlulah saya sebutkan satu per satu. Tetapi justru di situlah letak tantangannya. Hal-hal yang sifatnya kecil, sepele, remeh-temeh, bias membesar jika tidak ditangani dengan segera. Ini yang harus kita sadari di awal membina rumah tangga.
Maka di banyak buku yang membahas tentang pernikahan pasti akan memunculkan syarat pernikahan adalah kesiapan mental. Memang secara tertulis tidak ada tetapi menurut saya, kesiapan mental adalah syarat utama dan pertama yang harus dipenuhi ketika ingin membina rumah tangga jika ingin rumah tangganya sukses dalam perjalanannya.
Lalu, seperti apakah kesiapan mental itu? Yaitu kesiapan untuk hidup bersama dengan pasangan yang kita pilih. Sekali lagi itu adalah kata-kata yang sederhana tetapi implikasinya yang penting. Siap hidup bersama artinya siap berbagi bersama dalam setiap rintangan yang akan muncul dengan mengedepankan solusi dan toleransi bukannya ego pribadi. Dengan bekal itu, insyaALLAH rumah tangga akan berjalan dengan harmonis.
Ini adalah opini saya yang muncul selama saya menjabat sebagai pemimpin rumah tangga yang masih dalam hitungan hari. Jika ada yang kurang tepat mohon sharing dari pembaca semuanya. Akhirnya, mohon doanya agar pernikahan kami langgeng dan doa kami selalu buat pernikahan para pembaca semuanya.
Yang belum menikah, siapkan mental anda dan yang sudah menikah perbaiki terus diri anda agar selalu bias berkolaborasi dengan apik bersama pasangan hidup anda.
Cianjur, 13 Februari 2012






